Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Arsenal Minat! Vinicius Jr Dibanderol Rp 3 Triliun
- Komisi XIII: Praktik Bisnis Berbasis HAM di Freeport Patut Dicontoh
- Julius Firdaus Haru di Konser Sole Amore, Kenang Sahabat Tercinta
- Limbah Sawit Berpotensi Jadi Produk UMKM Bernilai Tambah Tinggi
- Manfaat Ganda PSEL: Sampah Terurai, Lapangan Kerja Tercipta
RM.id Rakyat Merdeka - Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Jombang, Jawa Timur, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) kembali meniupkan peluit peringatan. Imin mewanti-wanti, agar hajatan akbar warga NU itu, tidak dikotori praktik politik uang.
Peringatan itu disampaikan Cak Imin di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (26/7/2026). Menurutnya, NU harus dijaga dari kepentingan pragmatis yang dapat mencederai marwah organisasi.
"Karena NU tidak boleh dikotori oleh kepentingan-kepentingan uang, terutama perebutan-perebutan aset yang ada," ujar Cak Imin.
Muktamar NU ke-35 dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27–30 Agustus 2026. Salah satu agenda utama adalah pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Baca juga : KPK Sita Rp 4 M Di Rumah Kepala Dinas PUPR Bengkulu
Cak Imin menegaskan tidak mendukung tokoh tertentu dalam bursa calon ketua umum PBNU. Ia menyerahkan sepenuhnya proses pemilihan kepada para peserta muktamar dan ulama. Menurutnya, forum itu harus berlangsung murni sebagai forum para ulama dan muktamirin, bukan ajang perebutan kekuasaan berbasis uang.
"Yang penting mari kita bongkar kalau ada yang pakai uang. Mari kita murnikan kembali NU, kita kembalikan NU kepada ulama," ajaknya.
Sebelumnya, Ijtima Ulama Indonesia yang diinisiasi PKB juga mendorong agar Muktamar ke-35 PBNU berjalan bersih dan terbebas dari praktik politik transaksional.
Wakil Sekretaris Dewan Syuro PKB Maman Imanulhaq mengatakan para ulama berharap muktamar benar-benar jauh dari praktik-praktik yang memanfaatkan struktur organisasi demi kepentingan politik sesaat.
Baca juga : Badiul Hadi: Bukan Pada Regulasi, Tapi Implementasinya Lemah
"Ijtima Ulama meminta agar Muktamar di Jombang besok betul-betul jauh dari praktik-praktik transaksional dan praktik yang hanya memanfaatkan PC-PC NU," ujar Maman.
Menurutnya, para ulama menginginkan PBNU kembali fokus pada pengabdian kepada umat. Mulai dari pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, hingga menjalankan fungsi kritik yang konstruktif terhadap pemerintah.
"PBNU harus menjadi lokomotif civil society dalam mendampingi umat dan memperkuat kualitas kehidupan masyarakat," tuturnya.
Senada, Ketua PBNU periode 2015–2020 Robikin Emhas menilai, Muktamar tidak boleh dipahami sekadar sebagai arena pergantian kepemimpinan. Bukan sekadar memilih Rais Aam atau Ketua Umum.
Baca juga : Daniel Johan: Semangat Prabowonomics Untuk Kesejahteraan Rakyat
"Ini momentum memperbarui kontrak pengabdian, mengevaluasi perjalanan organisasi, tata kelola, dan juga mengembalikan marwah NU," ujar Robikin.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya