Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gelar Apel, Kapolres Bogor Antisipasi Potensi Gesekan Suporter Persija-Persib
- Gempa M5,9 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa Hingga Mentawai
- BNPB Laporkan Karhutla Di 4 Daerah, 7,6 Hektare Lahan Terbakar
- Tutup KPPD IV, Gubernur Lemhannas: Kepala Daerah Perlu Berwawasan Global
- TNI Perkuat Penanganan Karhutla dan Bencana, Tuai Apresiasi di Medsos
RM.id Rakyat Merdeka - Gempa bumi dapat terjadi akibat aktivitas tektonik ataupun vulkanik. Kedua jenis gempa ini memiliki karakterisik yang berbeda, termasuk lokasi dan kedalaman sumbernya.
Berikut rincian perbedaan gempa tektonik dan vulkanik menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG):
1. Sumber Utama Gempa
Gempa tektonik terjadi akibat patahan atau pergeseran lempeng bumi (sesar lokal atau megathrust) secara tiba-tiba.
Sementara gempa vulkanik terjadi akibat aktivitas vulkanik seperti dinamika gas dan retakan batuan, atau pergerakan magma menuju permukaan.
2. Kekuatan Gempa
Baca juga : 7 Poin Penjelasan BMKG Soal Gempa Kepulauan Seribu, Tak Berpotensi Tsunami
Gempa tektonik memiliki kekuatan gempa yang variatif, dari kecil hingga sangat besar. Magnitudonya bisa melebihi angka 8. Sedangkan gempa vulkanik, kekuatannya cenderung kecil. Jarang yang melebihi magnitudo 5.
3. Pola Gelombang
Gempa tektonik memiliki pola gelombang P (primary) dan S (secondary) yang terlihat jelas. Sementara gempa vulkanik mempunyai fase gelombang yang tidak jelas, dominan berupa tremor kontinu.
Gelombang P dan S adalah gelombang seismik yang terjadi pada saat gempa. Gelombang P adalah gelombang pertama yang tercatat karena bergerak lebih cepat. Partikel batuan bergerak maju-mundur searah dengan arah rambat gelombang. Sedangkan gelombang S, datang setelah gelombang P karena lebih lambat. Partikel batuan bergerak tegak lurus terhadap arah rambat.
4. Jangkauan Dampak
Gempa tektonik mempunyai jangkauan dampak yang sempit hingga sangat luas, tergantung energi (magnitudo), kedalaman, dan lokasi sesar. Gempa tektonik dapat memicu tsunami, jika patahan mendistorsi dasar laut atau memicu longsoran bawah laut.
Baca juga : Gempa M5,9 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa Hingga Mentawai
Sementara gempa vulkanik, memiliki jangkauan dampak yang sangat lokal. Terbatas hanya di sekitar gunung api. Bisa memicu tsunami, jika material gunung api mengalami longsor massal ke dalam laut. Contohnya, Gunung Anak Krakatau.
5. Kedalaman Gempa
Gempa tektonik memiliki kedalaman yang bervariasi: dangkal (< 70 km), menengah (70-300 km), hingga dalam (> 300 km). Sedangkan gempa vulkanik, kedalamannya terhitung sangat dangkal. Umumnya kurang dari 10 km di bawah tanah.
6. Karakteristik Kejadian
Gempa tektonik umumnya memiliki gempa utama (mainshock) yang diikuti gempa susulan (aftershocks). Sedangkan gempa vulkanik, terjadi dalam pola kawanan (swarms) atau getaran terus-menerus (tremor).
Baca juga : Update Info BMKG Untuk Cuaca Jakarta Sabtu (12/9/2026): Apakah Hujan Atau Panas?
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya