Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Catatan Idrus Jelang Muktamar Ke-35
NU Perlu Ambil Peran Dan Tentukan Arah Perubahan
Rabu, 26 Agustus 2026 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menjelang Muktamar NU ke-35, mantan Menteri Sosial Idrus Marham meluncurkan buku berjudul Nahdlatul Ulama & Tantangan Peradaban di Hotel Novotel, Jakarta Pusat, Senin (24/8).
Buku ini mengangkat refleksi mengenai posisi dan peran strategis NU dalam menghadapi tantangan zaman, merawat peradaban, serta meneguhkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin bagi masa depan bangsa dan umat manusia.
Tokoh agama, akademisi, kader organisasi, generasi muda, serta masyarakat luas juga hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan peluncuran buku.
Idrus mengatakan, buku tersebut lahir dari kegelisahan sekaligus refleksi atas berbagai tantangan yang dihadapi umat, bangsa, dan peradaban di tengah perubahan zaman yang berlangsung semakin cepat.
Baca juga : Apresiasi Kinerja DPD Kalteng, Hanura Bidik 1 Kursi Senayan
Menurut dia, NU tidak hanya memiliki sejarah panjang dalam menjaga kehidupan keagamaan dan kebangsaan, tetapi juga mempunyai tanggung jawab besar untuk terus memberikan jawaban atas berbagai persoalan yang muncul dalam kehidupan masyarakat.
“Buku ini merupakan refleksi tentang bagaimana Nahdlatul Ulama dapat terus memainkan peran strategis dalam menghadapi tantangan zaman. NU memiliki modal sejarah, tradisi keilmuan, dan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin yang sangat relevan untuk menjawab persoalan masa depan,” katanya.
Idrus menilai tantangan peradaban saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga pergeseran nilai dalam kehidupan masyarakat menjadi sejumlah persoalan yang membutuhkan respons serius.
Karena itu, lanjutnya, NU tidak cukup hanya merespons perubahan yang terjadi. NU perlu mengambil peran dalam membentuk dan menentukan arah perubahan agar tetap berpijak pada nilai kemanusiaan, kebangsaan, dan kemaslahatan.
Baca juga : Jasa Marga & Hutama Karya Digitalisasi Data Di Jalan Tol
Idrus yang juga Anggota MPO PB IKA PMII, menyindir sikap petinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) jelang Muktamar ke-35 yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur pada 27-31 Agustus 2026.
Idrus menilai elite PBNU menunjukkan sikap pragmatis jelang pemilihan ketua umum. Dia menyebut sikap petinggi PBNU telah melampaui politisi.
"Akhir-akhir ini, kita lihat pengurus NU secara personal itu sikap perilakunya melebihi sikap politik dari orang partai itu sendiri gitu loh," ujarnya.
Idrus berharap, kepengurusan PBNU periode 2026-2031 didominasi sosok Tajdidiyah alias aliran pembaruan ketimbang Ashabiyah dan Wasathiyah.
Baca juga : Pram Tebar Hujan Buatan Redam Polusi Dan Panas
"Sehingga lahirlah pemikiran-pemikiran inovatif yang menjadi dasar untuk melakukan peran dalam rangka menentukan pembentukan peradaban ke depan. Saya kira ini yang diinginkan," katanya. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya