Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Vox Point Indonesia Perkuat Kaderisasi Lewat Rekoleksi Politik
Selasa, 18 Agustus 2026 14:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Vox Point Indonesia kembali memperkuat kaderisasi politik bagi umat Katolik melalui program Rekoleksi Politik (Rekpol) yang digelar secara virtual pada 15–16 Agustus 2026.
Kegiatan ini diikuti 100 peserta dari berbagai daerah di Indonesia dengan materi pendidikan politik, wawasan kebangsaan, etika dan moral politik, serta peran awam Katolik dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Rekoleksi Politik merupakan program kaderisasi Vox Point Indonesia yang dirancang bukan sekadar sebagai rutinitas seremonial.
Melainkan, sebagai ruang edukasi bagi seluruh Voxian dan umat Katolik mengenai peran dan tanggung jawab sebagai awam Katolik sekaligus warga negara.
Program yang menjadi ciri khas organisasi masyarakat (ormas) Katolik yang berdiri pada 12 Maret 2016 ini dinilai menjadi salah satu upaya untuk mendorong kembali partisipasi umat Katolik dalam bidang sosial, politik, dan kebangsaan.
Sesuai dengan spirit perjuangan Vox Point Indonesia untuk mengembangkan nilai-nilai kebangsaan, Rekpol menjadi salah satu sarana untuk menghidupkan kembali semangat awam Katolik dalam bidang sosial-politik dan kebangsaan.
Sebagai ormas Katolik yang secara khusus membidangi kaderisasi politik, Vox Point Indonesia terus bergerak bersama.
Baca juga : Bahlil: ToT Akademi Golkar Perkuat Kaderisasi dan Akar Partai
Peserta Rekpol merupakan anggota baru Vox Point Indonesia dari Dewan Pimpinan Nasional (DPN), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW).
Rekpol juga terbuka bagi awam Katolik yang ingin mengenal Vox Point Indonesia sekaligus memperoleh wawasan mengenai sosial-politik dan kebangsaan. Materi Rekpol disusun dalam satu blueprint yang terstruktur dan sistematis.
Materi dimulai dengan pengenalan Vox Point Indonesia, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai peran awam di tengah masyarakat, isu-isu politik kekinian, wawasan kebangsaan, serta etika dan moral politik.
Ketua Umum Vox Point Indonesia, Yohanes Handojo Budhisedjati, mengingatkan peserta Rekpol agar tidak lelah mencintai Indonesia.
Ia mengaku bangga karena pembukaan Rekpol diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya tiga stanza.
"Saya sangat bangga karena di awal acara kita mulai dengan Lagu Indonesia Raya tiga stanza. Harus bangga jadi orang Indonesia. Negara ini tempat kita lahir, hidup, dan berjuang. Jadi rawat dan kita terus menjaga keutuhannya," katanya.
Yohanes juga menekankan pentingnya menjaga semangat persatuan sebagai modal utama mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Baca juga : Sari Yuliati Siap Bertarung di Mubes Kosgoro 1957, Fokus Kaderisasi-Konsolidasi
Menurutnya, semangat kebangsaan harus disertai kesediaan untuk berkorban dan menjalankan tanggung jawab sebagai warga negara.
"Kita tidak saja menikmati hasil perjuangan pahlawan yang telah berjuang untuk NKRI dan segala sumber daya alam yang kita miliki. Tapi juga wajib ikut menjaga, membangun, dan bela negara. Dari hal kecil kayak disiplin, kerja jujur, sampai hal besar," ungkapnya.
Sekretaris Jenderal Vox Point Indonesia, Grace Sihaan Njo menjelaskan, Rekpol merupakan bagian dari komitmen dan tanggung jawab organisasi dalam bidang kerasulan awam.
Sebagai organisasi awam Katolik, kata Grace, Vox Point Indonesia memiliki peran dan tugas untuk berjalan bersama dalam menghadirkan wajah Gereja di tengah masyarakat.
"Rekpol adalah kesempatan untuk menimba ilmu dan wawasan bagi Voxian dan awam Katolik untuk bergerak bersama dalam bidang pelayanan masing-masing. Tapi lebih dari itu, kesempatan ini untuk memotivasi agar umat Katolik lebih berperan dalam bidang sosial politik dan kebangsaan," ujarnya.
Ia berharap, melalui Rekpol, para kader dapat menjadi garam dan terang di mana pun mereka diutus.
"Gereja Katolik mengharapkan partisipasi aktif umat di tengah pelayanan di mana pun kita diutus. Vox Point Indonesia ikut mendorong hal ini agar kita semakin berdampak di mana pun kita berkarya," ungkapnya.
Baca juga : SOKSI Bangkitkan Program P2KB untuk Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar
Sementara itu, Ketua Panitia Rekpol Angkatan ke-15, John Bari, mengatakan kegiatan tersebut diikuti 100 peserta yang berasal dari DPN, 17 DPD, empat DPW, dan 18 keuskupan.
Para pemateri berasal dari pengurus DPN, politisi senior, analis dan pengamat politik, imam, serta uskup.
"Untuk pemateri, kita menyesuaikan dengan topik-topik yang dibahas. Ada pemateri yang sudah menjadi pemateri tetap, ada yang baru, sesuai topik dan diakhiri dengan peneguhan oleh Bapa Uskup," pungkasnya.
Sejumlah pemateri yang hadir antara lain Mgr. Dr. Paulinus Yan Olla, MSF, Uskup Keuskupan Tanjung Selor; Dr. Wibawanto Nugroho Widodo, S.E., M.A., M.A., M.P.P., Ph.D., penulis dan pakar di bidang politik, pertahanan, keamanan nasional, strategi, dan kepemimpinan; Dr. Eduardus Lemanto, pengamat dan analis politik.
Lalu, Lucius Karus, Peneliti Senior Formappi; Pastor Otto Gusti Madung, SVD, Rektor ITFK Ledalero; Romo Aloysius Budi Purnomo, Sekretaris Komisi HAAK KWI; Romo Agustinus Heri Wibowo, Moderator Nasional DPN Vox Point Indonesia.
Serta, Yohanes Handojo Budhisedjati, Ketua Umum Vox Point Indonesia; dan Dr. Gories Lewoleba, M.Si., Wakil Ketua Umum/Juru Bicara Vox Point Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya