Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Penjelasan Medical Doctor Soal Kesiapan Sistem dan Tim Medis BTN Jakim 2026
Senin, 15 Juni 2026 18:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Medical Director BTN Jakarta International Marathon (2023-2026) dr. Andhika Raspati SpKO menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya salah satu peserta Le Minerale HM BTN Jakarta International Marathon 2026, Agus Putranadi di RS Siloam Kebon Jeruk Jakarta pada Minggu (14/6/2026) pukul 16.48 WIB
"Semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT. Serta kerabat yang ditinggalkan diberikan ketabahan," tulis dr. Andhika dalam akun Instagram pribadinya, @dhika.dr yang ditautkan ke akun @btn_jakim, Senin (15/6/2026).
Dalam postingan tersebut, dr. Andhika juga menyampaikan beberapa hal terkait kesiapan sistem dan tim medis BTN JAKIM 2026. Berikut rinciannya:
1. Tim Medis BTN JAKIM 2026 Hari Kedua Lebih Banyak
Tim Medis BTN JAKIM 2026 hari kedua beranggotakan 35 persen lebih banyak personel dibanding tahun lalu.
Baca juga : Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
Total terdapat 257 personel yang tersebar dalam 10 tenda medis, 21 ambulans, dan 40 titik mobile/roaming medic di sepanjang rute.
"Peningkatan ini kami lakukan, meski jumlah pelari per harinya (24.000) lebih sedikit dibanding jumlah pelari tahun lalu (33.000). Rencana kerja kami juga sudah disetujui oleh Technical Delegate dari Federasi World Athletic," jelas dr. Andhika.
2. Tenaga Medis Kompeten & Berpengalaman
Seluruh personel medis terdiri dari tenaga medis yang kompeten dan berpengalaman, meliputi Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, Dokter Spesialis Anestesi, Dokter PPDS Ilmu Kedokteran Olahraga, Dokter Umum, Fisioterapis, Perawat, hingga paramedis terlatih.
Sebelum pelaksanaan, seluruh personel telah menjalani serangkaian pelatihan dan briefing, serta persiapan operasional untuk memastikan pelayanan medis berjalan seoptimal mungkin.
3. Lonjakan Panggilan Gawat Darurat
Baca juga : Pramono Resmikan Kantor Kecamatan dan Dua Embung Baru di Jaksel
Dr. Andhika mengungkap, pada hari kedua pelaksanaan BTN JAKIM 2026, tim medis mengalami periode yang cukup panjang. Terjadi lonjakan panggilan gawat darurat secara bersamaan di berbagai titik rute.
Kondisi tersebut mengharuskan tim medis melakukan koordinasi dan penanganan secara simultan sesuai tingkat kegawatdaruratan masing-masing pasien. Sehingga, pergerakan dan penugasan personel di sepanjang rute, termasuk ambulans, membutuhkan waktu lebih untuk menjawab seluruh panggilan tersebut.
"Demikian hal ini saya sampaikan. Mohon maaf atas segala kekurangan kami. Terima kasih atas segala masukan serta kritik yang membangun. Terima kasih juga untuk pelari yang telah men-support dan menolong rekan-rekan pelarinya selama Jakim 2026 berlangsung," tutur dr. Andhika.
dr. Andhika berharap, kejadian ini dapat memberikan hikmah yang bermanfaat untuk semua pihak. Dia berjanji akan meningkatkan lagi kualitas pelayanan medis kami berikutnya.
Baca juga : KBPP Polri Audiensi Dengan Kapolri, Laporkan Kesiapan Munas VI Tahun 2026
"Saya pun ingin mengucapkan terima kaşih kepada seluruh panitia khususnya personel tim medis, atas kerja kerasnya menahan lelah dan panas untuk menolong para pelari yang membutuhkan pertolongan. Terima kasih banyak untuk kalian," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya