Dark/Light Mode

Lantik Ribuan Perwira, Prabowo Wanti-wanti: Jangan Pernah Khianati Rakyat

Rabu, 22 Juli 2026 10:20 WIB
Prosesi pelantikan perwira remaja dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) angkatan tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden
Prosesi pelantikan perwira remaja dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) angkatan tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik 1.177 perwira remaja dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) angkatan tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026). 

Dalam upacara Prasetya Perwira yang berlangsung khidmat tersebut, Kepala Negara menitikberatkan amanatnya pada satu prinsip fundamental yang pantang dilanggar oleh aparat, yakni larangan keras untuk mengkhianati rakyat. Presiden menegaskan bahwa pengkhianatan terhadap warga negara sama halnya dengan menanggalkan kehormatan tertinggi sebagai seorang abdi negara.

Pesan tersebut dilontarkan Prabowo bukan tanpa alasan yang mendasar. Ia mencoba mengetuk kesadaran terdalam para prajurit dan bhayangkara muda tentang asal-usul eksistensi mereka. 

Secara historis maupun material, seluruh fasilitas yang melekat pada tubuh para perwira, urusan perut, hingga gaji yang kelak diterima setiap bulan, murni bersumber dari perasan keringat rakyat. Pemahaman akan realitas ekonomi politik inilah yang diwanti-wanti agar dijadikan fondasi moral sebelum mereka terjun ke berbagai medan tugas.

Baca juga : Pratikno: Wujudkan Ruang Aman Anak

"Ingatlah selalu, saudara lahir dari rakyat, dididik dengan uang rakyat. Pakaian yang saudara pakai dari ujung kaki sampai ujung kepala adalah dari rakyat," kata Prabowo di hadapan ribuan perwira muda yang berdiri tegap di pelataran Istana.

Atas dasar utang budi kepada masyarakat luas itu, Presiden meminta seluruh perwira muda untuk menjadikan pengabdian kepada rakyat sebagai kompas penunjuk arah. Prabowo menyadari bahwa negara atau masyarakat tidak pernah menuntut sebuah kesempurnaan mutlak dari aparatnya. 

Namun, masyarakat menagih komitmen nyata aparat untuk benar-benar hadir sebagai pelindung, pengayom, sekaligus pembela sejati ketika warga sipil tengah menghadapi ketidakadilan atau kesulitan.

"Rakyat menuntut saudara jujur, saudara berani, saudara adil, dan selalu muncul serta hadir ketika dibutuhkan," ucap eks Menteri Pertahanan tersebut.

Baca juga : Resmikan 5 Bendungan, Prabowo Yakin RI Akan Jadi Lumbung Pangan Dunia

Selain menyinggung soal relasi struktural antara aparat dan rakyat, teguran halus juga disematkan Prabowo mengenai godaan kekuasaan yang kerap menghinggapi institusi bersenjata. Ia mengingatkan agar para perwira remaja tidak lantas mabuk kepayang dan terlena oleh gemerlapnya jabatan maupun pangkat yang kini mereka sandang. 

Posisi strategis dan seragam kebesaran di institusi TNI-Polri dinilainya hanyalah instrumen fana, sedangkan rekam jejak pengabdian akan terus hidup melampaui masa dinas mereka.

"Ingat, jabatan hanya titipan. Pangkat akan berlalu. Yang dikenang sejarah adalah pengabdianmu kepada bangsa dan negara," tutur Prabowo memperingatkan.

Di luar pesan-pesan bernada instruksi taktis, Prabowo juga menyempatkan diri memberikan penghormatan mendalam kepada pihak keluarga para perwira. Ia menyadari sepenuhnya bahwa keberhasilan seribu lebih abdi negara yang dilantik hari itu merupakan buah dari rangkaian doa panjang seorang ibu, keringat dan keteguhan hati seorang ayah, serta pengorbanan tanpa pamrih dari keluarga besar yang merelakan anak-anak mereka diwakafkan untuk republik.

Baca juga : Pidato Di Peresmian B50, Prabowo Bicara Bahaya Jadi ”Bangsa Kepiting”

"Hari ini rakyat Indonesia menitipkan masa depan bangsa di pundak saudara-saudara. Jangan pernah kecewakan kepercayaan ini. Berjuanglah dengan keberanian, pimpinlah dengan keteladanan," pesan Prabowo.

Adapun formasi 1.177 perwira remaja yang baru dilantik tersebut merupakan gabungan dari berbagai matra pendidikan kedinasan elite di Indonesia. Rinciannya mencakup 512 perwira lulusan Akademi Militer (Akmil), 229 perwira dari Akademi Angkatan Laut (AAL), dan 154 perwira dari Akademi Angkatan Udara (AAU). 

Sementara itu, dari unsur penegak hukum, terdapat 282 perwira lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) yang kini bersiap menyebar untuk mengabdi ke seluruh penjuru Nusantara.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.