Dark/Light Mode

Dukung Produktivitas Petani, Menteri PU Kebut Perbaikan Bendung Pante Lhong Aceh

Kamis, 30 Juli 2026 20:47 WIB
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau rehabilitasi dan rekonstruksi Bendung D.I. Pante Lhong di Kabupaten Bireuen, Aceh, didampingi Bupati Bireuen Mukhlis, Rabu (29/7/2026). Dok. PU
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau rehabilitasi dan rekonstruksi Bendung D.I. Pante Lhong di Kabupaten Bireuen, Aceh, didampingi Bupati Bireuen Mukhlis, Rabu (29/7/2026). Dok. PU

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi Bendung Daerah Irigasi (D.I.) Pante Lhong di Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh. Langkah ini dilakukan agar pasokan air ke ribuan hektare sawah yang terdampak banjir bandang segera pulih sehingga petani dapat kembali menanam.

Kepastian tersebut disampaikan Dody saat meninjau langsung progres pekerjaan di lokasi, Rabu (29/7/2026). Bendung D.I. Pante Lhong sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang pada November 2025.

Dody mengatakan percepatan penanganan infrastruktur irigasi merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto agar petani yang terdampak bencana hidrometeorologi dapat segera kembali berproduksi.

"Memang sudah menjadi arahan Bapak Presiden bagaimana agar para petani yang kemarin terdampak bencana bisa secepatnya bangkit lagi. Saya sudah dua kali ke sini, hanya untuk memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai dengan yang kita harapkan bersama. Kita harus memastikan bahwa air ini tetap mengalir ke sawah-sawah yang paling jauh," kata Dody.

Baca juga : Golkar Bali Dorong Kader Kembangkan Potensi Daerah

Selain mempercepat penyelesaian bendung, Kementerian PU juga akan melakukan normalisasi jaringan irigasi agar distribusi air ke lahan pertanian kembali optimal.

Dody mengatakan kondisi sawah yang terdampak sedimentasi juga akan dievaluasi. Lahan dengan endapan lumpur ringan akan dibersihkan, sedangkan lahan dengan sedimentasi berat akan dikoordinasikan bersama Kementerian Pertanian.

"Untuk sawah-sawah yang sudah menjadi daratan, itu perlu kita diskusikan dengan Kementerian Pertanian. Kalau lumpurnya tidak terlalu tebal, mungkin bisa kita bantu membersihkannya. Tetapi kalau sudah terlalu tebal, tentu perlu penanganan lebih lanjut," ujarnya.

Dalam peninjauan tersebut, Dody didampingi Bupati Bireuen Mukhlis dan berdialog dengan para petani penerima manfaat. Mereka menyampaikan apresiasi atas percepatan rehabilitasi bendung yang dinilai memberikan harapan baru bagi keberlangsungan usaha tani.

Baca juga : Lembah Anai Pulih, Kementerian PU Tuntaskan Perbaikan Jalur Utama Sumbar

Anggota Kelompok Tani Tanjung Jaya, Desa Juli, Zaki Alfiza mengatakan kerusakan bendung selama ini menyebabkan petani mengalami kekeringan hingga gagal tanam.

"Kondisi petani di sini sangat membutuhkan air. Kami memperkirakan rekonstruksi bendung ini akan selesai lebih dari lima tahun, tetapi alhamdulillah hari ini kami melihat prosesnya jauh lebih cepat," kata Zaki.

Ia optimistis petani dapat kembali mengolah lahan dan memulai musim tanam pada Oktober 2026. Sebanyak 6.562 hektare sawah yang dilayani D.I. Pante Lhong di Kecamatan Peusangan dan Juli diharapkan kembali produktif setelah pasokan air pulih.

Saat ini penanganan Bendung D.I. Pante Lhong meliputi pengerukan sedimen pada bangunan intake, pembangunan emergency spillway, serta pembangunan cover dam dengan total panjang penanganan sekitar 150 meter.

Baca juga : Percepat Pemulihan Aceh, Kementerian PU Tuntaskan Jembatan Pantai Dona

Kementerian PU berharap percepatan penyelesaian pekerjaan tersebut segera memulihkan layanan irigasi, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Bireuen dan Provinsi Aceh.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.