Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Di Karo, Seorang Anak Diduga Hilang Ingatan
Keracunan MBG Terjadi di Pati & Tulungagung
Kamis, 10 September 2026 08:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kasus dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di sejumlah daerah. Yang terbaru, ratusan siswa dan guru dilaporkan mengalami gangguan pencernaan di Pati, Jawa Tengah, dan Tulungagung, Jawa Timur. Sementara, di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, seorang siswi berinisial FY (16 tahun) mengalami gangguan ingatan setelah diduga mengonsumsi MBG.
Kasus FY menjadi perhatian luas setelah kondisinya tersebar di media sosial. Ia merupakan salah satu korban dalam dugaan keracunan yang menimpa penerima manfaat MBG di Kabupaten Karo pada 13 Agustus 2026.
Dibandingkan korban lainnya, kondisi FY disebut paling parah. Setelah beberapa kali menjalani perawatan dan sempat menunjukkan perbaikan, keluarga kemudian melaporkan bahwa FY mengalami kejang dan gangguan ingatan. Ia pun menjalani pemeriksaan lanjutan di RSUP H Adam Malik, Medan.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan Donal Simanjuntak membenarkan FY sempat menjalani pemeriksaan di RSU Haji Medan. Namun, dari pemeriksaan tersebut tidak ditemukan indikasi hilang ingatan.
“Tim kami yang mendampingi melaporkan kondisi sampai kepulangan ke Karo, yang bersangkutan dapat berkomunikasi dengan baik dan dapat menceritakan pengalamannya,” kata Donal, Rabu (9/9/2026).
Donal mengatakan, pihaknya kembali bertemu dengan FY saat menjalani perawatan lanjutan di RSUP H Adam Malik. Saat itu, FY disebut masih dapat mengenali petugas yang mendampinginya. Meski begitu, Donal memastikan pihaknya akan terus mengawal pemulihan korban.
“Pada prinsipnya, kami terus memantau kondisi kesehatan yang bersangkutan. Pimpinan kami, Kepala BGN, terus memperhatikan kondisi kesehatan korban siswa,” tuturnya.
Baca juga : Raisya Bawazier Mantap Cerai, Minta Talak 3
Namun, pihak keluarga memiliki pandangan berbeda. Ibu FY, Elvinusiana Sitanggang, mengaku tidak puas dengan hasil pemeriksaan dokter yang menyebut anaknya tidak memiliki penyakit.
Menurut Elvinusiana, kondisi FY masih memprihatinkan. Putrinya masih lemas, sulit berdiri sendiri, mengalami kesulitan berbicara, bahkan kerap berhalusinasi.
“Masa bisa anakku seperti itu, pikiranku. Jadi, aku nggak puas sama hasil yang dilaporkan dokter,” kata Elvinusiana, Rabu (9/9/2026).
Manajer Hukum dan Humas RS Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak mengatakan, kondisi FY saat ini stabil sehingga untuk sementara menjalani rawat jalan. Meski demikian, perawatan diperkirakan masih berlangsung cukup lama.
Kasus di Karo belum sepenuhnya selesai, dugaan keracunan MBG kembali terjadi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Ratusan siswa dan guru dari dua sekolah di Kecamatan Gembong mengalami mual, sakit perut, dan diare setelah menyantap menu MBG.
Di SMP Negeri 1 Gembong, 103 siswa dan 13 guru mengalami gangguan pencernaan. Di MTs Negeri 3 Pati, sebanyak 127 siswa dan 30 guru dilaporkan mengalami keluhan serupa.
Para korban sebelumnya menyantap menu berupa nasi bakar dan ayam suwir pada Selasa (8/9/2026). Gejala mulai dirasakan pada malam hari hingga keesokan paginya. Sejumlah korban kemudian mendapat perawatan di puskesmas dan rumah sakit.
Baca juga : Diperiksa Sebagai Tersangka, Febrie Dikonfirmasi Soal Aliran Uang Rp 40 Miliar
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Luky Pratugas Narimo mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab kejadian tersebut. Sampel makanan telah diambil untuk diperiksa di laboratorium. Karena pemeriksaan masih berlangsung, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa dan guru belum dapat dipastikan.
Dugaan keracunan MBG juga terjadi di Tulungagung, Jawa Timur. Kejadian di Kecamatan Rejotangan berlangsung setelah penerima manfaat mengkonsumsi makanan dari SPPG Pakisrejo pada akhir Juli 2026. Saat itu, korban dilaporkan lebih dari 100 orang.
Perkembangan terbaru menunjukkan adanya temuan bakteri dalam sampel makanan yang diperiksa di laboratorium. Temuan tersebut dinilai berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan.
“Secara umum memang ada temuan positif bakteri dari hasil uji lab. Bakteri itu bisa menyebabkan gangguan pencernaan terhadap penerima manfaat,” kata Satgas MBG Tulungagung Sri Wahyuni, Rabu (9/9/2026).
Sri belum menjelaskan jenis bakteri yang ditemukan. Menurutnya, kontaminasi bisa terjadi pada berbagai tahapan, mulai dari proses pengolahan, distribusi, hingga makanan dikonsumsi.
“Kami hanya membicarakan secara makro. Memang dari beberapa sampel ada yang positif mengandung bakteri,” tambahnya.
Untuk mencegah kejadian serupa, tim Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) kembali diterjunkan ke SPPG Pakisrejo. Evaluasi dilakukan terhadap proses pengolahan hingga penyajian makanan.
Baca juga : Trump Kembali Berulah
Berulangnya kasus dugaan keracunan MBG mendapat perhatian DPR. Wakil Ketua DPR Saan Mustopa mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) dan instansi terkait menangani korban secara serius. Menurutnya, penanganan tidak boleh berhenti setelah korban mendapat pertolongan awal. Pemulihan harus dipastikan sampai anak-anak yang terdampak benar-benar kembali sehat.
“Tentu yang pertama kita minta dari BGN dan dari instansi-instansi yang terkait untuk bisa menangani secara serius dan sungguh-sungguh agar anak yang terdampak dari keracunan MBG itu bisa segera pulih kembali,” kata Saan, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Saan juga meminta BGN memastikan biaya pengobatan korban ditanggung hingga mereka benar-benar pulih. Kata dia, Pemerintah harus memastikan persoalan biaya tidak menjadi hambatan bagi keluarga korban untuk mendapatkan perawatan.
“Pembiayaan untuk pemulihan kesehatan anak tersebut juga perlu diperhatikan dan perlu untuk ditanggung secara sungguh-sungguh juga,” tegasnya. UMM/BYU
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya