Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Marc Klok Cs Pastikan Persib Siap Tempur Lawan Manila Digger
- Lautaro Martinez Tak Dijual, Barcelona Gigit Jari
- Guru Besar UGM: Penanganan Karhutla Jangan Hanya Hebat Saat Api Sudah Menyala
- Kepala Buperta Buktikan Mampu Jadi Tuan Rumah Perhelatan Pramuka Skala Nasional
- KPK: Calon Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsoed Dimintai Ratusan Juta Rupiah
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto berharap, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi kesempatan bagi seluruh pihak, khususnya pejabat negara, untuk memperbaiki perilaku dan meninggalkan praktik koruptif, termasuk penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan.
Setyo mengatakan tema HUT ke-81 RI, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, memiliki kaitan erat dengan tugas pokok dan fungsi KPK.
Menurutnya, kemerdekaan bukan sekadar perayaan, melainkan tanggung jawab negara untuk memastikan masyarakat memperoleh kesejahteraan serta hak atas pendidikan dan kesehatan yang layak.
“Namun demikian, dalam faktanya, masih ada perilaku yang menyalahgunakan, kemudian menyimpang. Nah, tentu KPK berharap bahwa ini menjadi momentum yang sangat baik untuk bersama-sama memperbaiki, kemudian mengubah perilaku-perilaku yang belum baik menjadi lebih baik lagi,” tegas Setyo usai pelaksanaan upacara peringatan HUT RI di depan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (17/8/2026).
Menurut Setyo, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menyejahterakan dan memerdekakan masyarakat, termasuk memberikan pendidikan serta pelayanan kesehatan yang layak sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945.
Dalam upacara peringatan HUT ke-81 RI, Setyo juga mengingatkan seluruh jajaran KPK untuk senantiasa menjaga integritas.
Baca juga : HUT RI ke-81, Ketua KPK Ingatkan Integritas dan Bantu Korban Gempa NTT
Ia menekankan bahwa setiap pegawai KPK memiliki tanggung jawab besar karena mendapat kepercayaan untuk menjaga salah satu fondasi penting kehidupan berbangsa, yakni integritas.
“Karena itu, saya mengajak seluruh insan untuk terus menjaga integritas, profesionalisme, dan independensi. Bukan karena kita bekerja di KPK, tetapi karena bangsa ini membutuhkan contoh bahwa amanah dapat dijalankan dengan jujur dan bertanggung jawab,” ujar Setyo saat menjadi inspektur upacara.
Menurutnya, integritas harus dijaga bukan semata-mata karena pengawasan yang kuat, melainkan karena setiap pegawai KPK memiliki hati nurani untuk memahami apa yang benar dan apa yang tidak boleh dilakukan.
“Dan bukan karena kita ingin terlihat baik, tetapi karena kita menyadari bahwa setiap tindakan kita membawa nama institusi yang kita cintai bersama,” lanjutnya.
Setyo menyadari perjalanan menjaga integritas tidak selalu mudah. Tantangan, tekanan, dan kritik akan selalu ada, bahkan tidak akan pernah berhenti.
Namun, ia meyakini selama seluruh pegawai berpegang pada nilai yang benar, bekerja secara profesional, serta menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi, KPK akan terus memiliki arti penting bagi masyarakat dan negara.
Baca juga : 11 Kepala Daerah Ditangkap KPK, Indonesia Darurat Korupsi
Menurutnya, momentum kemerdekaan juga menjadi pengingat bahwa perjuangan tidak selalu dilakukan di medan perang. Pada masa kini, perjuangan dapat diwujudkan melalui pengabdian yang jujur, pelayanan yang tulus, keberanian menjaga prinsip, dan komitmen untuk tidak menyalahgunakan kewenangan.
Karena itu, Setyo mengajak seluruh jajaran untuk terus menjaga KPK sebagai institusi yang dipercaya publik serta merawat integritas sebagai nilai yang hidup, bukan sekadar slogan.
Ia juga meminta agar setiap pekerjaan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
“Jaga integritas, jaga kepercayaan, jaga kehormatan KPK. Karena pada akhirnya, kekuatan sebuah institusi tidak hanya ditentukan oleh kewenangan yang dimilikinya, tetapi oleh karakter orang-orang yang mengabdi di dalamnya,” tegas Setyo.
KPK Siapkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Selain mengingatkan soal integritas, Setyo mengajak seluruh peserta upacara mendoakan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah menghadapi musibah gempa bumi bermagnitudo 7,7.
Ia mengatakan, keluarga besar KPK menyampaikan empati dan solidaritas yang tulus bagi masyarakat NTT yang terdampak bencana.
Baca juga : Periksa Mantan Ditjen PHU Kemenag, KPK Dalami Pembagian Kuota Haji Tambahan
“Semoga diberikan kekuatan, ketabahan, dan jalan untuk segera bangkit kembali,” imbuhnya.
Setyo kemudian menginstruksikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPK agar mengupayakan bantuan semaksimal mungkin bagi korban gempa.
“Mungkin dengan bantuan pengumpulan donasi atau mungkin kita bantu dengan sesuatu yang berbentuk barang yang kemudian bisa kita kirimkan ke lokasi-lokasi yang terdampak terhadap gempa tersebut,” tuturnya.
Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), data sementara hingga Minggu (16/8/2026) pukul 16.00 WIB mencatat total korban meninggal dunia akibat gempa tektonik bermagnitudo 7,7 mencapai 53 orang.
Korban meninggal dunia terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai sebanyak 25 orang, disusul Manggarai Timur 20 orang, Sikka 4 orang, Manggarai Barat 1 orang, Nagekeo 1 orang, dan Ende 2 orang.
Sementara itu, sebanyak 137 orang mengalami luka-luka dan kini menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat maupun fasilitas kesehatan darurat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya