Dark/Light Mode

Menggugat Marwah Guru di Momen Harkitnas

Kamis, 21 Mei 2026 13:13 WIB
Guru Swasta Menggugat Kepastian Status pada Harkitnas. [Foto: Dok]
Guru Swasta Menggugat Kepastian Status pada Harkitnas. [Foto: Dok]

RM.id  Rakyat Merdeka - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2026, menjadi momentum penting bagi ribuan guru swasta dari berbagai daerah di Indonesia untuk menyuarakan tuntutan keadilan dan kepastian hukum.

Melalui agenda bertajuk Silaturahmi Akbar Guru Indonesia (SIAGA), para pendidik berkumpul dalam sebuah gerakan bersama yang dinilai sebagai tonggak perjuangan dunia pendidikan nasional.

Kegiatan tersebut digagas sembilan organisasi profesi guru, yakni IGSS PLPG, PGSI, PGMM, FGSNI, GM-Pro, FTHMI, FKSS Jateng, FGHM Jabar, dan AGM Magelang.

Baca juga : Barcelona Vs Real Madrid, Momen Tambah Penderitaan

Sedikitnya 2.500 peserta dari 13 provinsi hadir untuk menyampaikan aspirasi agar guru swasta memperoleh kesempatan yang setara menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Aksi berlangsung di sejumlah titik strategis, mulai dari Gerbang Utama Gedung DPR RI, ruang pimpinan DPR RI di Jakarta Pusat, hingga Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Para peserta menilai, perjuangan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan upaya kolektif memperjuangkan hak-hak guru swasta yang selama ini dinilai belum memperoleh perlindungan memadai.

Baca juga : Peringatan Hari Bumi Jadi Momentum Perkuat Kepedulian Lingkungan

Koordinator Nasional SIAGA, Junaedi, mengatakan gerakan itu bertujuan mendesak Pemerintah mengamandemen Undang-Undang ASN dan segera mengesahkan revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

Menurut dia, perubahan regulasi menjadi jalan penting agar guru swasta memiliki perlindungan hukum setara dengan guru sekolah negeri.

"Guru swasta harus mendapatkan hak yang sama sebagaimana amanat konstitusi dan prinsip keadilan sosial,” ujar Junaedi.

Baca juga : Bojan Hodak Minta Persib Tetap Fokus di Momen Penentuan

Dalam pertemuan tersebut, para perwakilan guru menyampaikan lima tuntutan utama.

Selain mendesak amandemen UU ASN dan revisi UU Sisdiknas, mereka meminta adanya kebijakan afirmasi agar guru swasta dapat diangkat menjadi ASN di sekolah induk masing-masing. Mereka juga mengusulkan kebijakan redistribusi ASN bagi guru swasta yang dinilai memiliki dedikasi tinggi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.