Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- KCIC Perluas Pemanfaatan Energi Terbarukan Biodiesel B40 pada Kereta Perawatan
- Legenda Italia dan AC Milan Franco Baresi Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun
- Mariano Peralta Siap Adaptasi dengan Skuad Maung Bandung
- BAZNAS-Kemnaker Siapkan Penyandang Disabilitas Masuk Dunia Kerja
- Duh, Komponen Hidran Damkar di Jakarta Banyak Digarong Rayap Besi
Wamenag Ajak Bentengi Anak-anak dari Penyebaran LGBTQ dengan Al-Qur’an
Kamis, 30 Juli 2026 17:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Al-Qur'an adalah petunjuk, pedoman hidup, dan sumber berbagai bidang ilmu pengetahuan. Demikian disampaikan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i saat membuka Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest 1448 H) di Gedung Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ), Pusat Literasi Keagamaan Islam (PLKI) Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Kamis (30/7/2026).
"Al-Quran itu petunjuk (hudan). Petunjuk yang tidak terbatas pada bidang-bidang tertentu, apakah bidang politik, bidan ekonomi, sosial, budaya, teknologi, pertahanan, keamanan," ungkap Wamenag, seperti dimuat di laman kemenag.go.id.
Wamenag menuturkan, jika seseorang memiliki pemahaman Al-Qur'an yang baik, itu akan mendatangkan kehidupan yang bermartabat dan memberikan kebahagiaan. Oleh karenanya, ia mengapresiasi Milfest 1448H yang juga menghadirkan rangkaian kegiatan bagi anak-anak untuk memahami Al-Qur’an.
Baca juga : Kemenag Matangkan Materi Edukasi Pencegahan Penyebaran Budaya LGBTQ
"Saya kira sudah saatnya, anak-anak kita terutama, mendapatkan pemahaman bahwa Al-Qur'an tidak hanya tadarusan, bukan sekadar MTQ, khataman, tapi Al-Qur'an merupakan pedoman dalam berbagai bidang kehidupan yang dibutuhkan oleh manusia," tuturnya.
Ia berharap, di masa mendatang, Unit Percetakan Quran (UPQ) menghadirkan wisata religi, seperti menonton film dengan tema Al-Qur'an di Taman Mini. Dengan begitu, selain melihat percetakan mushaf dan pulang membawa Al-Qur'an, para pengunjung, termasuk anak-anak, mendapat mendapat kisah-kisah inspiratif dan pengetahuan mengenai berbagai bidang keilmuan.
"Saya kira ini yang harus kita ciptakan untuk menumbuh kembangkan minat dan membuka cakrawala berpikir bahwa Al-Qur'an bukan hanya untuk tadarusan, bukan hanya untuk MTQ, tapi ini adalah memang tuntunan kehidupan sebagaimana hakikat Al-Qur'an itu," tuturnya.
Baca juga : Astra Ajak Anak Muda NTB Jadi Agen Perubahan Lewat SATU Indonesia Awards 2026
Mengutip pesan Presiden Prabowo Subianto, Wamenag mengingatkan bahwa kualitas masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh bagaimana memperlakukan dan mempersiapkan anak-anak saat ini. Mulai dari kesehatan, kecerdasan, hingga perlindungan dari berbagai ancaman global. Termasuk penguatan kurikulum penangkal pengaruh negatif seperti budaya Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Queer (LGBTQ) yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025.
"Sekarang Indonesia sedang melakukan program GERNAS RANA, Gerakan Nasional Ruang Aman, Nyaman bagi Anak-Anak. Anak kita harus bebas dari pengaruh-pengaruh negatif yang sekarang begitu dahsyat, termasuk program penyebaran budaya LGBTQ," ungkapnya.
Kementerian Agama (Kemenag) pun telah bergerak cepat dalam menghadapi ancaman LGBTQ. Hal ini dibuktikan dengan penyusunan kurikulum yang akan segera rampung.
Baca juga : Kemenag Siapkan Konten Edukasi untuk Tangkal Penyebaran LGBTQ
"Kementerian Agama telah menyusun kurikulum yang akan di-insert ke kurikulum yang berjalan untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak didik agar tidak terpapar oleh budaya LGBTQ. Karena LGBTQ itu juga pengingkaran terhadap Al-Qur’an," tegasnya.
"Mungkin tahun ajaran ini akan mulai diinsersi ke kurikulum yang berjalan agar anak-anak tidak terpapar dengan budaya LGBTQ. Untuk sementara ini, kurikulumnya masih di Kemenag, tapi kita sudah sounding ke Kemendikdasmen," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya