Dark/Light Mode

Dukung Program Prioritas Pemerintah

Warga Binaan Bikin Batako Untuk Sektor Perumahan

Kamis, 11 Juni 2026 05:31 WIB
Menteri Imipas Agus Andrianto. (Foto : dok Imipas)
Menteri Imipas Agus Andrianto. (Foto : dok Imipas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mulai mengoptimalkan hasil pembinaan warga binaan untuk mendukung program prioritas Pemerintah.

Salah satunya melalui pemanfaatan material bangunan hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk program bedah rumah bagi masyarakat.

Menteri Imipas Agus Andrianto menyampaikan, meski perumahan bukan tugas pokok fungsi (tupoksi) utama kementeriannya, dia berkomitmen berperan menjadi bagian dari solusi program prioritas Pemerintah melalui program pembinaan dan pemberdayaan yang dimiliki.

Salah satu terobosan yang dilakukan adalah pemanfaatan bahan bangunan hasil karya warga binaan, seperti batako pres produksi Jawara Beton dari Lapas Kelas 1 Tangerang.

Baca juga : Gobel Minta Pemerintah Gandeng Eksportir Untuk Perkuat Rupiah

Material tersebut digunakan dalam program bedah rumah yang dilaksanakan di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Warungkiara, Sukabumi, Jawa Barat.

“Kami ini pembantu Presiden. tugas kami bagaimana menjadi bagian yang memberikan kontribusi terhadap program-program yang beliau canangkan. termasuk ketahanan pangan dan penyediaan rumah murah,” ujar agus di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (10/6/2026).

Mantan Wakapolri itu memastikan, WBP yang telah berkeringat selama proses produksi batako maupun pembangunan rumah juga akan mendapatkan haknya secara adil sesuai ketentuan yang berlaku.

Dijelaskan, dari hasil uji coba yang telah dilakukan di lingkungan Lapas Warungkiara, material produksi warga binaan terbukti mampu mendukung pembangunan rumah masyarakat secara cepat dan efisien. Sebanyak lima unit rumah layak huni berhasil dibangun menggunakan material tersebut dalam kurun waktu 19 hari.

Baca juga : PHRI Dukung Pemerintah Tertibkan OTA Asing Dan Akomodasi Ilegal

“Kecepatan pembangunannya cukup baik, bahannya relatif terjangkau dan mampu menghasilkan rumah yang layak untuk masyarakat,” terangnya.

Menurut Agus, aksi pemasyarakatan ini tidak hanya membantu pemerintah di sektor perumahan. Program tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan berbagai produk berkualitas hasil karya warga binaan kepada masyarakat luas.

Masyarakat kini dapat mengakses berbagai produk hasil pembinaan di lapas. termasuk material bangunan yang diproduksi Jawara Beton Lapas tangerang.

Produk tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin membangun rumah dengan biaya dan waktu yang lebih efisien.

Baca juga : Dongkrak Industri Kreatif, Pemerintah Pangkas Pajak Penulis Jadi 1,5 Persen

“Kita coba kenalkan produk ini ke masyarakat karena kalau punya tanah sendiri kemudian dibangun itu terlalu lama,” katanya.

Ke depan, Agus menginstruksikan jajarannya mengembangkan program bedah rumah bagi masyarakat kurang mampu. Mantan Kabareskrim Polri itu menghitung, jika gerakan ini masif, dampaknya akan sangat luar biasa bagi masyarakat miskin.

“Kalau satu lapas atau satu rutan bisa membantu satu rumah saja, sementara jumlahnya ada lebih dari 500 unit lapas dan rutan di seluruh indonesia, tentu dampaknya akan sangat besar bagi masyarakat,” jelasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.