Dark/Light Mode

Video Call Keluarga Korban Yang Dibunuh, Teroris Papua Keji

Sabtu, 12 September 2026 07:30 WIB
Salah satu kerabat menangis di depan peti jenazah Wili Mbuik di Bandara El Tari Kupang, Provinsi NTT, Jumat (11/9/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Kornelis Kaha/app/YU)
Salah satu kerabat menangis di depan peti jenazah Wili Mbuik di Bandara El Tari Kupang, Provinsi NTT, Jumat (11/9/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Kornelis Kaha/app/YU)

RM.id  Rakyat Merdeka - Aksi teroris Papua yang membantai 3 aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Jayawijaya pada Rabu (9/9/2026) lalu, benar-benar keji. Sintingnya lagi, usai membantai, teroris Papua malah video call sambil tertawa dengan keluarga korban yang dibunuh.

Tangkapan layar video viral diduga pelaku penembakan tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya menggunakan ponsel korban Wili Mbuik untuk melakukan video call dengan keluarganya. (Foto: Facebook)

Aksi brutal itu menimpa tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Mereka ditembak kelompok bersenjata di Distrik Muliama, Rabu (9/9/2026).

Ketiga korban yakni Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya Aprida Rapi (49), Alfonsius Albinus Meha (35), dan Willi Mbuik (25).

Baca juga : Pengusutan Kasus Febrie, Saksi Kunci Balikin Duit Rp 5 Miliar Ke Kejagung

Peristiwa bermula ketika ketiga korban bersama sejumlah pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya menjalankan tugas di Distrik Muliama. Rombongan yang berjumlah 11 orang itu berangkat dari Wamena untuk meninjau pelaksanaan program cetak sawah sekaligus mengantarkan bantuan bibit babi kepada masyarakat.

Namun, dalam perjalanan kembali ke Wamena sekitar pukul 15.45 WIT, rombongan dihadang kelompok bersenjata. Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Ilham Datu Ramang mengatakan, para korban bersama lima rekannya sempat dipisahkan berdasarkan kelompok orang asli Papua (OAP) dan non-OAP.

Setelah itu, kelompok bersenjata melepaskan tembakan ke arah tiga pegawai Dinas Pertanian yang merupakan non-OAP.

Baca juga : Firman Soebagyo: Kadin Perlu Diperkuat Peran Dan Fungsinya

Aprida mengalami luka tembak di bagian perut. Alfonsius terkena tembakan di bagian belakang kepala dan tangan kiri. Keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sementara Willi mengalami luka tembak di bagian pinggang kanan. Dia sempat dievakuasi ke RSUD Wamena untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Setelah penembakan, pelaku mengambil telepon genggam milik Willi yang telah tewas. Ponsel tersebut kemudian digunakan untuk melakukan video call dengan keluarga korban.

Baca juga : I Nengah Senantara: Saya Tolak, Karena Berpotensi Dualisme

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Irjen Faizal Ramadhani membenarkan aksi tersebut. "Iya betul, pelaku video call dengan keluarga korban," kata Faizal kepada wartawan, Jumat (11/9/2026).

Dugaan rekaman video call tersebut kemudian beredar di media sosial. Dalam video, keluarga Willi terlihat berbicara dengan seorang pria yang diduga merupakan pelaku penembakan.

Pada salah satu momen, pria tersebut tampak tersenyum. Keluarga korban kemudian mempertanyakan alasan Willi ditembak. "Anak saya ada masalah apa kau bunuh, kau tembak," cecar seorang laki-laki dalam percakapan tersebut.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

mpo slot slot gacor harum100 slot gacor slot gacor