Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Swedia Pesta Gol 5-1 ke Gawang Tunisia
- S3 Ilmu Hukum Universitas Borobudur Tawarkan Pendidikan Berkualitas Berstandar Internasional
- PLN EPI Dorong CBG dari Limbah Sawit untuk Kurangi Emisi dan LNG
- Khofifah Ajak Alumni FH Unair Buka Peluang Magang Bagi Mahasiswa
- Tampung 245.980 Murid Baru, Disdik DKI SPMB Objektif, Transparan dan Inklusif
Komunikasi Terbatas, Kondisi 9 WNI Yang Ditahan Israel Sulit Dipantau
Rabu, 20 Mei 2026 15:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia (RI) Sugiono merespons kasus warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan Israel dalam misi Global Sumud Flotila (GSF) 2.0. Ia memastikan Pemerintah terus memantau kondisi Sarga negara Indonesia (WNI) yang ditahan Israel setelah kapal misi kemanusiaan mereka dicegat.
Hal ini ditegaskan Menlu RI di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Sugiono mengatakan, Kementerian Luar Negeri telah berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia di Yordania dan Turki. Namun, dia mengakui untuk berkomunikasi untuk saat ini sulit.
"Sejauh ini informasi yang kita terima itu masih sulit karena komunikasi yang terbatas," kata Sugiono.
Baca juga : Iwakum Minta Pemerintah Pastikan Keselamatan Jurnalis RI yang Ditahan Israel
Sugiono mengapresiasi langkah para relawan yang tergabung dalam GSF 2.0. Menurut dia, aksi tersebut mencerminkan kepedulian terhadap warga Palestina, khususnya di Gaza.

Pemerintah Indonesia, lanjut Sugiono, terus melakukan koordinasi melalui negara-negara yang memiliki hubungan langsung dengan Israel. Mengingat, Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan negara tersebut.
“Jadi kita minta tolong kepada teman-teman kita yang pertama mengalami nasib serupa juga dari warga negaranya, kemudian dari teman-teman yang ada di Yordania dan Turki,” katanya.
Baca juga : Haji Ilegal, 19 WNI Ditangkap Di Arab Saudi
Ia berharap para WNI tersebut berada dalam kondisi baik dan dapat segera kembali ke Indonesia dengan selamat.
“Kita doakan semoga mereka kondisinya baik-baik saja dan bisa segera kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat,” ujar Sugiono.
Para WNI tergabung armada GSF 2.0 yang berlayar menuju Gaza melalui Laut Mediterania. Dalam perjalanan menuju Gaza, kapal-kapal tersebut dicegat militer Israel di perairan internasional.
Baca juga : Tottenham Masih Terancam Degradasi, Ditahan Leeds di Kandang
Dari Indonesia, sedikitnya sembilan WNI yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) ikut dalam misi tersebut. Mereka dilaporkan ditahan setelah kapal dicegat otoritas Israel.
Berikut 9 WNI yang diculik tentara Israel berdasarkan laporan GPCI:
1. Herman Budianto Sudarsono. (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
2. Ronggo Wirasanu. (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
3. Andi Angga Prasadewa - (GPCI - Rumah Zakat) Kapal Josef
4. Asad Aras Muhammad - (GPCI - Spirit of Aqso) Kapal Kasr-1
5. Hendro Prasetyo. (GPCI - SMART 171) Kapal Kasr-1
6. Bambang Noroyono. (Republika) Kapal BoraLize
7. Thoudy Badai Rifan Billah (REPUBLIKA) Kapal Ozgurluk
8. Andre Prasetyo Nugroho - (Tempo) Kapal Ozgurluk
9. Rahendro herubowo (Tim Media GPCI dan iNews) Kapal Ozgurluk
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya