Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 9 AHWA Muktamar ke-35 NU Terpilih, Tinggal Tentukan Rais Aam dan Ketum PBNU
- Gempa Susulan Flores Nyaris 10.000, BNPB: Aktivitas Mulai Menurun
- MU Hajar Ipswich, Chelsea Menang Dramatis
- Inter Menang Tipis, Como Permalukan Napoli
- Profil 9 AHWA Muktamar NU Ke-35 (4): KH Miftachul Akhyar, Sang Pewaris Ilmu
Profil 9 AHWA Muktamar NU Ke-35 (6): KH Anwar Iskandar, Ulama Pengayom Umat
Minggu, 30 Agustus 2026 22:11 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Proses tabulasi suara pada Sidang Pleno IV Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Tambakberas, Jombang, menegaskan kembali posisi strategis KH Anwar Iskandar di jajaran elit ulama nusantara.
Dalam pemilihan formatur Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa), ulama asal Banyuwangi ini berhasil mengumpulkan 326 suara atau sekitar 6,9 persen, membawanya duduk di posisi keenam.
Ringkasnya, Ahwa merupakan majelis berisi sembilan kiai sepuh yang memegang mandat musyawarah untuk memilih Rais Aam PBNU. Masuknya nama Kiai Anwar menyempurnakan komposisi jajaran kiai berwawasan luas yang matang dalam urusan keorganisasian maupun kepemimpinan keumatan.
Baca juga : Profil 9 AHWA Muktamar NU Ke-35 (5): KH Afifuddin Muhajir, Sang Pakar Fiqih
Lahir di Berasan, Muncar, Banyuwangi pada 24 April 1950, Kiai Anwar dibesarkan di lingkungan Pondok Pesantren Mambaul Ulum yang didirikan oleh ayahandanya, KH Iskandar. Dari gubuk pesantren keluarga itulah kecintaan dan ketajamannya membedah ilmu agama mulai terasah.
Dahaga keilmuannya kemudian menuntunnya mengembara ke berbagai pesantren legendaris di Jawa, termasuk menimba ilmu di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. Tak berhenti di jalur tradisional, pada tahun 1970 ia hijrah ke ibu kota untuk memperdalam disiplin akademik formal hingga meraih gelar sarjana Sastra Arab di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Kelebihan utama Kiai Anwar terletak pada kepemimpinannya yang komplit, memadukan kedalaman ilmu kitab dengan pengalamannya yang amat panjang di organisasi pergerakan.
Baca juga : Profil 9 AHWA Muktamar NU Ke-35 (4): KH Miftachul Akhyar, Sang Pewaris Ilmu
Jejak kepemimpinannya dirintis sejak usia muda dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), lalu berlanjut ke Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) hingga jajaran pengurus nasional, serta dipercaya memimpin Gerakan Pemuda Ansor Cabang Kediri selama dua periode.
Pengalaman lapangan itu membuatnya luwes meniti tangga kepengurusan struktural NU, mulai dari Rais Syuriyah PCNU Kediri, Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, hingga menduduki posisi puncaknya sebagai Wakil Rais Aam PBNU masa khidmah 2021-2026.
Daya pikat dan kepemimpinan Kiai Anwar pun menembus batas-batas jamiyah. Di kancah keagamaan nasional, ia dipercaya memegang amanah sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggantikan KH Miftachul Akhyar, bahkan kembali terpilih secara aklamasi untuk masa jabatan 2025-2030 lewat Musyawarah Nasional XI MUI.
Baca juga : Profil 9 AHWA Muktamar NU Ke-35 (3): AGH Baharuddin HS, Ulama Kaligrafer
Pengalaman berpolitiknya juga teruji saat ikut membidani perjalanan publik di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) hingga menjadi anggota MPR. Dengan rekam jejak yang lengkap di ruang sosial, kebangsaan, dan keagamaan, sosoknya senantiasa menjadi jembatan perekat komunikasi yang menyejukkan bagi berbagai elemen bangsa.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya