Dark/Light Mode

Pencarian di Sekitar Anak Krakatau

Basarnas Cari Rombongan Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda

Selasa, 8 September 2026 20:54 WIB
Kepala Basarnas Mohammad Syafii (tengah) diampingi Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso dan Direktur Kesiapsiagaan Noer (kiri-kanan). (Foto: Antara)
Kepala Basarnas Mohammad Syafii (tengah) diampingi Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso dan Direktur Kesiapsiagaan Noer (kiri-kanan). (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Basarnas menggelar operasi pencarian kapal cepat yang mengangkut rombongan jurnalis di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kapal cepat itu dilaporkan hilang kontak.

Data sementara Basarnas mencatat terdapat sedikitnya tujuh jurnalis dalam pencarian, di antaranya pewarta foto LKBN ANTARA M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), Donal (pewarta lepas/freelance), serta dua orang lainnya yang masih dalam proses pendataan.

Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso menyampaikan rasa keprihatinannya atas insiden tersebut. Dia memastikan tim SAR gabungan terus mengoptimalkan upaya penyisiran di lokasi kejadian.

Baca juga : Gandung Pardiman: Dampak Erupsi Ancam Pertumbuhan Pariwisata Nasional

"Besok masih kita lanjutkan pencarian. Kami ikut prihatin," kata Edy seperti dikutip ANTARA, Selasa (8/9/2026).

Edy menjelaskan proses pencarian di lapangan menghadapi tantangan tersendiri, mengingat posisi kejadian berada di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau yang hingga kini masih berstatus aktif dan fluktuatif.

Baca juga : Gunung Anak Krakatau Masih Batuk-Batuk, Hari Ini Sudah 5 Kali

"Gunung Anak Krakatau sewaktu-waktu bisa erupsi dan menyemburkan material, sehingga perlu kehati-hatian," ujarnya.

Kronologis Peristiwa 

Berdasarkan laporan Kantor SAR Banten, kapal speedboat yang membawa rombongan jurnalis tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Korban dilaporkan sempat mengirimkan lokasi terkini share kepada rekan jurnalis di Lampung pada pukul 14.42 WIB, sebelum akhirnya hilang kontak pada pukul 15.04 WIB di titik koordinat duga 6°14'40.52"S 105°40'49.48"T.

Kepala Kantor SAR Banten Zainal Arifin mengatakan, pihaknya telah melakukan operasi pencarian hingga pukul 18.15 WIB. Tim yang mencari sampai ke Pulau Krakatau dan Pulau Panjang, tidak membawa hasil.

Baca juga : Gunung Anak Krakatau Batuk Lagi, Durasi 31 Detik

Operasi pencarian diagendakan berlanjut pada Rabu (9/9) pagi. Kantor SAR Banten mengerahkan KN SAR Tatuka, Rigid Inflatable Boat (RIB) Banten, dilengkapi peralatan SAR air, medis, dan komunikasi bekerja sama dengan Polairud Polda Banten.

"Kita akan memperluas area pencarian karena hari ini kita mempelajari rute dari Carita sampai dengan Anak Gunung Krakatau. Seperti itu," kata Zainal.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.