Dark/Light Mode

Resmikan PAPEDA Summit 2026

Zulhas Buka Ruang Dialog Bangun Papua Berkelanjutan

Jumat, 4 September 2026 07:00 WIB
Menko Pangan Zulkifli Hasan (delapan dari kiri) saat meresmikan PAPEDA Summit 2026 di Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (2/9/2026). Foto: Dok. KEMENKO PANGAN
Menko Pangan Zulkifli Hasan (delapan dari kiri) saat meresmikan PAPEDA Summit 2026 di Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (2/9/2026). Foto: Dok. KEMENKO PANGAN

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan membuka ruang dialog seluas-luasnya dalam menentukan arah pembangunan Papua. Ditegaskannya, Pemerintah ingin kekayaan alam dan potensi Papua tidak hanya dikelola, tetapi manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat setempat.

Komitmen tersebut disampaikan Zulhas-sapaan akrab Zulkifli Hasan saat meresmikan PAPEDA Summit 2026 (Papua Development and Nature Summit) bertajuk ‘Papua Aksi untuk Pembangunan, Ekonomi, dan Alam Berkelanjutan di Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (2/9/2026).

Forum tersebut dihadiri Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, 56 mitra pembangunan, serta sejumlah lembaga donor.

Baca juga : Politisi Gerindra Kawal Total Revisi UU Kadin

Zulhas mengatakan, pembangunan Papua membutuhkan komunikasi dan kerja bersama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, masyarakat adat, mitra pembangunan, serta seluruh pemangku kepentingan.

Ia menegaskan, kesiapannya memfasilitasi dialog untuk mencari solusi atas berbagai persoalan pembangunan di Papua.

“Saya bersedia berdialog, berkomunikasi, dan memfasilitasi. Kita ingin Papua maju dan penuh damai. PAPEDA Summit harus menjadi ruang untuk kita bicara bersama tentang apa yang benar-benar dibutuhkan Papua,” kata Zulhas dikutip Kamis (3/9/2026).

Baca juga : PAN Maluku Ajak Seluruh Kader Bersatu Bantu Rakyat

Menurut dia, Pemerintah harus mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan. Karena itu, Zulhas mengaku hampir setiap bulan datang ke Papua untuk memantau perkembangan pelaksanaan berbagai program Pemerintah.

Dia menilai kebijakan pembangunan Papua tidak bisa disamaratakan. Setiap wilayah memiliki persoalan, karakteristik, serta potensi yang berbeda.

Salah satu perhatian Pemerintah, kata Zulhas, adalah memastikan masyarakat Papua mendapatkan pangan dengan harga terjangkau. Dia tidak ingin masyarakat di wilayah timur Indonesia harus membayar bahan pangan lebih mahal akibat persoalan konektivitas dan distribusi.

Baca juga : Satgas PASTI Sikat 2 Platform Kripto Ilegal

“Tugas kita mengawal pangan. Jangan sampai masyarakat Papua harus membayar pangan lebih mahal,” tegasnya.

Untuk itu, Pemerintah mengembangkan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) di Papua Selatan. Pengembangan kawasan tersebut melibatkan masyarakat lokal dengan tetap menjaga kawasan hutan dan wilayah masyarakat adat.

Harapannya, kebutuhan pangan masyarakat Papua ke depan dapat semakin banyak diproduksi dan dipenuhi dari wilayah Papua sendiri.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.