Dark/Light Mode

Ribuan Pegawai ASN Pilih Mengundurkan Diri, Ada Apa?

Muhammad Khozin: Gaji Tidak Sebanding Dengan Beban Kerja

Minggu, 9 Agustus 2026 07:10 WIB
Muhammad Khozin, Anggota Komisi II DPR. Foto: IG PRIBADI
Muhammad Khozin, Anggota Komisi II DPR. Foto: IG PRIBADI

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencatat sebanyak 2.722 Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan masa kerja kurang dari lima tahun mengundurkan diri pada semester I 2026. Fenomena ini menjadi perhatian publik, karena mayoritas pengunduran diri berasal dari ASN yang masih berada pada fase awal karier.

Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan, beberapa alasan pengunduran diri ASN yang cukup beragam. Sebagian mengeluhkan penghasilan yang dinilai tidak sebanding dengan beban kerja. Ada pula pegawai yang merasa kemampuan dan latar belakang pendidikannya tidak dimanfaatkan.

”Yang paling banyak karena alasan keluarga. Misalnya jauh dari orangtua, suami, istri, atau harus merawat orang tua yang bersangkutan,” ujar Zudan Arif Fakrulloh, seperti dilansir Kompas.id, Rabu (5/8/2026).

Baca juga : BNI Bukukan Laba 10,8 T, DPR Acungkan Jempol

Kondisi tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan instansi Pemerintah. Jika dahulu profesi ASN identik dengan karier yang stabil hingga masa pensiun, kini dinamika dunia kerja di sektor pemerintahan menunjukkan perubahan seiring perkembangan zaman dan meningkatnya pilihan karier di berbagai sektor.

Berdasarkan data statistik resmi BKN, pengunduran diri ASN didominasi kelompok usia 31–40 tahun yang merupakan usia produktif. Posisi berikutnya ditempati kelompok usia 51–60 tahun, kemudian kelompok usia 21–30 tahun.

Di sisi lain, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menyatakan terus memperkuat manajemen talenta serta membangun kultur birokrasi yang lebih adaptif. Meski demikian, fenomena pengunduran diri ribuan ASN memunculkan pertanyaan mengenai faktor yang lebih dominan, apakah berkaitan dengan pilihan pribadi dan orientasi karier atau adanya ketidaksesuaian terhadap sistem birokrasi yang berlaku.

Baca juga : Kapolri Siap Jadi Jembatan Aspirasi Koalisi Besar Buruh

Pekerjaan sebagai ASN yang selama ini menjadi dambaan banyak orang kini mulai dipertimbangkan secara lebih matang sebagai pilihan karier jangka panjang.

Menanggapi fenomena tersebut, anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin menilai pengunduran diri para ASN dilakukan atas permintaan sendiri dengan salah satu faktor utamanya adalah persoalan penghasilan. "Karena faktor penghasilan," ujar Khozin.

Sementara itu, mantan Komisioner Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Rudiarto Sumarwono menilai fenomena tersebut harus menjadi peringatan dini (early warning) bagi Pemerintah agar tidak dianggap sebagai sesuatu yang biasa. "Pemerintah tidak boleh menganggapnya sebagai fenomena biasa," kata Rudiarto.

Baca juga : Satukan Layanan Publik Yang Sederhana, Cepat Dan Aman

Untuk mengetahui lebih jauh pandangan dan komentar Muhammad Khozin mengenai penyebab dan dampak pengunduran diri ribuan ASN tersebut, simak wawancara selengkapnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.