Dark/Light Mode

Kementerian PU Tata Kawasan Danau Dendam Tak Sudah, Dorong Pariwisata Bengkulu

Senin, 20 Juli 2026 19:11 WIB
Kawasan Wisata Danau Dendam Tak Sudah di Kota Bengkulu mulai ditata Kementerian PU. Proyek ini menghadirkan ruang publik, pusat kuliner UMKM, dan fasilitas wisata untuk mendukung ekonomi masyarakat. Foto: Kementerian PU.
Kawasan Wisata Danau Dendam Tak Sudah di Kota Bengkulu mulai ditata Kementerian PU. Proyek ini menghadirkan ruang publik, pusat kuliner UMKM, dan fasilitas wisata untuk mendukung ekonomi masyarakat. Foto: Kementerian PU.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai menata Kawasan Wisata Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) di Kota Bengkulu untuk meningkatkan daya saing destinasi wisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. Penataan kawasan diharapkan menghadirkan ruang publik yang lebih nyaman, menarik, dan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan infrastruktur tidak hanya difokuskan pada konektivitas, tetapi juga diarahkan untuk mendukung sektor-sektor produktif, termasuk pariwisata yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kementerian PU berkomitmen terus mengawal pelaksanaan infrastruktur secara optimal dengan selalu memastikan kualitas, keberlanjutan, dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya sebagai dukungan kawasan pariwisata," ujar Dody.

Baca juga : Menteri Ara Tekankan Legalitas Lahan Hunian

Danau Dendam Tak Sudah merupakan salah satu ikon wisata Kota Bengkulu yang memiliki potensi besar sebagai destinasi unggulan di Pulau Sumatera. Selain menawarkan panorama alam, kawasan tersebut juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat melalui legenda yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Bengkulu.

Kawasan danau memiliki luas sekitar 577 hektare dengan luas permukaan air sekitar 67 hektare. Adapun penataan yang dilakukan Kementerian PU mencakup area seluas 4 hektare di Kelurahan Dusun Besar, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu.

Di kawasan tersebut, Kementerian PU membangun berbagai fasilitas pendukung, antara lain Kancah Selera sebagai pusat kuliner, Panggung Kecik, Balai Temu, amfiteater dan Panggung Gedang, bangunan ticketing, penataan lansekap, pembangunan jalan dan drainase, serta pemasangan storytelling signage yang akan memperkenalkan sejarah dan budaya Danau Dendam Tak Sudah kepada pengunjung.

Baca juga : Pemerintah Perkuat Pengawasan DMO Batu Bara, Dorong PLN Percepatan Kontrak

Keberadaan Kancah Selera diharapkan menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan kuliner khas Bengkulu. Sementara Panggung Kecik dan Panggung Gedang akan dimanfaatkan sebagai pusat pertunjukan seni dan budaya daerah sehingga kawasan wisata tersebut tidak hanya menjadi destinasi rekreasi, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi kreatif.

Selain itu, penataan lansekap dan pembangunan titik pandang (sunrise view) akan menambah daya tarik wisata. Pengunjung juga akan memperoleh pengalaman edukatif melalui storytelling signage yang memuat sejarah, legenda, serta informasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian kawasan danau yang berada di kawasan Cagar Alam dan Taman Wisata Alam.

Penataan Kawasan Wisata Danau Dendam Tak Sudah dibiayai APBN Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp37,12 miliar. Proyek tersebut dimulai pada 21 Mei 2026 dan ditargetkan rampung pada 31 Desember 2026 dengan masa pelaksanaan selama 225 hari kalender.

Baca juga : Menkop Resmikan Pembukaan Kampus Pasca Sarjana Unpad di Jakarta

Saat ini pekerjaan persiapan konstruksi telah berjalan sesuai rencana. Proyek dikerjakan oleh PT Toleransi Aceh-PT Bengkel Kreatif Utama (KSO) dengan manajemen supervisi PT Astadipati Duta Harindo-PT Surya Cipta Engineering (KSO).

Kawasan Wisata Danau Dendam Tak Sudah berjarak sekitar 5,2 kilometer dari pusat Kota Bengkulu atau sekitar 15 menit perjalanan darat. Melalui penataan tersebut, Kementerian PU berharap kawasan ini semakin berkembang sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan, meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat sektor pariwisata dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan budaya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.