Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 3 Debutan Tunggal Putra Indonesia Siap Tampil di Asian Games 2026
- Gempa Darat M2,7 Guncang Bandung, Kedalaman 4 Km
- Jadi Player of the Match, Teja Dedikasikan Kemenangan Persib Buat Bobotoh
- Dilarang Ikut Tes Pirelli, Quartararo Sempat Ogah Bantu Yamaha
- Barcelona-Atletico Menang Telak, Puncak Klasemen Makin Ketat
PLN Genjot Pasokan Listrik Sulbagsel, Darmawan Turun Tangan
Kamis, 17 September 2026 13:20 WIB
Sebelumnya
Selain mempercepat perbaikan pembangkit yang mengalami gangguan, PLN mengoptimalkan seluruh pembangkit yang masih tersedia dan menyiapkan tambahan kapasitas hingga 627 MW. PLN juga berkoordinasi dengan Pemerintah daerah serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk menjalankan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).
Upaya tersebut ditujukan untuk meningkatkan potensi ketersediaan air sehingga dapat mendukung operasional pembangkit hidro. Namun, pelaksanaannya menghadapi tantangan karena kondisi atmosfer yang sangat kering menyebabkan awan yang dapat disemai masih terbatas.
Baca juga : Sinergi PLN Group, PLN Icon Plus Dukung Percepatan Program PLTS 100 GWp
“Seluruh langkah ini kami jalankan secara paralel. Kami menargetkan pada akhir September 2026 pasokan dan kebutuhan listrik Sulbagsel dapat berangsur seimbang kembali. Prosesnya kami kawal dan evaluasi dari hari ke hari,” kata Darmawan.
Selain penanganan jangka pendek, PLN menyiapkan penguatan sistem kelistrikan Sulbagsel untuk jangka panjang. Sistem tersebut akan diarahkan menjadi lebih beragam, fleksibel, dan resilien dalam menghadapi dinamika pasokan energi.
Baca juga : Pasokan Listrik Utama di Flores Normal, PLN Fokus Pulihkan Jaringan Distribusi
Penguatan dilakukan sejalan dengan arahan Presiden melalui program PLTS 100 gigawatt (GW). Untuk sistem Sulbagsel, PLN menyiapkan pengembangan sekitar 5,2 gigawatt peak (GWp) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) serta 8,2 gigawatt hour (GWh) Battery Energy Storage System (BESS).
“PLTS akan menambah pasokan dari sumber yang tidak bergantung pada air, sementara BESS menjadi penyangga ketika produksi hidro turun. Kombinasi ini akan membuat sistem Sulbagsel lebih beragam, fleksibel, dan resilien,” pungkas Darmawan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya