Dark/Light Mode

Gelar Rapat Perdana di Aceh, Satgas DPR dan 14 K/L Sinkronkan Data Pascabencana

Senin, 5 Januari 2026 20:42 WIB
Rapat Satgas Pemulihan Bencana DPR bersama 14 K/L. (Foto: Dok. DPR)
Rapat Satgas Pemulihan Bencana DPR bersama 14 K/L. (Foto: Dok. DPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana DPR menggelar rapat koordinasi dan sinkronisasi perdana bersama perwakilan kementerian dan lembaga pemerintah pusat di Posko Pemulihan Pascabencana Galapana, Aceh, Senin (5/1/2026). Rapat tersebut dipimpin Anggota Komisi IV DPR, T.A. Khalid, dan dihadiri para person in charge (PIC) dari 14 Kementerian/Lembaga (K/L) yang ditugaskan langsung untuk mendukung proses pemulihan pascabencana di Aceh.

Sebanyak 14 K/L yang hadir yaitu Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, Kementerian Sosial, Kementerian Keuangan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Komunikasi dan Digital, Satuan Tugas Jembatan, PT Telkomsel, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Kesehatan, serta Danantara.

Baca juga : Omzet Rumah Makan Di Aceh Tamiang Berangsur Pulih Pascabencana

T.A. Khalid menjelaskan, rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi yang digelar pada 30 Desember 2025 di Banda Aceh. Rapat sebelumnya dipimpin Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad bersama sejumlah anggota DPR dan K/L terkait, dalam rangka penanganan dan pemulihan banjir di Sumatra, khususnya Provinsi Aceh.

“Para person in charge yang hadir hari ini akan menjadi penghubung utama antara kementerian dan lembaga dengan Satgas DPR RI dalam menyusun dan melaksanakan langkah-langkah pemulihan pascabencana secara terpadu,” ujar T.A. Khalid, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (5/1/2026).

Baca juga : Rapat Perdana 2026, Menperin Bahas Program Pemulihan IKM Terdampak Bencana

Dalam rapat tersebut, Satgas bersama para PIC membahas mekanisme pengumpulan, perumusan, serta pengolahan data dan laporan lapangan yang bersumber dari relawan, kementerian dan lembaga, serta pemerintah daerah. Data tersebut akan menjadi dasar pengambilan keputusan dan percepatan tindak lanjut pemulihan pascabencana.

T.A. Khalid menegaskan, Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI akan terus mengawal koordinasi lintas sektor, memantau perkembangan di lapangan, serta memastikan seluruh rekomendasi dan program pemulihan dapat segera direalisasikan demi kepentingan masyarakat terdampak, khususnya di Aceh.

Baca juga : Warung Kopi di Aceh Tamiang Buka Lagi Pascabanjir, Pembeli Ramai

“Dengan mulai berkantornya 14 person in charge kementerian dan lembaga di Posko Galapana, diharapkan berbagai kendala di lapangan dapat segera teridentifikasi dan diselesaikan melalui koordinasi langsung,” jelasnya.

Ia menambahkan, pola kerja terintegrasi tersebut diyakini akan membuat proses pemulihan pascabencana berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.