Dark/Light Mode

Jelajahi Nusakambangan, Dudung Puji Menteri Imipas

Selasa, 28 Juli 2026 22:39 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto meninjau tambak budi daya udang vaname di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (28/7/2026). Foto: GO/RM.ID
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto meninjau tambak budi daya udang vaname di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (28/7/2026). Foto: GO/RM.ID

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengapresiasi transformasi yang dilakukan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Menurutnya, pulau yang dulu dicap mengerikan kini mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan nasional.

"Saya baru kali ini ke Nusakambangan, yang katanya dulu mengerikan rupanya tidak. Selama ini Nusakambangan dikenal sebagai simbol penegakan hukum dan kawasan pemasyarakatan dengan tingkat pengamanan tertinggi," ujar Dudung, di sela kunjungan bersama jajaran KSP dan Kemenimipas, Selasa (28/7/2026).

Ia menegaskan, bangsa yang besar tidak hanya diukur dari kemampuannya memberikan hukuman, tetapi juga dari kemampuannya membangun harapan dan memulihkan manusia.

"Hari ini kita melihat bahwa semangat itu terus diwujudkan melalui berbagai program yang produktif. Lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan kini menghasilkan padi, jagung, peternakan, perikanan hingga berbagai produk hasil pembinaan warga binaan," katanya.

Menurut Dudung, transformasi tersebut sejalan dengan salah satu agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto, yakni mewujudkan ketahanan pangan nasional.

"Inisiatif Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui optimalisasi kawasan Nusakambangan memperlihatkan bahwa setiap institusi negara memiliki ruang untuk berkontribusi dalam mendukung Asta Cita Presiden. Salut, Menteri Imipas luar biasa," ujarnya.

Dudung menjelaskan, kunjungannya ke Nusakambangan merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi antara KSP dan Kemenimipas beberapa waktu lalu.

"Dalam forum tersebut, kami melihat komitmen kuat Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam melakukan konsolidasi kelembagaan, memperkuat tata kelola, meningkatkan integritas, memberdayakan warga binaan, serta mengembangkan berbagai program produktif," ungkapnya.

Karena itu, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat langsung implementasi berbagai kebijakan di lapangan.

Baca juga : Interaksi Dengan Perempuan Berujung Mundurnya Menteri Urusan Muslim Singapura

"KSP akan terus menjalankan fungsi pengawalan terhadap program-program prioritas Presiden. Apabila masih terdapat hambatan koordinasi, regulasi maupun dukungan lintas kementerian/lembaga, KSP siap memfasilitasi penyelesaiannya agar berbagai program strategis dapat berjalan lebih efektif," tegas Dudung.

Dalam kunjungan tersebut, Dudung didampingi Menteri Imipas Agus Andrianto meninjau Balai Latihan Kerja (BLK) Konveksi, kolam budi daya sidat, kawasan pertanian, greenhouse anggur, peternakan domba Garut, hingga tambak udang vaname.

Usai berkeliling, Dudung mengaku terkesan dengan perubahan wajah Nusakambangan yang kini mengedepankan pemberdayaan warga binaan melalui sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan konveksi.

"Tadi sidat sudah kita lihat, BLK sudah kita lihat, sekarang melihat peternakan domba Garut. Sebelum itu saya juga melihat pertanian tomat, cabai, semangka, melon, anggrek, jamur hingga anggur. Ini dilakukan oleh masyarakat binaan yang ada di Lapas Nusakambangan," bebernya.

Menurut Dudung, yang paling mengesankan adalah pemanfaatan teknologi dalam pengembangan kawasan produktif tersebut.

"Yang luar biasanya itu adalah pengembangan ini menggunakan teknologi yang sangat tinggi walaupun memang melalui pembinaan dari dinas pertanian maupun dinas peternakan," katanya.

Ia meyakini model pembinaan yang mengedepankan humanisme dan kemandirian akan membuat warga binaan lebih siap kembali ke masyarakat.

"Sehingga masyarakat binaan pun terbina. Setelah nanti keluar, dia mampu mandiri mengembangkan hasil didikan atau binaan di LP Nusakambangan ini. Salut pada Menteri Imipas, luar biasa," ungkap Dudung.

Ia juga menilai berbagai inovasi yang dilakukan Menteri Agus telah mengubah paradigma pembinaan di lembaga pemasyarakatan.

Baca juga : Jelang Akhir Pekan, Rupiah Menguat Tipis Ke Rp 17.982

"Satu sisi yang sangat menonjol adalah inovasi-inovasi yang dilakukan Pak Menteri ini. Sehingga memberikan kesan kepada warga binaan ini tidak bosan, jenuh, penyesalan dan sebagainya. Tetapi justru dengan dibina di sini, nanti akan produktif," ujarnya.

Di sela kunjungan ke BLK Konveksi, Dudung sempat mencicipi es krim berbahan dasar singkong hasil olahan warga binaan.

"Ini yang saya makan es krim dari singkong. Singkongnya ditanam oleh masyarakat binaan juga. Rasanya menurut saya persis dengan kualitas es krim yang ada di toko-toko," katanya.

Sementara itu, Menteri Agus menjelaskan kolam budi daya sidat yang dikunjungi mulai dikembangkan sejak Januari 2026. Ia menjelaskan kawasan tersebut sebelumnya merupakan lahan tidur yang kemudian dioptimalkan setelah menerima laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Baru jalan tujuh bulan, Ndan. Tadinya lahan nganggur," cetus Agus.

Saat Dudung menanyakan pemasaran hasil panen sidat, Agus menjelaskan penjualan belum dilakukan karena masih dalam tahap panen parsial.

"Tapi belum ada pembelinya?" tanya Dudung.

"Ini belum, Ndan. Masih panen parsial," jawab Agus.

Menurut Agus, pemasaran sidat ditargetkan mulai berjalan pada tahun depan.

Baca juga : Kejati DKI Tetapkan Tersangka Baru Kasus Proyek Fiktif Kementerian PU

"Tahun depanlah kalau bisa," katanya.

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman berdialog dengan warga binaan saat meninjau program pembinaan di Balai Latihan Kerja (BLK) Konveksi Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (28/7/2026).

Selain meninjau berbagai fasilitas pembinaan, Dudung juga berdialog dengan warga binaan di BLK Konveksi Lapas Nirbaya dan kawasan ketahanan pangan Lapas Kembangkuning. Ia berpesan agar mereka tidak kembali melakukan pelanggaran hukum setelah bebas serta memanfaatkan keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan.

Di greenhouse anggur, Dudung juga bertemu Junaedi, warga binaan asal Palembang yang dikenalnya sebagai mantan pewarta foto saat dirinya menjabat sebagai Komandan Distrik Militer (Dandim) Palembang.

"Ini teman saya saat saya menjadi Dandim di Palembang," kata Dudung.

Dalam kesempatan itu, Dudung kembali mengingatkan Junaedi agar tidak mengulangi perbuatannya setelah menyelesaikan masa pidana.

Kunjungan kerja tersebut diakhiri dengan peninjauan tambak udang vaname yang dikelola Lapas Permisan di kawasan Bantar Panjang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.