Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Persib Pinjamkan Ramon Tanque ke Klub India Chennaiyin FC
- Dihajar Impor China Dan Logistik Mahal, Industri Plastik RI Terseok-seok
- Kejagung: Pengembalian Uang Tak Hentikan Proses Hukum Kasus Korupsi Nikel
- Yusril Soal 8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia: Pemerintah Terus Verifikasi
- KAI Expo 2026, KCIC Tebar Diskon Tiket Whoosh hingga Lucky Draw
Menengok Jejak Nusantara, Menbud Fadli Zon Luncurkan 5 Jilid Sejarah Indonesia
Senin, 31 Agustus 2026 17:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Kebudayaan Fadli Zon meluncurkan lima jilid pertama buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (31/8/2026). Buku tersebut menjadi bagian dari proyek penulisan sejarah Indonesia yang terdiri dari 10 jilid.
Lima jilid perdana tersebut memiliki total sekitar 5.700 halaman. Isinya membahas perjalanan Indonesia mulai dari akar peradaban Nusantara hingga terbentuknya negara kolonial pada abad ke-19.
Penulisan buku melibatkan 123 penulis dari 34 perguruan tinggi dan 11 lembaga nonperguruan tinggi. Proyek tersebut mencakup 10 jilid utama serta satu jilid fakta dan aneka dengan keseluruhan materi mencapai hampir 8.000 halaman.
Fadli mengatakan sejarah Indonesia tidak dapat dilihat hanya dari satu sudut pandang. Perjalanan bangsa, menurutnya, perlu ditempatkan dalam konteks hubungan Nusantara dengan berbagai peradaban dunia.
Karena itu, lima jilid pertama tidak hanya membahas pergantian kekuasaan dan peperangan. Narasinya turut mengulas perkembangan masyarakat, kebudayaan, perdagangan, agama, serta hubungan Nusantara dengan dunia internasional.
Baca juga : Fadli Zon: Kalau Saya Lihat Biasa-biasa Saja
Jilid pertama berjudul Akar Peradaban Nusantara. Buku ini membahas kondisi geologis, sosial, ekonomi, dan kebudayaan Nusantara sebelum terjadinya perjumpaan intens dengan berbagai peradaban dari luar.
Jilid kedua membahas posisi Nusantara dalam jaringan global. Interaksi dengan India, Tiongkok, dan Persia menjadi bagian dari pembahasan mengenai terbentuknya jaringan ekonomi dan pertukaran budaya di kawasan.
Selanjutnya, jilid ketiga mengangkat tema Nusantara dalam Jaringan Global: Timur Tengah. Buku ini antara lain membahas peradaban maritim, komunitas Muslim, akulturasi hukum, serta terbentuknya identitas maritim dan masyarakat multikultural.
“Jilid 3, Nusantara dalam Jaringan Global: Timur Tengah, membahas peradaban maritim, komunitas muslim, akulturasi hukum, dan kekuatan identitas maritim, dan multikultural,” ujar Fadli.
Jilid keempat membahas interaksi awal Nusantara dengan bangsa-bangsa Barat. Pembahasannya mencakup kompetisi, aliansi, hingga respons berbagai kekuatan lokal terhadap ekspansi Barat.
Baca juga : Kementerian Kebudayaan Akan Bangun Rumah Proklamasi Jadi Museum Sejarah
Sementara jilid kelima mengambil periode 1800-1900. Buku tersebut membahas terbentuknya negara kolonial, perubahan masyarakat, serta berkembangnya kesadaran internasional di tengah perubahan politik dan sosial.
Menurut Fadli, rangkaian buku tersebut berupaya menghadirkan sejarah Indonesia dalam bentang waktu yang panjang. Nusantara tidak ditempatkan sebagai wilayah yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari arus pergaulan dunia.
Peluncuran lima jilid tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Kementerian Kebudayaan memperbarui dan memperkaya narasi sejarah Indonesia. Buku yang sebelumnya telah diperkenalkan secara terbatas itu kini dimutakhirkan, termasuk tata letak serta kreditasi sekitar 1.700 foto sebagai materi pendukung.
Fadli memastikan buku tersebut tidak hanya ditujukan untuk kalangan akademisi maupun perpustakaan. Masyarakat luas juga dapat mengakses versi digitalnya melalui platform Pustaka Budaya.
“Seluruh berkas publik yang diluncurkan hari ini dapat diunduh secara gratis oleh masyarakat luas melalui platform digital pustakabudaya.id,” katanya.
Baca juga : Fadli Zon Dan PANDI Luncurkan Lomba Menulis Dongeng Beraksara Nusantara
Masyarakat yang ingin membaca buku tersebut dapat membuat akun di platform Pustaka Budaya. Setelah melakukan verifikasi, pengguna dapat memilih jilid yang tersedia dalam katalog untuk dipinjam secara digital.
Akses peminjaman diberikan selama 30 hari. Setelah itu, buku dapat dikembalikan secara digital sehingga dapat dimanfaatkan pembaca lainnya.
Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah memperluas akses terhadap literatur sejarah. Buku sejarah yang selama ini banyak ditemukan dalam koleksi perpustakaan kini dapat dijangkau masyarakat melalui perangkat digital.
Bagi Fadli, pengenalan kembali sejarah kepada masyarakat penting di tengah derasnya arus informasi. Sejarah tidak hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi juga bagian dari cara bangsa memahami identitas dan perjalanan dirinya.
Lima jilid yang diluncurkan menjadi tahap awal dari proyek penulisan sejarah Indonesia. Jilid-jilid berikutnya akan melanjutkan penelusuran berbagai babak perjalanan bangsa Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya