Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Judol Melonjak Saat Piala Dunia, Satgas Anti-Mafia Bola Intensifkan Patroli Siber
Senin, 22 Juni 2026 22:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mewaspadai potensi lonjakan aktivitas judi online (judol) selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menuturkan, berdasarkan hasil pemantauan, aktivitas transaksi deposit judi online umumnya meningkat pada akhir pekan. Lonjakan terjadi ketika kompetisi sepak bola besar digelar.
"Dari riwayat aktivitas transaksi, deposit judi online cenderung meningkat pada periode akhir pekan dan melonjak pada periode turnamen besar sepak bola," ujarnya, di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Ivan menerangkan, pola transaksi judi bola saat ini pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan praktik judi online lainnya. Namun, nominal transaksi pada taruhan sepak bola cenderung lebih besar dibandingkan permainan kasino online.
PPATK juga mencatat metode pembayaran yang paling banyak digunakan pelaku judi online saat ini adalah Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Dana hasil deposit pemain kemudian dialihkan melalui sejumlah rekening penampung sebagai bagian dari upaya menyamarkan asal-usul transaksi.
"Sebagaimana aktivitas transaksi deposit judol pada umumnya, saat ini pola umum deposit taruhan sepak bola menggunakan metode QRIS," sebutnya.
PPATK menemukan rekening nominee atau rekening hasil jual beli masih menjadi instrumen utama dalam proses pelapisan (layering) transaksi dana hasil judi online. Berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, pelaku judi bola kini mulai meninggalkan penggunaan rekening dormant. Mereka lebih banyak memanfaatkan rekening bank yang baru dibuka untuk mengaburkan jejak transaksi.
"Rekening bank nominee pada umumnya hasil jual beli dipergunakan sebagai layering transaksi dari hasil deposit yang terkumpul melalui QRIS. Untuk rekening dormant cenderung tidak lagi dipergunakan, namun lebih kepada rekening-rekening bank yang baru dibuka," jelas Ivan.
Baca juga : Selandia Baru Paksa Iran Berbagi Poin
Meski mengakui adanya potensi lonjakan aktivitas judi online selama Piala Dunia 2026, PPATK belum dapat mengungkapkan estimasi nilai transaksi maupun besarnya perputaran dana sepanjang turnamen berlangsung.
PPATK, terus memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas judi online. Koordinasi terutama dilakukan dengan Kepolisian, baik di tingkat Mabes Polri maupun kepolisian daerah.
"PPATK berkoordinasi aktif dengan kepolisian pada Mabes Polri maupun Polda jajaran untuk mengantisipasi lonjakan transaksi judol pada saat gelaran turnamen besar sepak bola," kata Ivan.
Hasil analisis transaksi keuangan secara proaktif disampaikan kepada kepolisian. Langkah itu dilakukan untuk mendukung pengungkapan kasus perjudian olahraga sekaligus pengembangan perkara yang sedang ditangani aparat penegak hukum.
Mendengar ini, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta negara memaksimalkan pemberantasan judi bola. Menurut Bendahara Umum Partai NasDem itu, Pemerintah tidak boleh menganggap persoalan tersebut hanya sebagai masalah musiman yang muncul setiap empat tahun sekali. Justru pada momen seperti ini aktivitas judi bola meningkat dan uang masyarakat Indonesia mengalir ke luar negeri.
"Uang masyarakat Indonesia mengalir dalam jumlah besar ke jaringan-jaringan judi yang sebagian besar beroperasi dari luar negeri. Ini harus dicegah semaksimal mungkin," katanya, di Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Sahroni menekankan, pemberantasan judi daring harus dipandang sebagai upaya negara melindungi masyarakat dari praktik yang merugikan secara ekonomi maupun sosial. Karena itu, seluruh instrumen penegakan hukum dan pengawasan harus bekerja secara agresif sejak dini.
