Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gerak Cepat, Waskita Karya Salurkan Ribuan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT
- Juventus Menang Tipis di Pekan Pertama Serie A 2026/27
- Ibrahima Konate Ingin Buktikan Diri Di Real Madrid
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Prabowo Ratas Karhutla Di Riau-Sumsel, Menhut Tak Hadir, Istana: Kebetulan Saja
Senin, 24 Agustus 2026 18:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto seharian menggelar rapat terbatas (ratas) penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dua wilayah Sumatera, yakni Pekanbaru, Riau, dan Palembang, Sumatera Selatan, Senin (24/8/2026). Dalam kedua rapat tersebut, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni tidak terlihat hadir.
Rangkaian ratas dimulai saat Prabowo tiba di Pekanbaru. Setibanya di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Presiden langsung menuju Posko Aju Provinsi Riau untuk mengevaluasi penanganan karhutla.
Dalam rapat tersebut, Prabowo menerima laporan mengenai kondisi terkini karhutla di Riau. Kepala Pelaksana BPBDPK Riau M. Edy Afrizal melaporkan, hingga 23 Agustus 2026 terdapat 306 hotspot di Riau. Dari jumlah tersebut, tujuh titik telah terkonfirmasi menjadi titik api.
Luas lahan yang terbakar sepanjang Januari hingga Agustus 2026 sebelumnya mencapai 16.277,50 hektare. Namun, setelah dilakukan penanganan bersama, area terbakar yang masih perlu ditangani disebut tersisa sekitar 900 hektare.
Prabowo mengapresiasi kerja jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, serta kementerian dan lembaga dalam menangani karhutla.
"Saya kira ini cukup membanggakan, kalian mengatasi 15.000 hektare. Saya yakin yang 900 ini bisa saudara segera kerahkan, TNI-Polri kerahkan kekuatan kita," kata Prabowo.
Baca juga : Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
Presiden meminta jajaran tetap waspada dan segera melaporkan jika membutuhkan tambahan personel maupun peralatan.
Setelah dari Pekanbaru, Prabowo melanjutkan perjalanan ke Palembang, Sumatera Selatan. Setibanya di Palembang, Presiden kembali langsung memimpin ratas penanganan karhutla.
Rapat di Palembang dihadiri antara lain Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak. Dalam ratas tersebut, Prabowo kembali menekankan pentingnya kesiapan personel dan peralatan untuk menangani titik api yang masih tersisa.
Presiden juga meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap korporasi yang terbukti terlibat pembakaran lahan.
"Kalau ada indikasi segera laporan kita segera cabut. Siapa pun korporasi, apa pun, ada sedikit indikasi mereka ikut menyuruh membakar-bakar, kita cabut izinnya," tegas Prabowo.
Prabowo menekankan, kepolisian memiliki peran penting dalam penegakan hukum terkait karhutla.
Baca juga : Prabowo Beri Peringatan Keras: Korporasi Bakar Lahan, Izin Dicabut
"Saya tidak main-main ya, tolong. Kepolisian saya kira di sini main peran yang sangat penting," ujarnya.
Istana: Menhut Absen karena Kebetulan
Di tengah dua ratas tersebut, Raja Juli Antoni tidak tampak mendampingi Presiden. Ketidakhadiran Menhut kemudian dijelaskan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Prasetyo menepis anggapan bahwa Raja Juli tidak dilibatkan dalam penanganan karhutla. Menurutnya, ketidakhadiran Menhut dalam ratas di Sumatera berkaitan dengan agenda kunjungan lapangan yang dilakukannya.
"Nggak, ya kebetulan saja," kata Prasetyo.
Menurut Prasetyo, Raja Juli sebelumnya telah beberapa kali turun langsung ke lapangan untuk memantau penanganan karhutla, termasuk di Sumatera Selatan. Menteri Lingkungan Hidup juga disebut telah melakukan kunjungan ke wilayah tersebut.
Sementara ratas yang dipimpin Prabowo di Pekanbaru dan Palembang lebih difokuskan pada kesiapan tambahan kekuatan untuk operasi penanganan karhutla.
Baca juga : Prabowo Rapat Soal Karhutla Di Hambalang, Menhut Raja Juli Tak Ikut
"Hari ini kan Bapak Presiden memang fokus kepada mengajak Panglima TNI maupun Kapolri untuk menambah kekuatan kalau dibutuhkan personel maupun dibutuhkan alat-alat termasuk heli water bombing," ujar Prasetyo.
Selain helikopter water bombing, kebutuhan kendaraan operasional seperti motor trail yang dimodifikasi juga dibahas untuk mendukung penanganan di lapangan.
Sementara itu, Raja Juli pada Senin (24/8/2026) berada di Kalimantan Barat untuk memantau langsung penanganan karhutla di Kabupaten Kubu Raya. Ia menyebut kunjungan tersebut dilakukan atas permintaan Prabowo untuk memastikan instruksi Presiden dijalankan di lapangan.
Raja Juli mengatakan kondisi hotspot di Kalbar masih dinamis. Berdasarkan data per 23 Agustus, terdapat 28 hotspot yang terdeteksi. Namun, asap dari lahan gambut masih terlihat sehingga proses pendinginan dan pemadaman tetap diperlukan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya