Dark/Light Mode

Gempa Tektonik Vs Gempa Vulkanik, Apa Bedanya?

Sabtu, 12 September 2026 11:09 WIB
Gempa M7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) menimbulkan dampak parah berupa 136 korban jiwa, puluhan ribu pengungsi, serta kerusakan masif pada infrastruktur fisik dan fasilitas umum. (Foto: BMKG)
Gempa M7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) menimbulkan dampak parah berupa 136 korban jiwa, puluhan ribu pengungsi, serta kerusakan masif pada infrastruktur fisik dan fasilitas umum. (Foto: BMKG)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gempa bumi dapat terjadi akibat aktivitas tektonik ataupun vulkanik. Kedua jenis gempa ini memiliki karakterisik yang berbeda, termasuk lokasi dan kedalaman sumbernya. 

Berikut rincian perbedaan gempa tektonik dan vulkanik menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG):

1. Sumber Utama Gempa 

Gempa tektonik terjadi akibat patahan atau pergeseran lempeng bumi (sesar lokal atau megathrust) secara tiba-tiba.

Sementara gempa vulkanik terjadi akibat aktivitas vulkanik seperti dinamika gas dan retakan batuan, atau pergerakan magma menuju permukaan. 

2. Kekuatan Gempa 

Baca juga : 7 Poin Penjelasan BMKG Soal Gempa Kepulauan Seribu, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa tektonik memiliki kekuatan gempa yang variatif, dari kecil hingga sangat besar. Magnitudonya bisa melebihi angka 8. Sedangkan gempa vulkanik, kekuatannya cenderung kecil. Jarang yang melebihi magnitudo 5.

3. Pola Gelombang

Gempa tektonik memiliki pola gelombang P (primary) dan S (secondary) yang terlihat jelas. Sementara gempa vulkanik mempunyai fase gelombang yang tidak jelas, dominan berupa tremor kontinu.

Gelombang P dan S adalah gelombang seismik yang terjadi pada saat gempa. Gelombang P adalah gelombang pertama yang tercatat karena bergerak lebih cepat. Partikel batuan bergerak maju-mundur searah dengan arah rambat gelombang. Sedangkan gelombang S, datang setelah gelombang P karena lebih lambat. Partikel batuan bergerak tegak lurus terhadap arah rambat.

4. Jangkauan Dampak

Gempa tektonik mempunyai jangkauan dampak yang sempit hingga sangat luas, tergantung energi (magnitudo), kedalaman, dan lokasi sesar. Gempa tektonik dapat memicu tsunami, jika patahan mendistorsi dasar laut atau memicu longsoran bawah laut.

Baca juga : Gempa M5,9 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa Hingga Mentawai

Sementara gempa vulkanik, memiliki jangkauan dampak yang sangat lokal. Terbatas hanya di sekitar gunung api. Bisa memicu tsunami, jika material gunung api mengalami longsor massal ke dalam laut. Contohnya, Gunung Anak Krakatau.

5. Kedalaman Gempa

Gempa tektonik memiliki kedalaman yang bervariasi: dangkal (< 70 km), menengah (70-300 km), hingga dalam (> 300 km). Sedangkan gempa vulkanik, kedalamannya terhitung sangat dangkal. Umumnya kurang dari 10 km di bawah tanah.

6. Karakteristik Kejadian

Gempa tektonik umumnya memiliki gempa utama (mainshock) yang diikuti gempa susulan (aftershocks). Sedangkan gempa vulkanik, terjadi dalam pola kawanan (swarms) atau getaran terus-menerus (tremor).

 

Baca juga : Update Info BMKG Untuk Cuaca Jakarta Sabtu (12/9/2026): Apakah Hujan Atau Panas?

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

mpo slot slot gacor harum100 slot gacor slot gacor