Baca juga : Kata Luis de la Fuente Usai Spanyol Ditahan Tanjung Verde
Apalagi, upaya pemberantasan judi bola bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga perlindungan masyarakat.
"Jangan beri ruang sedikit pun bagi bandar dan jaringan judol memanfaatkan euforia Piala Dunia untuk menjaring korban baru. Negara harus hadir melindungi masyarakat dari jebakan-jebakan seperti ini," tandasnya.
Satgas Anti-Mafia Bola Polri telah resmi beroperasi dan melakukan patroli siber untuk memantau dugaan perjudian terkait pertandingan Piala Dunia 2026. Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menyampaikan, Satgas Anti-Mafia Bola di tingkat Mabes hingga Polres berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memblokir situs-situs judi bola yang ditemukan. Pengembangan juga dilakukan melalui kerja sama dengan PPATK untuk menelusuri aliran dana terkait judi Piala Dunia 2026.
"Satgas Anti-Mafia Bola Polri dibentuk di tingkat Mabes dengan melibatkan satuan kerja di kewilayahan dari tingkat Polda sampai Polres. Satgas Anti-Mafia Bola sudah melakukan kegiatan penyelidikan berupa patroli siber dan berkoordinasi dengan kewilayahan untuk melakukan penyelidikan terhadap adanya dugaan tindak pidana perjudian bola," ujarnya di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Judi Bola Bikin Hidup Berantakan
Di media sosial X, warganet ramai mengecam praktik judi bola yang tengah melonjak tajam di tengah penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Dari berbagai kasus sebelumnya, judi bola dinilai meresahkan masyarakat dan menimbulkan banyak korban.
Akun @yourclavicula menyatakan bahwa bermain judi tidak membuat seseorang kaya, justru membuat hidup semakin susah. "Pokoknya jangan judi ya, kawan-kawan. Temanku yang judi bola baru match keempat Piala Dunia 2026, duitnya sudah habis dan lagi cari utangan sana-sini. Padahal masih banyak pertandingannya," ujarnya.
Akun @brodedi33 menuturkan, banyak orang bermimpi cepat kaya melalui judi bola. "Kayaknya kita perlu mewaspadai orang yang mendadak rajin mengecek prediksi pertandingan. Sebab pasar prediksi sekarang sudah masuk ke level judi bola massal. Gila bener," sebutnya.
Baca juga : Kroasia Menang, Norwegia Ditahan Maroko
Akun @PaundraJuve mengingatkan bahwa ketagihan judi bola dapat memicu stres. "Lah gue yang cuma main game bola, pas kalah saja sampai kesal. Nggak kebayang rasanya kalau kalah judi bola dan kehilangan duit jutaan," sentilnya.
Sementara itu, akun @kuc1ngkurap menceritakan pengalaman seseorang yang hidupnya berantakan akibat judi bola. "Ada kenalanku, awalnya judi bola, lama-lama merembet ke pinjol. Pas menang besar jadi hedon banget, mobil gonta-ganti terus. Sekarang semua sudah terjual, bahkan punya utang di mana-mana," tulisnya.
Akun @K1ng_of_Peace mengimbau masyarakat agar tidak tergiur kisah pemain judi bola yang mendadak kaya. "Ada cerita pemain judi bola kaya raya setelah menang berkali-kali. Tapi jelas bohong. Kalau mau kaya, kerja yang benar biar digaji dua digit. Jangan main judi yang kalau menang senangnya nggak kira-kira, tapi kalau kalah benar-benar menyiksa," pesannya.
Akun @reaafterdark mengungkapkan bahwa banyak pemain judi bola mengalami tekanan mental selama gelaran Piala Dunia. "Yang bikin capek dari judi bola itu adalah proses menunggu hasilnya. Sebab 90 menit nonton sambil pasang taruhan bikin mental dan pikiran bekerja terus tanpa berhenti. Kalau ada yang merasa begitu juga, mending kalian stop deh," sarannya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya