Dark/Light Mode

Resmikan B50, Prabowo: Indonesia Negara Pertama Terapkan Mandatori Biodiesel 50%

Kamis, 9 Juli 2026 16:27 WIB
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area Cikampek, Karawang, Kamis (9/7/2026). Prabowo menyebut B50 menjadi tonggak kemandirian energi nasional. Dok. YT/Setkab
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area Cikampek, Karawang, Kamis (9/7/2026). Prabowo menyebut B50 menjadi tonggak kemandirian energi nasional. Dok. YT/Setkab

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto meresmikan Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area Tol Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). Kepala Negara menyebut peluncuran B50 menjadi tonggak penting menuju kemandirian energi sekaligus menandai Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori biodiesel 50 persen. Dengan mandatori B50 ini, Indonesia tak lagi impor solar. 

 

"Dengan diluncurkannya program ini, Indonesia resmi menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori biodiesel B50. Ini bukan sekadar pencapaian teknologi, tetapi bukti bahwa Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan alamnya sendiri untuk kepentingan rakyatnya sendiri," kata Prabowo.

 

Menurutnya, kemandirian energi merupakan salah satu syarat utama agar Indonesia menjadi bangsa yang berdaulat. Selain energi, sebuah negara juga harus mampu memenuhi kebutuhan pangan dan memiliki sumber daya air yang memadai.

 

"Tanpa tiga hal tersebut, suatu bangsa akan sulit bertahan, sulit berdaulat, sulit sejahtera, dan sulit makmur," ujarnya.

Baca juga : D-8 Halal Expo Indonesia 2026 Perluas Perdagangan Dan Investasi Industri Halal

 

Prabowo mengatakan pemerintah telah membuktikan mampu mencapai swasembada pangan lebih cepat dari target. Dari target empat tahun, Indonesia disebut berhasil mencapainya hanya dalam waktu satu tahun.

 

Ia menegaskan sejak sebelum dilantik sebagai Presiden telah mengarahkan jajaran pemerintah untuk mengejar swasembada pangan dan swasembada energi agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor pangan maupun bahan bakar minyak.

 

Presiden juga menyoroti besarnya potensi sumber daya energi nasional, mulai dari panas bumi, batu bara, gas bumi, hingga cadangan gas baru yang ditemukan di Andaman, Masela, Natuna, dan Kalimantan.

 

Baca juga : Menko AHY: Membangun Indonesia Adalah Pekerjaan Maraton, Bukan Sprint

Selain itu, Indonesia juga memiliki cadangan compressed natural gas (CNG) yang melimpah dan teknologi baru untuk memanfaatkan gas dari lapisan batu bara yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Prabowo menceritakan, saat pembahasan awal ia bahkan mendorong penggunaan biodiesel hingga B100. Namun, para menteri menjelaskan bahwa implementasi B50 sudah cukup untuk menghentikan impor solar.

"Ini adalah prestasi bangsa yang luar biasa," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengajak seluruh masyarakat menghargai capaian bangsa sendiri dan menghentikan kebiasaan meremehkan keberhasilan anak bangsa.

"Salah satu kelemahan kita adalah sering tidak menghargai prestasi bangsa sendiri. Mungkin karena terlalu lama dijajah sehingga muncul rasa rendah diri. Ini harus kita koreksi," ujarnya.

Prabowo menambahkan, melalui implementasi B50 Indonesia mampu menghemat devisa sekitar Rp170 triliun atau setara sekitar 10 miliar dolar AS setiap tahun. Selain itu, program tersebut turut menurunkan emisi karbon sekitar 44 juta ton CO2 ekuivalen.

Menurutnya, dunia mulai memperhatikan keberhasilan Indonesia dalam membangun kemandirian energi dan menjaga stabilitas harga energi bagi masyarakat.

Baca juga : Pupuk Indonesia dan Pertamina Kolab Wujudkan Ketahanan Energi dan Pangan

"Mereka bertanya mengapa Indonesia berhasil, mengapa Indonesia tidak panik, mengapa Indonesia tidak menaikkan harga BBM bagi rakyat kecil," ucapnya.

Presiden juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan biodiesel nasional. Ia mengingatkan bahwa program tersebut merupakan hasil estafet pembangunan lintas pemerintahan, dimulai sejak era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, dilanjutkan pada masa Presiden ke-7 RI Joko Widodo, dan kini diteruskan pada pemerintahannya.

"Program B50 tidak mungkin berhasil tanpa kerja sama banyak pihak. Ini juga merupakan prestasi pemerintah-pemerintah sebelum saya. Jangan mudah mencaci, menghina, atau memfitnah. Ini adalah estafet pembangunan," katanya.

Prabowo pun meminta agar pengembangan biodiesel tidak berhenti pada B50.

"Jangan berhenti di B50. Kalau bisa, lanjutkan ke B60," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Presiden juga meminta Menteri ESDM, Menko Perekonomian, Direktur Utama Pertamina, dan para pejabat terkait mengusulkan nama-nama yang berjasa dalam pengembangan biodiesel nasional untuk diberikan tanda kehormatan sebagai bentuk penghargaan negara. Mengakhiri sambutannya, Prabowo secara resmi meluncurkan Program Mandatori Biodiesel B50.

"Dengan bangga saya meresmikan Program Mandatori Biodiesel B50," ujar Prabowo.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.