Dark/Light Mode

Karhutla Jadi Perhatian Serius Istana

Selasa, 11 Agustus 2026 07:50 WIB
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Foto: BPMI Setpres)
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Foto: BPMI Setpres)

 Sebelumnya 
Raja Juli mengatakan, dampak El Nino kuat pada 2015 melumpuhkan berbagai sektor publik. Hal itu terjadi akibat terbakarnya 2,6 juta hektare hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. 

Guna mencegah terulangnya bencana ekologis tersebut, Raja Juli melarang keras bagi masyarakat maupun korporasi untuk membuka lahan dengan cara membakar. Pihaknya tidak segan membawa para pelanggar ke jalur hukum. 

“Jangan membuka lahan dengan cara membakar, baik masyarakat maupun korporasi. Sesederhana membuang puntung rokok saja bisa berakibat fatal,” katanya. 

Baca juga : Harga Daging Sapi Ngamuk Ke 180 Ribu

Sebelumnya, Raja Juli juga meninjau langsung penanganan karhutla di kawasan Gunung Bromo pada Minggu (9/8/2026). Dia mengatakan helikopter water bombing akan digunakan secara maksimal hingga api padam. 

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR Alex Indra Lukman menyoroti, kebakaran yang terjadi di kawasan Gunung Bromo. Ia mendorong perbaikan standard operating procedure (SOP) penanganan karhutla agar respons di lapangan lebih efektif. 

Alex menyebut luas kawasan yang terbakar di Bromo telah mencapai sekitar 720 hektare. Menurutnya, kondisi kawasan yang didominasi padang rumput membuat api mudah meluas. 

Baca juga : Menhut Sudah Balikin, KPK Bilang Belum Utuh

"Persoalan sekarang kendala yang dihadapi itu adalah, ya dengan teknologi yang kita punya seperti water bombing, itu susah memang karena asap yang tebal, sehingga faktor soal masalah keamanan penerbangan," sebut Alex kepada wartawan, Senin (10/8/2026). 

"Modifikasi cuaca tidak bisa dilakukan di sana, karena tidak memenuhi syarat-syarat objektifnya," sambung Alex. 

Alex mengapresiasi jajaran Manggala Agni dan pihak terkait yang telah berjibaku menangani kebakaran agar tidak semakin meluas. Namun, ia menilai penanganan karhutla membutuhkan pembenahan sistem dan teknologi. 

Baca juga : Gerindra & PAN: Ada Bukti Dan Capaian Nyata Kerja Pemerintah

"Ke depannya ada beberapa hal yang mesti kita pikirkan. Yang pertama adalah penggunaan teknologi yang jauh lebih canggih, selain water bombing dan modifikasi cuaca," urai Alex. 

Menurutnya, pemerintah dapat mengembangkan teknologi pemadaman lain. Termasuk penggunaan cairan atau gel yang dapat disemprotkan dari udara untuk membantu memadamkan api. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.