Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Ayah Lionel Messi, Jorge, Meninggal Di Usia 68 Tahun
- Erick Thohir Happy Banyak Klub Dunia Gelar Pramusim di Indonesia
- Persib Datangkan Danijel Loncar, Igor Tolic: Perkuat Lini Pertahanan
- 9 Talenta Persija Dipanggil Seleksi Timnas Indonesia U-16
- Chelsea Bantai AC Milan 3-0 di Indonesia Super Cup 2026
Haedar Nashir: Muktamar Harus Jadi Ruang Musyawarah, Bukan Ketegangan
Jumat, 7 Agustus 2026 20:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengingatkan agar Muktamar tidak dimaknai sekadar sebagai forum organisasi atau pergantian kepemimpinan. Menurutnya, Muktamar harus menjadi ruang musyawarah yang melahirkan keputusan terbaik, memperkuat persaudaraan, serta merumuskan arah gerakan organisasi dalam menjawab tantangan zaman.
Pesan tersebut disampaikan Haedar saat membuka Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jumat (7/8/2026).
Menurut Haedar, Muktamar merupakan momentum strategis bagi Nasyiatul Aisyiyah untuk membahas berbagai persoalan organisasi, menyusun program kerja, sekaligus memproyeksikan peran organisasi pada masa mendatang.
"Tentang masalah, tantangan, program, dan proyeksi Nasyiatul Aisyiyah ke depan. Silakan untuk bermusyawarah dengan kecerdasan dan ilmu yang mencukupi," ujarnya.
Baca juga : Keluarga, Benteng Utama Jaga Anak dari Ancaman Judol dan Kecanduan Gadget
Ia menegaskan, tradisi musyawarah harus menjadi ruh dalam setiap Muktamar Muhammadiyah maupun organisasi otonom. Musyawarah, kata dia, bukan hanya bertujuan menghasilkan keputusan, tetapi juga menjadi sarana membangun kebijaksanaan bersama.
"Jadikan forum-forum Muktamar kita sungguh-sungguh untuk wasyawirhum fil amri sebagaimana semangat bermusyawarah. Itulah yang menjadi jiwa Muktamar-Muktamar kita yang berjalan baik," katanya.
Selain sebagai forum pengambilan keputusan, Haedar menilai Muktamar juga harus menjadi ajang mempererat silaturahmi antarkader. Persaudaraan yang dibangun di atas nilai dan komitmen ideologi Muhammadiyah, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam menjaga soliditas organisasi.
Di tengah beragam pandangan yang berkembang di lingkungan Muhammadiyah, 'Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, maupun organisasi otonom lainnya, Haedar mengingatkan agar seluruh perbedaan tetap dipersatukan oleh semangat kasih sayang dan kolektivitas.
Baca juga : Dubes Sultan bin Mubarak Saad Al Dosari Sowan Ke Ketum Muhammadiyah
"Kita disatukan. Dan itulah kekuatan kolektif kita. Keragaman dan perbedaan, insyaallah tidak akan membuat Muhammadiyah dan seluruh komponennya retak, karena ada kekuatan kasih sayang atas nama Allah untuk menjadikan organisasi kita sebagai wahana perjuangan dakwah dan tajdid," tegasnya.
Haedar juga mengajak seluruh peserta Muktamar menjaga komitmen terhadap nilai-nilai dasar Muhammadiyah yang telah diwariskan sejak awal berdirinya persyarikatan. Menurutnya, seluruh amal usaha dan gerakan Muhammadiyah dibangun di atas nilai ibadah sekaligus prinsip-prinsip organisasi yang telah teruji oleh perjalanan sejarah.
Ia berharap Muktamar mampu melahirkan keputusan yang tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga menjadi arah gerak Nasyiatul Aisyiyah dalam menghadapi perubahan zaman.
"Proyeksi ke depan itu tidak linier karena di tengah-tengah kita ada perubahan zaman yang terjadi. Jadi proyeksikan ke depan Nasyiatul Aisyiyah mau seperti apa, berperan apa dalam kehidupan umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta," pesannya.
Baca juga : Muhammadiyah Luncurkan KontenMU, Perkuat Transformasi Pembelajaran Berbasis AI
Menutup amanatnya, Haedar mengingatkan seluruh peserta agar menjalani proses Muktamar dengan semangat persaudaraan dan kegembiraan. Menurutnya, dinamika dalam musyawarah merupakan hal yang wajar, namun tidak boleh mengurangi kebersamaan sebagai keluarga besar Muhammadiyah.
"Tetap mengedepankan kegembiraan, kebahagiaan, dan kebersamaan. Tidak usah tegang-tegangan," pungkasnya.
Haedar menegaskan, semangat musyawarah yang dilandasi ilmu, persaudaraan, dan kasih sayang akan menjadi modal utama bagi Nasyiatul Aisyiyah untuk menghasilkan keputusan terbaik sekaligus memperkuat perannya dalam dakwah, pemberdayaan perempuan muda, dan kemajuan bangsa.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya