Dark/Light Mode

Polri Pastikan Agustus Aman, Rakyat Diminta Tidak Resah

Minggu, 9 Agustus 2026 07:40 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto (tengah) dalam konferensi pers di Aula Satya Haprabu, Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jumat (7/8/2026). (Foto: Instagram/poldametrojaya)
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto (tengah) dalam konferensi pers di Aula Satya Haprabu, Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jumat (7/8/2026). (Foto: Instagram/poldametrojaya)

RM.id  Rakyat Merdeka - Polri memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif sepanjang Agustus 2026. Warga diminta tidak panik dan tidak mudah terprovokasi isu kerusuhan yang ramai beredar di media sosial. 

Polda Metro Jaya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk memastikan keamanan Jakarta tetap terjaga. Selain memperkuat patroli dan pengamanan, kepolisian membentuk tim khusus untuk mencegah potensi gangguan keamanan, baik di lapangan maupun ruang digital. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, hingga kini seluruh aktivitas masyarakat di Jakarta masih berlangsung normal. Mulai dari kegiatan ibadah, pendidikan, pertokoan, pusat perbelanjaan hingga lalu lintas di jalan raya berjalan seperti biasa. 

Baca juga : Tahan Serangan Ke Iran, Trump Berkoar-koar Perang Segera Berakhir

"Itu menjadi tolok ukur bahwa situasi kamtibmas di wilayah DKI sampai hari ini masih aman dan kondusif," ujar Budi dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (7/8/2026). 

Budi meminta masyarakat tidak panik menyikapi berbagai informasi yang berseliweran di media sosial. Menurutnya, kepolisian tetap menghormati kebebasan masyarakat menyampaikan pendapat, baik di ruang publik maupun dunia maya. 

Namun, kebebasan berekspresi tidak boleh berubah menjadi provokasi yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, koreksi atau kritik, merupakan hak di ruang publik.

Baca juga : Eks Wakil Kepala BGN Ajukan Praperadilan Ke PN Jakpus

"Tapi apabila provokasi, mengganggu psikologis seseorang untuk menggerakkan orang lain mengganggu kamtibmas, itu yang dilakukan penindakan oleh tim preemptive education dan preventive strike," tegasnya. 

Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri menambahkan, jajarannya telah membentuk tim preventive strike dan preemptive education. Ini dilakukan ebagai langkah antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan keamanan. 

Komitmen menjaga stabilitas keamanan juga diperkuat melalui sinergi TNI-Polri. Bersama Pangdam Jaya Letjen Deddy Suryadi, Asep melakukan kunjungan ke Markas Korps Brimob Polri di Kelapa Dua, Depok. 

Baca juga : Golkar Santai Sikapi Adanya Kabinet Bayangan

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi kedua institusi dalam menjaga keamanan Jakarta sekaligus mendukung berbagai agenda strategis nasional. 

"Kami selalu berkomitmen untuk senantiasa melakukan penegakan hukum secara profesional, proporsional, transparan, dan akuntabel sesuai dengan program Bapak Presiden Republik Indonesia dan Bapak Kapolri untuk menghadirkan hukum yang berkeadilan," kata Asep. 

Sebelumnya, pemerintah memastikan situasi keamanan nasional tetap terkendali. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago meminta masyarakat tidak terpengaruh isu yang menyebut Agustus 2026 akan diwarnai kerusuhan maupun gangguan keamanan. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.