Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- KCIC Perluas Pemanfaatan Energi Terbarukan Biodiesel B40 pada Kereta Perawatan
- Legenda Italia dan AC Milan Franco Baresi Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun
- Mariano Peralta Siap Adaptasi dengan Skuad Maung Bandung
- BAZNAS-Kemnaker Siapkan Penyandang Disabilitas Masuk Dunia Kerja
- Duh, Komponen Hidran Damkar di Jakarta Banyak Digarong Rayap Besi
Survei Kepuasan Publik Turun, Qodari: Pemerintah Terus Lakukan Evaluasi
Jumat, 31 Juli 2026 15:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari menegaskan, Pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek penyelenggaraan pemerintahan, termasuk menjadikan survei opini publik sebagai salah satu bahan masukan dalam pengambilan kebijakan.
Pernyataan tersebut disampaikan Qodari saat menanggapi hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto dari 81,2 persen pada November 2025 ke 51,1 persen pada Juli 2026.
Qodari memastikan, Pemerintah menghargai seluruh hasil survei yang dilakukan lembaga independen karena merupakan bagian dari mekanisme demokrasi. Namun, hasil survei akan lebih bermanfaat apabila mampu menguraikan penyebab penurunan persepsi publik secara lebih rinci, sehingga dapat menjadi dasar evaluasi yang lebih tepat sasaran.
Baca juga : Survei IDM: Kepuasan Publik Terhadap Prabowo Tembus 81,5 Persen
"Ya tentu saja kita terus melakukan evaluasi. Dan memang itu yang dilakukan oleh Bapak Presiden," ucap Qodar, dalam keterangannya, Jumat (31/7/2026).
Qodari lalu merinci evaluasi yang dilakukan. Pertama, evaluasi tata kelola. Kedua, evaluasi hukum. Ketiga, evaluasi opini publik.
"Dalam alam demokrasi, survei opini publik itu merupakan masukan yang penting. Kami tidak pernah mengatakan bahwa publik tidak berhak untuk menilai. Sangat berhak. Apalagi saya yang bertahun-tahun ada di dunia (survei) itu," tambahnya.
Baca juga : Resmikan Revitalisasi Stasiun Tawang, Prabowo: Jaga Identitas dan Sejarah Bangsa
Meski demikian, Qodari menilai, variabel yang digunakan dalam survei masih terlalu umum. Menurutnya, indikator seperti ekonomi, politik, dan hukum seharusnya dipecah menjadi indikator-indikator yang lebih spesifik agar penyebab perubahan persepsi masyarakat dapat dipahami secara lebih komprehensif.
Ia mencontohkan, dalam aspek ekonomi, survei dapat mengukur secara terpisah persepsi masyarakat terhadap harga kebutuhan pokok, lapangan kerja, nilai tukar rupiah, hingga evaluasi terhadap berbagai program Pemerintah. Dengan pendekatan tersebut, hasil survei akan memberikan gambaran yang lebih tajam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan publik.
Qodari menegaskan, dirinya tidak membantah hasil survei tersebut. Ia justru berharap, penelitian serupa ke depan dapat semakin mendalam sehingga memberikan manfaat yang lebih besar, baik bagi Pemerintah maupun masyarakat.
Baca juga : Prabowo Akan Bangun Trans Sumatera Railway, Lampung-Aceh Terhubung Kereta
"Saya lebih dalam konteks bahwa akan lebih baik kalau risetnya itu lebih mendetail, sehingga lebih bermanfaat, lebih jelas argumentasinya. Saya kira itu bukan hanya penting bagi kami, Pemerintah, untuk bisa memperbaiki, untuk melakukan koreksi-koreksi, tetapi juga bagi masyarakat untuk juga lebih memahami. Makin detail kan makin bagus," kata Qodari.
Ia menambahkan, penelitian yang lebih rinci akan membantu publik memahami faktor-faktor yang memengaruhi perubahan persepsi masyarakat. Menurutnya, survei juga akan lebih komprehensif apabila mampu menunjukkan indikator mana yang memperoleh penilaian positif maupun negatif, serta tingkat korelasinya terhadap kepuasan publik.
"Kalau dijelaskan variabel-variabel yang lebih detail dari variabel ekonomi kenapa turun, variabel-variabel politik kenapa turun, itu kan menjadi sesuatu yang buat publik juga paham bahwa memang ini sesuatu yang secara komprehensif, secara sistematis itu betul-betul bisa diterima dan dipahami," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya