Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Ayah Lionel Messi, Jorge, Meninggal Di Usia 68 Tahun
- Erick Thohir Happy Banyak Klub Dunia Gelar Pramusim di Indonesia
- Persib Datangkan Danijel Loncar, Igor Tolic: Perkuat Lini Pertahanan
- 9 Talenta Persija Dipanggil Seleksi Timnas Indonesia U-16
- Chelsea Bantai AC Milan 3-0 di Indonesia Super Cup 2026
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kembali memastikan, hingga saat ini, Presiden Prabowo Subianto belum berencana melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih. Jika pun nanti ada pelantikan pejabat baru, hanya untuk mengisi posisi beberapa Wakil Menteri (Wamen) yang saat ini masih kosong.
"Perlu kami sampaikan, bahwa sampai hari ini belum ada rencana reshuffle Kabinet Merah Putih," tegas Prasetyo, saat ditanya wartawan soal isu reshuffle, di Kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).
Sejak akhir Juli, isu reshuffle kabinet memang ramai di ruang publik. Pekan lalu, Prasetyo sebenarnya sudah membantah isu ini. Namun, rumor reshuffle tetap berseliweran. Ada yang bilang, reshuffle akan dilakukan setelah perayaan HUT RI, 17 Agustus nanti.
Prasetyo pun kembali menegaskan, tidak ada kocok ulang untuk jabatan-jabatan menteri. Yang kemungkinan terjadi, hanya pengisian jabatan yang kosong.
"Prioritasnya mengisi jabatan-jabatan, yang oleh karena sesuatu hal, saat ini kosong," imbuhnya.
Baca juga : Prabowo Bicara Pasokan Energi: Negara Lain Panik, Kita Masih Tenang
Saat ini, terdapat dua posisi Wamen yang masih kosong. Yaitu kursi Wamen Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) yang kosong setelah Silmy Karim ditangkap KPK dan kursi Wamen Pertanian yang kosong setelah Sudaryono diangkat menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Namun, Prasetyo belum memastikan, kapan kedua jabatan yang kosong itu bakal diisi.
Dari pihak partai koalisi, menyatakan tidak mau ikut-ikutan membahas isu reshuffle. Mereka memilih manut saja dengan keputusan Presiden Prabowo, apakah akan ada reshuffle atau tidak.
"Para pembantu dan partai-partai koalisi tidak perlu menanggapi terlalu jauh,” ucap Wakil Ketua Umum PAN Saleh Partaonan Daulay, kepada wartawan, Jumat (7/8/2026).
Ia menerangkan, reshuffle ini bukanlah isu baru. Isu ini secara periodik selalu muncul.
“Isu reshuffle bukan hanya isu sekarang. Di setiap pemerintahan, isu ini selalu ada," imbuhnya.
Baca juga : Destry Masuk List, Calon Gubernur BI Mulai Dipanggil Presiden
Menurut Saleh, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan memerintahkan agar kadernya yang berada di kabinet terus bekerja sungguh-sungguh. Tidak usah memikirkan isu reshuffle.
"Soal reshuffle, biar para akademisi, pengamat, dan masyarakat saja menyampaikan pendapat yang baik, yang perlu dipertimbangkan. Itu tentu baik dalam membangun demokrasi," tandasnya.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Dede Yusuf menyatakan hal yang sama. "Reshuffle hak prerogatif. Presiden lebih memahami soal itu,” ucapnya.
Ia menilai, sejauh ini, para menteri sudah bekerja dengan baik. Khususnya menteri bidang pemerintahan yang menjadi mitra Komisi II DPR, tempat Dede berada. “Kalau mitra saya di Komisi II, tampaknya sudah perform dan baik semua," imbuhnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia juga menegaskan, takkan ikut campur dengan urusan reshuffle kabinet. Sebab, yang berhak dalam menentukan reshuffle hanyalah Presiden.
Baca juga : Polri Pastikan Agustus Aman, Rakyat Diminta Tidak Resah
"Kita semua harus taat dan tunduk pada hak prerogatif Bapak Presiden," ujar Bahlil, usai menghadiri Rapat Terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Menteri ESDM ini mengingatkan agar tidak ada pihak yang membangun spekulasi melampaui kewenangan Presiden. "Jangan selalu berspekulasi melampaui batas kewenangan. Sekali lagi, reshuffle itu adalah hak prerogatif Bapak Presiden," tegasnya. FAQ/UMM
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya