Dark/Light Mode

Purbaya Tetap Menkeu, Rupiah Dan IHSG Melesat

Sabtu, 13 Juni 2026 08:33 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Kemenkeu
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Kemenkeu

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasar keuangan domestik kembali bergairah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah sama-sama menunjukkan penguatan signifikan seiring meningkatnya optimisme investor terhadap stabilitas kebijakan ekonomi Pemerintah.

Pada penutupan perdagangan Jumat (12/6/2026), IHSG melonjak 2,07 persen ke level 6.007,65. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp21,60 triliun. Sebanyak 615 saham menguat, 108 saham melemah, dan 93 saham bergerak stagnan.

Penguatan juga terjadi pada rupiah. Mata uang Garuda ditutup di level Rp17.860 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 128 poin atau 0,71 persen dibandingkan pembukaan perdagangan.

Salah satu sentimen positif yang mendorong reli pasar adalah kepastian dari Istana terkait posisi Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang tetap dipertahankan.

Baca juga : Dasco Ajak Orang Kaya Jual Dolar

Keputusan tersebut dinilai memberikan kepastian dan menjaga kepercayaan pelaku pasar terhadap arah kebijakan ekonomi nasional.

Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, menilai stabilitas di jajaran kabinet menjadi faktor penting bagi investor.

“Stabilitas di level kementerian memberi sinyal positif bagi investor karena mengurangi ketidakpastian kebijakan jangka pendek,” ujar Esther dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2026).

Menurutnya, kepastian mengenai posisi Menkeu Purbaya memberikan kejelasan arah kebijakan fiskal dan memperkuat keyakinan investor untuk kembali menanamkan modal di Indonesia.

Baca juga : Perkembangan Rupiah dan BBM, Menteri Maman Pantau Dampak Ke UMKM

Meski demikian, Esther mengingatkan bahwa penguatan rupiah dan IHSG tidak bisa hanya mengandalkan sentimen jangka pendek. Untuk menjaga momentum positif secara berkelanjutan, Indonesia harus memenuhi sejumlah prasyarat yang menjadi perhatian investor global.

“Pertama, kepastian hukum untuk berbisnis di Indonesia,” katanya.

Selain itu, investor juga mempertimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi, ketersediaan bahan baku, ekosistem usaha yang mendukung, integrasi dengan rantai pasok global, serta kecukupan infrastruktur dasar seperti energi, listrik, dan air.

Tak kalah penting, lanjut Esther, adalah harmonisasi regulasi antara pemerintah pusat dan daerah agar iklim investasi semakin kondusif.

Baca juga : Purbaya Tetap Menkeu, IHSG Dan Rupiah Menguat

“Jika faktor-faktor tersebut dapat dipenuhi, aliran modal asing akan lebih mudah masuk ke Indonesia. Dampaknya tentu akan memperkuat nilai tukar rupiah dan pasar modal domestik,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.