Dark/Light Mode

4 Calon Pengelola KDMP Wafat Saat Latsarmil

Mensesneg Tak Melihat Ada Kelalaian

Minggu, 28 Juni 2026 07:40 WIB
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan keterangan pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (26/6/2026). (Foto: Tedy Kroen/RM.id)
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan keterangan pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (26/6/2026). (Foto: Tedy Kroen/RM.id)

 Sebelumnya 
Menurut Rico, seluruh peserta sebenarnya telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dinyatakan lolos mengikuti Program SPPI. Namun evaluasi tetap diperlukan untuk memperkuat sistem pemantauan kesehatan selama pendidikan berlangsung. 

Rico kemudian menjelaskan kronologi meninggalnya para peserta. Muhammad Rifqi Renaldi Gunawan yang mengikuti pendidikan di Satdik Yon Parako 465 sempat mengeluhkan sesak napas pada Kamis (25/6/2026). Setelah mendapat penanganan awal, kondisinya sempat membaik dan kembali mengikuti aktivitas. Namun sore harinya kondisi Rifqi kembali menurun hingga dirujuk ke RSAU dr. Esnawan Antariksa untuk menjalani perawatan intensif di ruang ICU. 

"Meskipun berbagai upaya medis telah dilakukan secara optimal, almarhum dinyatakan meninggal dunia pada 26 Juni 2026 pukul 00.28 WIB," katanya. 

Baca juga : Afrika Selatan Vs Kanada, Beban Mental Bagi Tuan Rumah

Novia Rahmadhani Sihotang yang mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta mengalami gangguan kesehatan saat mengikuti latihan pada Senin (22/6/2026). Ia dirujuk ke RSAU dr. Esnawan Antariksa, namun kondisinya terus memburuk hingga meninggal dunia sehari kemudian. 

"Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi kesehatan yang dialami berkaitan dengan penyakit tuberkulosis (TB)," ujar Rico. 

Sementara itu, Anisa Muyassaroh meninggal akibat heat stroke saat mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan. Adapun Yonanda Muhammad Taufiq meninggal akibat cardiac arrest atau henti jantung setelah sebelumnya mengalami penurunan kondisi fisik saat mengikuti pendidikan di Satdik Pusat Latihan Tempur Kodiklatad Baturaja. 

Baca juga : KPK Bongkar Dugaan Setoran Dari Biro Jasa

Terpisah, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban. Berdasarkan informasi yang diterimanya, hingga kini belum ditemukan unsur kelalaian dalam penyelenggaraan latihan. "Peristiwa itu terjadi di beberapa lokasi dan saat ini masih dalam proses evaluasi serta investigasi. Berdasarkan informasi yang saya terima, belum ditemukan adanya unsur kelalaian," kata Dudung. 

Menurut Dudung, seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pendidikan. Namun, dalam pelaksanaan latihan tetap dimungkinkan terdapat peserta yang mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi fisik, mental, maupun faktor lainnya. 

"Sebelum pelatihan dilaksanakan, seluruh peserta telah menjalani tes kesehatan. Namun dalam proses pelatihan bisa saja ada peserta yang secara fisik maupun mental tidak kuat, atau terdapat faktor-faktor lain," ujarnya. 

Baca juga : Erna Sari Dewi: Pemerintah Diminta Melakukan Evaluasi

Meski demikian, Dudung menegaskan evaluasi tetap harus dilakukan. Ia meminta seluruh penyelenggara memastikan setiap prosedur keselamatan dijalankan secara ketat agar kejadian serupa tidak kembali terulang. 

"Ke depan setiap pelatihan harus benar-benar sesuai prosedur dengan mengutamakan faktor keselamatan sehingga tidak lagi menimbulkan korban," tegasnya. [BYU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.