Dark/Light Mode

Resmikan Program B50, Prabowo Ingin Petani Jadi Pihak yang Paling Diuntungkan

Kamis, 9 Juli 2026 20:46 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat peluncuran Mandatory Biodiesel B50, di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). (Foto: Bakom RI)
Presiden Prabowo Subianto saat peluncuran Mandatory Biodiesel B50, di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). (Foto: Bakom RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, petani harus menjadi pihak yang paling merasakan manfaat dari kebijakan hilirisasi kelapa sawit, bertepatan dengan peluncuran program Biodiesel B50.

Menurut Prabowo, keberhasilan program B50 menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus memperbesar nilai tambah industri kelapa sawit.

Selain itu, Presiden ingin memastikan arah utama kebijakan tersebut tetap berpihak kepada petani. Tujuannya agar petani menjadi kelompok yang paling diuntungkan dan lebih sejahtera dari proses hilirisasi kelapa sawit.

Baca juga : Resmikan B50, Prabowo: Indonesia Negara Pertama Terapkan Mandatori Biodiesel 50%

"Inilah upaya kita semuanya. Jadi hari ini tonggak bersejarah. Petani kita juga akan terus meningkatkan penghasilannya. Kita akan berhasil bila petani-petani kita hidupnya lebih baik," ungkap Presiden Prabowo, pada peluncuran Mandatory Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).

Prabowo menegaskan, dampak positif berbagai kebijakan pemerintah mulai dirasakan masyarakat di daerah. Berdasarkan laporan yang diterimanya dari sejumlah provinsi, tingkat kesejahteraan petani menunjukkan tren peningkatan yang tercermin dari naiknya daya beli.

"Saya juga dapat laporan dari berbagai provinsi bahwa petani-petani kita sekarang meningkat pembelian motor, pembelian mobil meningkat puluhan persen," kata Prabowo.

Baca juga : Kemesraan Prabowo-Modi Berlanjut di Prambanan

Tak hanya itu, menurut Presiden, peningkatan kesejahteraan petani juga terlihat dari semakin banyaknya petani yang mampu menunaikan ibadah umrah serta berkurban. "Artinya mereka sekarang memiliki uang. Ini tujuan pembangunan kita, rakyat kita harus makmur," tegasnya.

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan pernah menerima kondisi di mana rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan, sementara bangsa ini memiliki sumber daya alam yang melimpah. Karena itu, seluruh kebijakan hilirisasi, termasuk pengembangan biodiesel berbasis sawit, diarahkan agar manfaat ekonominya kembali kepada masyarakat, terutama petani.

"Kita tidak boleh rendah diri. Kita tidak boleh menerima bahwa rakyat kita harus miskin. Kita negara yang kaya, rakyat kita juga harus menikmati kekayaan itu," ujarnya.

Baca juga : Restorasi Candi Prambanan, Prabowo: Kisah Ramayana Jadi Saksi Kedekatan RI-India

Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada para peneliti, akademisi, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan biodiesel nasional. Ia juga mendorong agar inovasi terus dilakukan sehingga Indonesia mampu melangkah lebih jauh setelah keberhasilan implementasi B50.

"Saya sampaikan terima kasih para ilmuwan dari kampus-kampus. Teruskan pengkajian ini. Terima kasih Pertamina dan semua jajaranmu. Teruskan, jangan berhenti di B50, kalau bisa B60," kata Prabowo.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.