Dark/Light Mode

Garuda Indonesia Bakal Jadi Holding

Merger Maskapai BUMN Dorong Persaingan Sehat

Selasa, 11 Agustus 2026 06:40 WIB
Ilustrasi, Pesawat Garuda Indonesia dan Citilink. (Foto: X/citilink)
Ilustrasi, Pesawat Garuda Indonesia dan Citilink. (Foto: X/citilink)

RM.id  Rakyat Merdeka - Konsolidasi maskapai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai dapat membuat persaingan penerbangan nasional lebih sehat. Penggabungan kekuatan Garuda Indonesia, Citilink dan Pelita Air diyakini mampu menjadi penyeimbang di tengah pasar domestik yang masih didominasi satu kelompok maskapai swasta.

Pengamat penerbangan Gatot Rahardjo menilai, sinergi tersebut merupakan langkah positif untuk memperkuat industri penerbangan nasional. Selain menciptakan kekuatan baru, konsolidasi juga berpotensi membuat persaingan pasar domestik lebih berimbang. 

Menurut Gatot, kondisi pasar penerbangan domestik masih terkonsentrasi pada satu grup maskapai swasta. Karena itu, penguatan kelompok maskapai BUMN dapat menghadirkan penyeimbang baru. 

“Konsolidasi Garuda Indonesia, Citilink dan Pelita Air akan dapat membentuk kompetisi di industri penerbangan dalam negeri, yang tidak hanya bertumpu pada satu kelompok usaha,” ujar Gatot kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Baca juga : Program Kerakyatan Jangan Dipangkas Ya

Persaingan yang lebih sehat, lanjut Gatot, akan mendorong maskapai meningkatkan kualitas layanan dan operasional, sekaligus memperluas konektivitas penerbangan di berbagai wilayah. 

Melalui konsolidasi tersebut, masing-masing maskapai juga tetap dapat mempertahankan karakter dan segmen pasarnya. Sebab, Garuda Indonesia, Pelita Air dan Citilink memiliki konsep layanan serta Air Operator Certificate (AOC) yang berbeda. 

Garuda Indonesia dapat tetap bermain di segmen full service, Pelita Air di segmen medium service. Sedangkan Citilink mempertahankan karakter sebagai maskapai berbiaya rendah atau Low-Cost Carrier (LCC). 

“Yang terpenting dari konsolidasi ini adalah bagaimana membangun kekuatan bersama, tanpa menghilangkan identitas dan keunggulan masing-masing maskapai,” imbaunya. 

Baca juga : Keok Di Final Emirates Cup, Benteng Arsenal Keropos

Gatot berharap, sinergi yang lebih kuat juga dapat meningkatkan kapasitas dan operasional maskapai pelat merah. Kondisi tersebut pada akhirnya tidak hanya memperkuat kesehatan bisnis maskapai. Tetapi juga memberikan manfaat kepada masyarakat melalui konektivitas udara yang semakin baik. 

“Konsolidasi maskapai BUMN juga bisa menjadi momentum untuk membangun struktur industri penerbangan nasional yang lebih kompetitif, dengan kekuatan antarkelompok maskapai yang lebih berimbang,” imbuhnya. 

Terpisah, Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Andreas Tumpal Hutapea mengatakan, rencana konsolidasi mencakup arah strategis, bentuk transaksi, struktur, tahapan, jangka waktu, hingga mekanisme pelaksanaan aksi korporasi. 

“Rencana aksi korporasi dimaksud masih berada dalam tahap kajian dan pembahasan secara intensif bersama pemegang saham dan pihak-pihak terkait sesuai dengan kewenangan masing-masing,” tulis Andreas dalam keterbukaan informasi, Jumat (31/7/2026). 

Baca juga : Kejuaraan Dunia Atletik U20, Anugrah Terjungkal Di Gawang Terakhir

Kajian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan penguatan ekosistem bisnis Garuda Indonesia Group sebagai bagian dari agenda transformasi perusahaan. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.