Dark/Light Mode

Idul Adha dan Ketahanan Pangan Umat Di Tengah Krisis Global

Kamis, 28 Mei 2026 21:06 WIB
Penasihat DPP Persatuan Umat Islam Prof. Achmad Tjachja Nugraha. (Dok. Pribadi)
Penasihat DPP Persatuan Umat Islam Prof. Achmad Tjachja Nugraha. (Dok. Pribadi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perayaan Idul Adha tahun ini berlangsung di tengah ancaman krisis pangan global yang semakin terasa. Kenaikan harga bahan pokok, gangguan rantai pasok, hingga dampak perubahan iklim membuat isu ketahanan pangan menjadi perhatian serius di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Di tengah situasi tersebut, ibadah kurban dinilai tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat ketahanan pangan dan solidaritas sosial masyarakat.

Penasihat DPP Persatuan Umat Islam Prof. Achmad Tjachja Nugraha mengatakan, Idul Adha mengandung pesan kuat tentang distribusi pangan yang adil dan kepedulian terhadap kelompok rentan.

“Allah SWT menegaskan dalam Al-Qur’an, ‘Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu’ (QS. Al-Hajj: 37). Artinya, esensi kurban bukan hanya pada fisiknya saja, tetapi pada ketakwaan. Implementasi ketakwaan dapat berupa sejauh mana kita memiliki nilai kepedulian dan mendistribusikan dengan tepat,” ujar Achmad dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menjelaskan, kurban menjadi praktik nyata distribusi kebutuhan pangan berbasis umat yang berlangsung serentak dan langsung menyasar masyarakat yang membutuhkan.

Baca juga : Yaqut Dibawakan Tempe, Noel Santap Nasi Kebuli

“Di tengah krisis pangan global, kurban menunjukkan bahwa umat memiliki mekanisme untuk berbagi bagi kelompok yang paling rentan,” katanya.

Menurut Achmad, jutaan paket daging kurban dapat tersebar dalam waktu singkat melalui jaringan masjid, pesantren, dan komunitas lokal. Pola distribusi tersebut dinilai menjadi kekuatan sosial yang jarang dimiliki sistem formal.

“Kita melihat bagaimana distribusi ini berjalan cepat, tanpa birokrasi panjang, dan relatif tepat sasaran. Ini adalah kekuatan sosial umat yang luar biasa,” ungkapnya.

Ia menambahkan, semangat kurban juga sejalan dengan prinsip keadilan sosial dalam Islam. Dalam Al-Qur’an, terdapat ajaran agar harta dan sumber daya tidak hanya berputar di kalangan tertentu.

“Dalam QS. Al-Hasyr ayat 7 ditegaskan agar harta itu tidak hanya beredar di kalangan orang-orang kaya saja. Ini sejalan dengan semangat kurban, yaitu memastikan distribusi pangan lebih merata dan dapat dirasakan oleh mereka,” jelasnya.

Baca juga : Idul Adha Jadi Momentum Tingkatkan Kesadaran Keamanan Siber

Sebagai Penasihat DPP Persatuan Umat Islam, Achmad menyebut Idul Adha merupakan bagian dari ishlah tsamaniyah yang membawa dampak positif bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Idul Adha memberikan dampak baik berupa ishlah iqtishod atau perbaikan ekonomi dan ishlah mujtama’ atau perbaikan kehidupan sosial kemasyarakatan,” tuturnya.

Meski demikian, ia menilai potensi besar kurban belum dimanfaatkan secara optimal. Selama ini, kurban masih lebih banyak dipahami sebagai kegiatan tahunan yang berhenti pada pembagian sesaat.

“Sejatinya kita dapat melakukan sedekah selain berkurban dengan membagikan makanan lainnya termasuk daging, bukan hanya saat Idul Adha saja. Hal ini dapat menjadi bagian dari strategi ketahanan pangan,” tegasnya.

Achmad juga mendorong momentum Idul Adha dimanfaatkan untuk memperkuat peternak lokal sebagai bagian dari ekosistem pangan nasional.

Baca juga : Paul Munster Pastikan Bertahan Di Bhayangkara

“Momentum Idul Adha seharusnya juga mendorong penguatan peternak lokal agar rantai pasok tidak bergantung pada luar negeri,” ujarnya.

Menurut dia, ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh produksi, tetapi juga distribusi yang adil dan berbasis kepedulian sosial.

“Idul Adha mengajarkan bahwa ketahanan itu lahir dari kebersamaan dan kepedulian. Inilah nilai yang sangat relevan di tengah situasi global yang tidak menentu,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.