Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) memberikan santunan kepada keluarga almarhum Bambang Setiawan, penjual cermin yang menjadi korban kekerasan dalam aksi demonstrasi ricuh di kawasan Penjompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).
Santunan diserahkan saat perwakilan KBPBI mendatangi rumah duka di Penjompongan, Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (29/8/2026). Kedatangan mereka disambut istri almarhum, Sudarsih, bersama dua anaknya.
Sejumlah perwakilan KBPBI yang hadir antara lain Wakil Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN Ahmad Supriadi, Presiden Konfederasi Buruh Merdeka Indonesia (KBMI) Daeng Wahidin, Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Sunarno, serta Ketua Umum Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) Rudi HB Daman.
Rudi mengatakan, kedatangan KBPBI merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap keluarga Bambang yang menjadi korban dalam aksi tersebut.
"Kami dari KBPBI menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga dan menyampaikan sedikit belasungkawa. Ada bantuan yang digalang oleh teman-teman dari KBPBI," kata Rudi.
Baca juga : Kapolri Minta Buruh Siap Hadapi Perubahan Dunia Kerja
Menurut Rudi, bantuan tersebut salah satunya berasal dari Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea. Bantuan diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan Bambang.
Rudi menilai kekerasan dalam aksi demonstrasi tidak dapat dibenarkan karena dapat menimbulkan korban dari kalangan masyarakat.
"Tindakan-tindakan seperti ini kurang tepat dan justru memunculkan korban bagi masyarakat," tegasnya.
Karena itu, KBPBI meminta aparat penegak hukum mengusut kasus tersebut secara tuntas. Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat mendapatkan kepastian hukum sekaligus menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Sementara itu, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga Bambang Setiawan.
Baca juga : Kapolri Listyo Sigit Resmi Jadi Anggota Kehormatan KSBSI
Andi Gani mengatakan, pemberian santunan merupakan wujud kepedulian dan solidaritas kaum buruh terhadap masyarakat yang menjadi korban.
Ia juga meminta proses hukum terhadap kasus tersebut dilakukan secara transparan dan menyeluruh. Menurutnya, siapa pun yang terbukti melakukan kekerasan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum.
"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum. Tidak boleh ada masyarakat yang menjadi korban akibat tindakan kekerasan," kata Andi Gani.
Andi Gani berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi semua pihak agar penyampaian aspirasi tidak berubah menjadi tindakan kekerasan yang merugikan masyarakat.
"Perjuangan dan penyampaian aspirasi harus tetap menjunjung tinggi kemanusiaan. Jangan sampai masyarakat kecil yang justru menjadi korban," tegasnya.
Baca juga : Koalisi Buruh Siap Kawal RUU Ketenagakerjaan
Di tempat yang sama, Ketua Umum KASBI Sunarno mengatakan buruh tidak turun dalam aksi demonstrasi tersebut karena saat ini tengah berkonsentrasi mengawal proses revisi Undang-Undang (UU) Ketenagakerjaan.
"Untuk aksi demonstrasi kemarin, buruh memang tidak turun karena kami sedang konsentrasi penuh untuk revisi UU Ketenagakerjaan," kata Sunarno.
Sunarno menegaskan, tidak turunnya buruh dalam aksi demonstrasi bukan berarti perjuangan terhadap kepentingan pekerja berhenti. Perhatian buruh saat ini diarahkan pada pengawalan pembahasan revisi UU Ketenagakerjaan agar menghasilkan regulasi yang berpihak pada kesejahteraan pekerja.
Menurut dia, perjuangan melalui jalur pembahasan kebijakan tetap menjadi bagian penting untuk memastikan kepentingan buruh terakomodasi dalam regulasi ketenagakerjaan yang akan datang.
KBPBI berharap proses hukum atas kasus kekerasan tersebut dapat berjalan secara tuntas. Di sisi lain, kelompok buruh menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kepentingan pekerja dengan tetap mengedepankan kemanusiaan dan kepentingan masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya