Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jelang Muktamar NU Ke-35, Idrus Marham Sindir Elite PBNU Yang Makin Pragmatis
Selasa, 25 Agustus 2026 17:41 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) PB IKA PMII Idrus Marham menyoroti sikap sejumlah elite Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar ke-35 yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, 27-31 Agustus 2026.
Idrus menilai dinamika menjelang pemilihan kepengurusan PBNU periode 2026-2031 menunjukkan adanya sikap pragmatis dari sejumlah elite organisasi. Menurut dia, perilaku politik yang ditunjukkan sebagian elite PBNU bahkan dinilai lebih kental dibandingkan politisi partai.
"Akhir-akhir ini kita lihat pengurus NU secara personal itu sikap perilakunya lebih melebihi sikap politik dari orang partai itu sendiri gitu loh," ujar Idrus saat peluncuran buku tentang PBNU di Jakarta, Senin (24/8/2026) malam.
Idrus mengatakan, arah kepengurusan PBNU periode mendatang pada akhirnya akan sangat ditentukan oleh pengurus wilayah dan pengurus cabang yang memiliki hak dalam proses pemilihan.
Baca juga : PLN Pasok Listrik Dan Jaringan Wi-Fi Di Arena Muktamar Ke-35 NU Jombang
"Nah, ini yang saya kira semua itu nanti akan kita lihat. Dan ini hanya bisa dilakukan kembali kepada penentu. Siapa penentu? Itu adalah pengurus wilayah, pengurus cabang," katanya.
Dia berharap para pemilik suara dalam Muktamar ke-35 dapat memilih figur yang mampu membawa pembaruan di tubuh organisasi.
Idrus menginginkan kepengurusan PBNU 2026-2031 lebih banyak diisi sosok yang memiliki semangat tajdidiyah, atau pembaruan, dibandingkan kecenderungan ashabiyah maupun wasathiyah.
Menurut dia, semangat pembaruan dibutuhkan agar NU mampu melahirkan gagasan-gagasan inovatif dan berperan lebih besar dalam menghadapi perubahan zaman.
Baca juga : Peluncuran buku NU & Tantangan Peradaban
"Sehingga lahirlah pemikiran-pemikiran inovatif yang menjadi dasar untuk melakukan peran dalam rangka menentukan pembentukan peradaban ke depan. Saya kira ini yang diinginkan," ujarnya.
Minta Elite Lama Beri Kesempatan
Sementara itu, mantan Ketua PBNU Andi Jamaro Dulung juga berharap terjadi perubahan besar dalam struktur kepengurusan PBNU melalui Muktamar ke-35.
Andi meminta para muktamirin memberikan kesempatan kepada jajaran pengurus lama untuk beristirahat dan tidak kembali dipilih menjadi fungsionaris PBNU periode mendatang.
Baca juga : Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Serangan Fajar Di Muktamar NU Ke-35
"Harapan saya kepada muktamirin agar memberi kesempatan kepada pengurus lama mulai dari Rais Aam, Ketua Umum, Sekjen untuk beristirahat, agar tidak kita gunakan lagi, tidak dipilih lagi untuk menjadi fungsionaris PBNU yang akan datang," kata Andi.
Muktamar ke-35 PBNU akan menjadi forum untuk menentukan arah kepemimpinan organisasi periode 2026-2031. Selain memilih kepengurusan baru, forum tersebut juga menjadi momentum bagi warga NU untuk menentukan arah organisasi dalam menghadapi tantangan lima tahun ke depan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya