Dark/Light Mode

Tokoh Adat Papua Imbau Warga Tak Terprovokasi Kegiatan KNPB

Rabu, 23 September 2026 11:15 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah tokoh adat di Kabupaten Jayapura, Papua, mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi narasi maupun aktivitas Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Para Ondofolo meminta masyarakat tetap menjaga kedamaian dan tidak terlibat dalam kegiatan yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun lingkungan.

Kedamaian di Tanah Papua dinilai menjadi kepentingan bersama yang harus dijaga seluruh elemen masyarakat.

Ondofolo Dasim Kleubeuw, Harly Ohei, meminta masyarakat Kabupaten Jayapura maupun Kota Jayapura tidak mengikuti kegiatan KNPB yang berpotensi berujung pada tindakan anarkis.

Baca juga : Diungkap KPK: Dana Operasional Eks Gubernur Enembe Mencapai Rp 1,2 Triliun

Menurut Harly, masyarakat perlu mempertimbangkan dampak dari setiap kegiatan terhadap keamanan dan kehidupan sosial di lingkungan masing-masing.

“Saya mengimbau kepada masyarakat umum yang ada di Kabupaten Jayapura maupun Kota Jayapura untuk tidak ikut dalam kegiatan aksi provokasi, jangan sampai ujung-ujungnya terjadi tindakan anarkis yang justru merugikan kita semua,” kata Harly.

Harly menegaskan, perdamaian di Tanah Papua harus dijaga seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak warga tidak terpecah oleh kepentingan kelompok tertentu dan tetap mengedepankan persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Tujuan kita satu, bagaimana membawa Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dengan damai di Tanah Papua,” ujarnya.

Baca juga : Kementerian PU Pastikan Pembangunan Gedung MRP Papua Selatan Dilanjutkan

Senada, Ondofolo Kampung Asei Besar, Marthen Ohee, menilai masyarakat adat tidak seharusnya terseret dalam agenda KNPB yang mengatasnamakan kepentingan masyarakat Papua.

Ia menegaskan, sikap kelompok tersebut tidak dapat dianggap mewakili seluruh masyarakat adat.

“Walaupun mengatasnamakan masyarakat Orang Asli Papua, tapi dari adat kami mengatakan tidak, itu hanya keinginan sekelompok orang,” tegas Marthen.

Marthen juga meminta masyarakat lebih memprioritaskan keluarga dan aktivitas ekonomi. Menurutnya, warga sebaiknya tidak mengikuti kegiatan yang tidak memberikan manfaat dan justru berpotensi menimbulkan persoalan.

Baca juga : Beredar Hoax Bantuan Rp300 Juta, Ini Klarifikasi Pemprov Papua

“Lebih baik urus diri, urus istri dan anak, serta mencari makan daripada mengikuti kegiatan yang tidak menguntungkan,” ucapnya.

Sementara itu, Ondofolo Kampung Adat Homfolo, Anderson Tokoro, mengingatkan masyarakat agar setiap penyampaian pendapat tetap menghormati hukum dan norma adat.

Ia meminta seluruh warga bersama-sama menjaga ketertiban agar kehidupan sosial di wilayah adat Jayapura tetap aman dan damai.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.