Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menilai baik kinerja Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas). Kementerian yang dipimpin oleh Agus Andrianto itu tidak hanya berhasil menjaga akuntabilitas pengelolaan keuangan negara, tetapi juga telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Mulai dari penguatan fungsi keimigrasian hingga pembinaan warga binaan pemasyarakatan.
Pimpinan I BPK Nyoman Adhi Suryadnyana mengatakan, Kemenimipas telah memperkuat peran keimigrasian dalam menyaring warga negara asing yang masuk ke Indonesia. Menurutnya, fungsi tersebut bukan semata-mata berkaitan dengan penerimaan negara bukan pajak (PNBP), melainkan menyangkut kedaulatan negara.
"Kemenimipas telah meningkatkan peran keimigrasian dalam menyaring wisatawan yang masuk ke negara kita. Ini bukan hanya soal PNBP, tetapi juga menyangkut kedaulatan negara kita," ujar Nyoman di Kantor Kemenimipas, Jakarta Selatan, Senin (3/8/2026).
Ia juga mengapresiasi berbagai program pembinaan di bidang pemasyarakatan yang memberikan bekal keterampilan kepada warga binaan melalui kerja sama dengan dunia usaha. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan tujuan pemasyarakatan untuk mengembalikan warga binaan menjadi anggota masyarakat yang produktif setelah menjalani masa pidana.
Baca juga : Kemenimipas Ubah Eks Napiter Jadi Pelaku Usaha Produktif
BPK sebelumnya menyampaikan hasil pemeriksaan terhadap kementerian di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas). Hasilnya, Kemenko Kumham Imipas, Kemenkum, Kementerian HAM, serta Kemenimipas sama-sama meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
"Kami sampaikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan kami, seluruh kementerian yang ada di Imipas ini mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian," kata Nyoman.
Menurutnya, keempat kementerian tersebut telah menunjukkan tata kelola yang semakin baik dari tahun ke tahun serta mampu membangun reputasi kelembagaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Setiap kementerian sudah membangun tata kelola yang kompeten, yang dari tahun ke tahun menunjukkan perbaikan. Kemudian sudah membangun reputasi kelembagaan, memberikan manfaat dan dampak nyata kepada masyarakat," ujarnya.
Baca juga : Angkringan Pinondang, Ruang Hangat Nusakambangan
Adapun Kemenimipas dinilai mulai membangun Satu Data Indonesia sekaligus memperkuat sinergi dengan Kementerian Hukum dalam penyelesaian status kewarganegaraan warga negara Indonesia di luar negeri yang belum memiliki kepastian hukum.
Nyoman berharap praktik-praktik baik yang telah dibangun empat kementerian tersebut dapat menjadi contoh bagi kementerian dan lembaga lain.
Dalam kesempatan yang sama, Wamenko Kumham Imipas Otto Hasibuan menyatakan pihaknya menerima hasil pemeriksaan BPK secara terbuka dan akan menindaklanjuti seluruh rekomendasi yang diberikan.
"Bagi kami, opini BPK merupakan bentuk apresiasi atas kerja seluruh jajaran dalam mengelola APBN secara akuntabel. Sementara rekomendasi dan catatan BPK menjadi peta jalan perbaikan untuk membenahi kelemahan administrasi, memperkuat sistem pengendalian internal, serta meningkatkan efisiensi belanja negara," ujar Otto.
Baca juga : Dukung Menteri Agus, DPR Minta Digitalisasi Total Imigrasi
Otto meminta seluruh kementerian di bawah koordinasi Kemenko Kumham Imipas segera menyusun rencana aksi penyelesaian seluruh rekomendasi BPK dengan target yang jelas dan menuntaskannya dalam batas waktu 60 hari sesuai amanat undang-undang. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penguatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) melalui optimalisasi peran inspektorat sebagai early warning system dalam setiap tahapan pengelolaan anggaran.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya