Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Via Storytelling, Pelajar Sumbar Hidupkan Kembali Sejarah Lokal
Senin, 10 Agustus 2026 10:22 WIB
Sebelumnya
Merawat Ingatan Sejarah
Keikutsertaan para pelajar juga menunjukkan upaya generasi muda untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan sejarah Indonesia. Perlombaan ini sekaligus menjadi salah satu cara memperkenalkan sejarah melalui media komunikasi yang lebih dekat dengan karakter generasi Z. Juara pertama, Atika Arza Wijaya, mengatakan, storytelling dapat membuat sejarah tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang kaku dan membosankan.
Menurut dia, cerita sejarah yang disampaikan dengan teknik bertutur dapat menjadi media komunikasi yang lebih hidup dan menyenangkan bagi generasi muda. ”Sebagai pelajar madrasah, saya ingin membuktikan bahwa kami tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga memiliki nasionalisme yang tinggi dan siap menjadi penutur kisah-kisah hebat perjuangan bangsa kepada dunia luar,” kata Atika.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Perkuat Daya Saing 66 Ribu UMKM Lewat Storytelling
Bagi sebagian peserta, mengikuti perlombaan bukan semata-mata untuk memperoleh prestasi. Mereka memandang keterlibatan dalam kegiatan sejarah sebagai bagian dari tanggung jawab generasi muda dalam menjaga ingatan atas perjuangan para pendahulu.
Berbeda dengan Atika, Meisya Sri Mulyani terinspirasi dari sosok perintis sekolahnya yang ikut mencerdaskan anak bangsa di masa Kolonial Belanda. Bila Atika memilik sosok Azizchan, Meisya – santri Pontren Kauman Padang Panjang itu memilih Buya Hamka sebagai tema besarnya.
“Saya memilih Buya Hamka karena sosoknya selaku ulama dan sastrawan. Buya juga kepala sekolah pertama dari Tablighschool – embrio sekolah Pontren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang” – jelas Meisya.
Baca juga : 2 Abad Wafatnya Tuanku Pamansiangan, Menjahit Memori Kolektif
Pendekatan melalui storytelling juga dinilai dapat menjadi salah satu cara menjembatani jarak antara generasi Z dan sejarah. Kisah perjuangan yang selama ini lebih banyak dijumpai dalam buku pelajaran dapat disampaikan kembali melalui narasi, ekspresi, visual, dan kreativitas pelajar.
Dari Lomba hingga Pengabdian Masyarakat
Lomba storytelling merupakan bagian rangkaian kegiatan peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggarakan DHD-BPK 45 Sumatera Barat dengan dukungan sejumlah pihak. Selain storytelling, panitia menggelar Lomba Baca Puisi Perjuangan tingkat SLTA serta Lomba Pidato Kisah Perjuangan yang melibatkan Dewan Harian Cabang (DHC) BPK 45 dari kota dan kabupaten di Sumatera Barat.
Baca juga : Semarakkan PRJ 2026,Storytelling Competition Bank Jakarta Asah Kreativitas Anak
Rangkaian peringatan kemerdekaan tersebut juga diisi dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Beberapa pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan mata, pemeriksaan jantung dan darah, serta pembagian kacamata gratis. Melalui perpaduan kegiatan sejarah, pendidikan, dan pelayanan sosial tersebut, peringatan kemerdekaan tidak hanya diarahkan untuk mengenang masa lalu, tetapi juga mendorong keterlibatan generasi muda dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya