Dark/Light Mode

WNI yang Ditahan Militer Israel Alami Trauma Fisik: Kami Diperlakukan Keji

Minggu, 24 Mei 2026 21:51 WIB
Penyambutan WNI yang sempat ditahan Israel. (Foto: Bakom RI)
Penyambutan WNI yang sempat ditahan Israel. (Foto: Bakom RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 mengungkap pengalaman traumatis setelah dicegat dan ditahan militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.

Para relawan sebelumnya berlayar dalam misi solidaritas kemanusiaan bagi warga Gaza. Namun, misi tersebut dihentikan setelah militer Israel mengintersep kapal mereka di kawasan Mediterania Timur dan membawa para relawan secara paksa ke wilayah Israel.

Thoudy Badai, relawan dari Republika sekaligus Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), menyebut tindakan militer Israel sebagai penculikan yang dilakukan di luar prosedur hukum internasional.

“Penculikannya tentu di luar prosedur di perairan internasional, dan kami dibawa masuk ke perairan Israel lalu dibawa ke kapal besar milik Israel selama tiga hari dua malam,” kata Thoudy, saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026).

Baca juga : 9 WNI yang Ditahan Israel Tiba di Tanah Air, Menlu Jemput di Soekarno-Hatta

Menurutnya, para relawan mendapat perlakuan tidak manusiawi selama masa penahanan. “Dan tentunya diperlakukan keji. Itu sangat mungkin dialami masyarakat Palestina dengan kondisi yang jauh lebih keji. Jadi, tetap suarakan Free Palestine,” ucapnya.

Wartawan Republika yang tergabung dalam relawan GPCI, Bambang Noroyono alias Abeng, bersyukur dapat kembali ke Indonesia dan berkumpul bersama keluarga.

“Syukur alhamdulillah bisa ketemu keluarga, karena ini tetap lanjut perjuangan bersama tentang memperjuangkan hak-hak masyarakat Palestina, hak-hak warga Gaza,” ujar Abeng.

Ia mengungkap masih merasakan dampak fisik akibat tindakan kekerasan yang dialaminya saat penahanan. Menurut Abeng, beberapa relawan lainnya bahkan mengalami cedera serius.

Baca juga : Transit Di Istanbul, 9 WNI Yang Ditangkap Israel Dalam Kondisi Sehat

“Kondisi saya sudah nggak terlalu khawatir lagi. Masih ada bekas benturan yang masih kerasa, tapi lambat laun akan menghilang. Luka juga masih ada. Ada beberapa teman yang harus diperhatikan, mengalami retak di bagian dalam tulang,” lanjutnya.

Menlu Sambut Para Relawan

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyambut langsung kepulangan para relawan WNI dan memastikan Pemerintah memberikan pendampingan kepada mereka.

Menlu menyampaikan rasa syukur karena seluruh WNI dapat kembali ke Tanah Air dalam keadaan selamat, meskipun sebagian mengalami trauma dan cedera fisik akibat tindakan kekerasan aparat militer Israel.

“Selamat datang kembali, selamat berkumpul dengan keluarga. Dan tadi dari laporan, ada beberapa rekan kita yang mengalami trauma fisik yang akan juga ditangani lebih lanjut,” kata Menlu.

Baca juga : 9 WNI Dibebaskan dari Israel, Golkar Puji Diplomasi Prabowo

Pemerintah Indonesia, lanjut Menlu, akan terus memastikan perlindungan bagi warga negara Indonesia yang terlibat dalam misi kemanusiaan internasional, khususnya yang berkaitan dengan situasi kemanusiaan di Gaza.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.