Dark/Light Mode

Hadapi Kemarau 2026, Polda Sumsel Gandeng APHI Perkuat Pencegahan Karhutla

Jumat, 22 Mei 2026 19:38 WIB
Karops Polda Sumsel Kombes Muhammad Anis Prasetio Santoso bersama APHI membuka pelatihan pencegahan karhutla di Jakabaring Sport City, Palembang, Kamis (22/5/2026). Dok. APHI
Karops Polda Sumsel Kombes Muhammad Anis Prasetio Santoso bersama APHI membuka pelatihan pencegahan karhutla di Jakabaring Sport City, Palembang, Kamis (22/5/2026). Dok. APHI

RM.id  Rakyat Merdeka - Polda Sumatera Selatan menggandeng Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau 2026.

Kolaborasi itu dilakukan melalui Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla Tahun 2026 yang digelar di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, 20-22 Mei 2026.

Pelatihan tersebut diikuti jajaran Polres di Sumsel, BPBD, Manggala Agni, Regu Penanggulangan Kebakaran (RPK) perusahaan, hingga sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Kepala Operasi Polda Sumsel Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso mengatakan wilayah gambut di Sumatera Selatan memiliki tingkat kerawanan tinggi sehingga membutuhkan pemahaman khusus dalam penanganan kebakaran.

“Gambut di Sumsel cukup luas dan kita harus mengetahui cara-cara penanganan kebakaran di areal gambut dengan berbagai karakteristiknya,” kata Anis, Kamis (22/5/2026).

Baca juga : Malaysia Masters 2026, Ginting Terhenti Jonatan Lanjut...

Menurut dia, sejumlah perusahaan mitra APP Group juga telah memiliki peralatan untuk menilai potensi karhutla berdasarkan tingkat kerawanan lahan gambut.

Anis menegaskan upaya pencegahan dini menjadi langkah penting untuk menekan risiko kebakaran, terutama akibat praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.

“Kadangkala ada masyarakat yang membuka lahan dengan membakar dan apabila api merambat ke lahan gambut akan sangat sulit dipadamkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum APHI Soewarso menilai kebakaran lahan gambut bukan sekadar persoalan api, tetapi juga berkaitan dengan tata kelola, hidrologi gambut, perilaku masyarakat, hingga keberlanjutan lingkungan.

“Karhutla di lahan gambut bukan hanya persoalan api, tetapi juga persoalan tata kelola, perilaku, hidrologi gambut, dan keberlanjutan masa depan Indonesia,” kata Soewarso.

Baca juga : PGN Siap Serap LNG Blok Masela Untuk Perkuat Pasokan Energi Domestik

Dia menjelaskan sejumlah langkah prioritas dalam pengendalian karhutla perlu diperkuat. Mulai dari monitoring Tinggi Muka Air Tanah (TMAT), optimalisasi early warning system, patroli terpadu, hingga pelibatan masyarakat melalui Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Desa Makmur Peduli Alam (DMPA).

Selain itu, integrasi data lintas lembaga dan edukasi publik berkelanjutan dinilai penting untuk memperkuat mitigasi karhutla.

Menurut Soewarso, ancaman karhutla pada 2026 diperkirakan meningkat akibat fenomena El Niño ekstrem yang berpotensi memicu kemarau panjang dan kekeringan di kawasan rawan gambut.

Dalam kesempatan tersebut, Soewarso juga menyampaikan apresiasi kepada tiga perusahaan anggota APHI Sumsel, yakni PT Bumi Mekar Hijau, PT Bumi Andalas Permai, dan PT Rimba Hutani Mas.

Ketiga perusahaan itu menerima penghargaan dari Polda Sumsel atas dedikasi dalam pencegahan dan pengendalian karhutla serta peningkatan produktivitas lahan di wilayah Sumatera Selatan.

Baca juga : Gaet Nicholas Saputra, Tolak Angin Perkuat Ekpansi Ke Pasar Global

Ketua Komda APHI Sumatera Selatan Iwan Setiawan mengatakan perusahaan anggota APHI akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam pengendalian karhutla.

Menurut dia, kolaborasi multipihak menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau sekaligus meminimalkan risiko kebakaran di kawasan gambut.

“Kami juga mendorong seluruh anggota APHI untuk terus meningkatkan upaya pencegahan karhutla melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar konsesi mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar,” ujar Iwan.

Dia menegaskan upaya pencegahan harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan agar kesadaran masyarakat meningkat dan risiko kebakaran dapat ditekan.

Melalui penguatan sinergi tersebut, APHI menegaskan komitmennya mengajak seluruh anggota menjalankan praktik usaha kehutanan berkelanjutan sekaligus memperkuat pengendalian karhutla di Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.