Dark/Light Mode

Wapres Gibran Minta Maaf kepada Warga Huntara Tapsel, Huntap Dibangun Bulan Ini

Jumat, 4 September 2026 22:31 WIB
Wapres Gibran Rakabuming saat meninjau Huntara Desa Napa, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat (4/9/2026). Foto: Bambang Trismawan/RM.ID
Wapres Gibran Rakabuming saat meninjau Huntara Desa Napa, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat (4/9/2026). Foto: Bambang Trismawan/RM.ID

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meminta maaf kepada warga terdampak banjir dan tanah longsor di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, yang hingga kini masih tinggal di hunian sementara (huntara). Gibran memastikan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga akan dimulai bulan ini.

Kepastian itu disampaikan Gibran saat meninjau Huntara Desa Napa, Kabupaten Tapanuli Selatan, Jumat (4/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Wapres mendengarkan langsung keluhan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Sumut pada akhir November 2025.

Gibran menilai kebutuhan hunian menjadi salah satu persoalan yang harus segera dituntaskan dalam proses pemulihan pascabencana. Pemerintah, kata dia, bertanggung jawab memberikan kepastian tempat tinggal yang layak dan aman bagi warga terdampak.

“Saya pastikan, pemerintah terus melaksanakan tanggung jawabnya mempercepat pembangunan huntap sehingga semua bisa dapat kepastian tempat tinggal yang lebih layak dan aman,” ujar Gibran.

Menurutnya, pembangunan rumah tidak sekadar mendirikan bangunan untuk ditempati. Pemerintah juga harus memastikan fasilitas dasar tersedia dan warga dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.

Baca juga : Kunjungi SMAN 1 Barus, Wapres Bantu Lengkapi Fasilitas Belajar

“Rumah bukan hanya soal bangunan. Kita harus memastikan warga tinggal dengan aman, fasilitas dasarnya berfungsi, memiliki kepastian tempat tinggal, dan bisa kembali menjalankan kehidupan dengan baik,” tegasnya.

Salah seorang penghuni Huntara Desa Napa, Eti, mengaku bersyukur keluarganya telah mendapatkan tempat tinggal sementara dari pemerintah. Sebelumnya, dia dan keluarganya harus mengontrak rumah setelah bencana melanda.

Namun, tinggal di huntara belum sepenuhnya mengembalikan kehidupan keluarganya seperti sebelum bencana. Mata pencaharian yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga juga ikut terdampak.

Sebelum banjir, Eti bekerja sebagai buruh sawah, sementara suaminya mencari nafkah sebagai sopir angkutan umum. Kini, aktivitas tersebut tidak lagi berjalan seperti sebelumnya.

“Lebih enak di kampung, Bu. Kalau waktu di kampung siap mandi, siap nyuci semua, pergi ke ladang, ke sawah. Jadi, sekarang nggak ada apa-apa lagi pekerjaan,” ungkap Eti.

Baca juga : Terima Mahasiswa UB Pembuat Rompi Anti Tantrum, Gibran Dukung Inovasi Anak Muda

Meski demikian, dia tetap menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah menyediakan hunian sementara bagi keluarganya. Eti berharap pembangunan hunian tetap dapat segera direalisasikan agar warga tidak terlalu lama hidup dalam kondisi sementara.

“Kami bersyukur juga, sebab pemerintah udah bangun rumah. Kami ucapkan terima kasih untuk pemerintah, udah dibangunkan huntara kami. Jadi harapanku, huntap cepat dibangun,” katanya.

Keluhan warga tersebut menjadi perhatian Gibran. Dia menegaskan, proses pemulihan pascabencana tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga harus membantu warga memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi mereka.

Dalam kunjungan kerja ke Sumatera Utara kali ini, Gibran telah meninjau tiga lokasi hunian bagi warga terdampak bencana. Ketiganya yakni Huntap Aek Parombunan di Kota Sibolga, Huntap Desa Hapesong Baru, serta Huntara Desa Napa di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi hunian sekaligus menyerap berbagai persoalan yang masih dihadapi warga selama masa pemulihan.

Baca juga : Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT

Gibran menekankan, setiap keluhan yang ditemukan di lapangan harus segera ditindaklanjuti melalui koordinasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Menurut dia, percepatan pemulihan harus benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terdampak.

“Setiap kendala dan keluhan yang dialami warga terdampak adalah hal penting yang harus ditindaklanjuti, karena merupakan tanggung jawab pemerintah memastikan kendala masyarakat selama masa pemulihan bisa tertangani,” katanya.

Wapres memastikan pembangunan huntap bagi warga yang masih menunggu akan dimulai pada September ini. Dia meminta seluruh pihak mengawal proses pembangunan agar dapat berjalan sesuai rencana.

Dengan dimulainya pembangunan huntap, warga terdampak diharapkan segera memperoleh kepastian tempat tinggal yang lebih layak dan aman. Pemerintah juga berkomitmen terus mengawal proses pemulihan pascabencana di Sumatera Utara hingga kehidupan masyarakat kembali pulih.

Kunjungan ke Tapanuli Selatan menjadi bagian dari rangkaian peninjauan Gibran terhadap penanganan wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara. Pemerintah berharap percepatan pembangunan hunian dapat menjadi pintu masuk bagi warga untuk kembali menata kehidupan setelah bencana.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.