Dark/Light Mode

7 Bandara Masih Ditutup, Batuk-batuk Anak Krakatau Mulai Mereda

Selasa, 8 September 2026 07:50 WIB
Erupsi Gunung Anak Krakatau. (Foto: Dok. Kementerian ESDM)
Erupsi Gunung Anak Krakatau. (Foto: Dok. Kementerian ESDM)

 Sebelumnya 
Sementara itu, Pemerintah terus berupaya menangani dampak abu vulkanik yang menyebar ke sejumlah wilayah. Salah satu langkah yang disiapkan adalah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut pihaknya menyiapkan tiga strategi untuk membantu meluruhkan abu vulkanik dari wilayah udara yang terdampak. Strategi tersebut dilakukan dengan menyiagakan pesawat OMC di sejumlah lokasi.

Strategi pertama dilakukan dengan menyiagakan satu tim OMC di Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Strategi kedua dilakukan dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, yang telah kembali beroperasi.

Baca juga : Purbaya Bilang Ada Gangguan, Tapi Sedikit

“Kami akan berusaha melaksanakan operasi modifikasi cuaca,” ujar Suharyanto dalam rapat virtual bersama Presiden Prabowo Subianto, Senin (7/9/2026).

BNPB juga menggeser pesawat OMC dari Kalimantan ke Semarang. Langkah tersebut disiapkan sebagai alternatif apabila kondisi penerbangan di Jakarta, Banten, Lampung, dan Sumatera Selatan masih terganggu.

Di sisi lain, sebaran abu vulkanik telah membuat ratusan jadwal penerbangan komersial terganggu. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, hingga Senin (7/9/2026) malam, tujuh bandara masih ditutup sementara.

Baca juga : Soal Penyitaan Aset, Kejagung Minta Hakim Tolak Praperadilan Eks Waka BGN

Tujuh bandara tersebut yakni Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Radin Inten II (Lampung), Husein Sastranegara (Bandung), Budiarto Curug (Tangerang), Pondok Cabe (Tangerang Selatan), dan Taufik Kiemas (Lampung).

Sebelumnya, terdapat delapan bandara yang terdampak abu vulkanik Anak Krakatau. Namun, Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan, telah kembali beroperasi.

Sebagai gantinya, Pemerintah menyiapkan empat bandara alternatif untuk melayani penerbangan yang terdampak. “Keempat bandara tersebut yakni Bandara Kertajati (Majalengka), Ahmad Yani (Semarang), Adi Sumarmo (Boyolali), dan Yogyakarta Internasional (Yogyakarta),” sebut Dudy dalam rapat terbatas penanganan bencana di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Baca juga : Herman Khaeron: Terlalu Jauh Dan Overestimate Itu

Menurut dia, perpanjangan penutupan dilakukan demi memastikan seluruh area landasan pacu serta armada pesawat steril dari paparan abu vulkanik. Pemerintah tidak ingin terburu-buru membuka kembali ruang udara sebelum seluruh standar keselamatan penerbangan terpenuhi. [BYU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.