Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- KPK Dukung RUU Perampasan Aset, Dorong Penelusuran Berbasis Data
- Dulu Anak Pramuka, Kapolri Ajak Generasi Muda Raih Cita-Cita
- Gempa Darat M2,3 Goyang Kota Bogor, Kedalaman 3 Km
- Kesaksian Ari Lasso Jadi Penumpang Pesawat Garuda Indonesia Yang Alami Pecah Ban
- Borneo FC Siap Berburu Gelar di 4 Kompetisi
Kehilangan Rumah dan Usaha, PNM Dampingi Nasabah Mekaar di Desa Sade
Senin, 31 Agustus 2026 18:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Api yang melalap ratusan rumah tradisional di Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, tak hanya menyisakan reruntuhan.
Bagi warga, termasuk nasabah PNM Mekaar, kebakaran juga berarti kehilangan tempat tinggal sekaligus sumber penghidupan yang selama ini menopang keluarga.
Malam masih pekat ketika truk bantuan memasuki kawasan Desa Adat Sade, Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 21.00 WITA.
Beberapa hari sebelumnya, api melahap ratusan rumah tradisional suku Sasak dalam hitungan jam. Warga berlarian menyelamatkan diri tanpa sempat membawa barang-barang mereka.
Di tengah reruntuhan yang masih menyisakan bau hangus, kedatangan bantuan malam itu menjadi salah satu kabar baik pertama bagi warga yang tengah menghadapi masa sulit.
Desa Adat Sade dikenal sebagai salah satu kampung wisata budaya di Lombok. Di balik rumah-rumah adat beratap alang-alang, banyak perempuan menjalankan usaha kecil, termasuk nasabah PNM Mekaar yang mengandalkan kerajinan tenun sebagai sumber penghasilan.
Baca juga : Tak Ingin Jamur Terbuang, Astuti Bangun Usaha hingga Pimpin Bank Sampah
Kain songket dan selendang khas Sasak tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, tetapi juga menopang perekonomian keluarga dan menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Kebakaran membuat dampak yang dirasakan warga jauh lebih besar dari sekadar kehilangan tempat tinggal.
Rumah, alat tenun, hasil produksi, hingga kios-kios kecil tempat mereka menjajakan kerajinan kepada wisatawan turut terbakar.
Dalam sekejap, sebagian warga kehilangan tempat berusaha sekaligus sumber penghasilan yang selama ini menjadi penopang kehidupan keluarga.
Kondisi tersebut menjadi momentum bagi PNM untuk memastikan nasabah tidak menghadapi masa sulit seorang diri. Prinsip tersebut juga menjadi bagian dari respons PNM dalam menghadapi situasi bencana di berbagai wilayah.
“Kami ingin memastikan bahwa ketika masyarakat sedang berada dalam situasi sulit, PNM tidak hanya datang membawa bantuan, tetapi juga tetap bersama mereka sampai kondisi berangsur pulih. Setelah kebutuhan darurat terpenuhi, kami akan terus melihat kebutuhan lanjutan, termasuk bagaimana nasabah dapat kembali menjalankan aktivitas dan usahanya,” ujar Direktur Utama PNM, Kindaris.
Baca juga : PNM Bantu Wujudkan Mimpi Anak Nasabah Lewat Dukungan Pendidikan
Semangat tersebut diterapkan PNM Peduli di Desa Adat Sade dengan terlebih dahulu memetakan kebutuhan yang paling mendesak di lapangan.
Sebelum penyaluran dilakukan, tim turun langsung untuk memastikan dukungan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan nasabah dan masyarakat terdampak, bukan sekadar mengirimkan paket bantuan umum.
Dari pemetaan tersebut, perlengkapan rumah tangga menjadi salah satu kebutuhan utama.
Hampir seluruh peralatan untuk memasak, makan, minum, dan aktivitas sehari-hari ikut musnah bersama rumah yang terbakar.
Bagi warga yang baru kehilangan hampir seluruh isi rumah, perlengkapan sederhana tersebut memiliki arti besar.
Setiap barang yang diterima bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan hari itu, tetapi juga menjadi langkah awal agar warga dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari di tengah kondisi yang serba terbatas.
Baca juga : Dari Penghasilan Jadi Harapan, PNM Bantu Tika Buka Lapangan Kerja
Kehadiran PNM Peduli di Desa Adat Sade menunjukkan bahwa respons terhadap kondisi nasabah terdampak dilakukan dengan cepat sekaligus mempertimbangkan kebutuhan nyata di lapangan.
Belum genap satu minggu setelah kebakaran, dukungan telah tiba dan diserahkan langsung kepada mereka yang membutuhkan.
Bagi warga yang kehilangan rumah dan tempat usaha, bantuan tersebut menjadi bagian dari langkah awal untuk bangkit dan perlahan kembali menata kehidupan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya