Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Rocky Gerung Dan Syahganda Masuk Pemerintahan, Ini Pesan Idrus
Senin, 5 Oktober 2026 08:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Idrus Marham mendukung keputusan Presiden Prabowo Subianto melantik Rocky Gerung sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dan Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom).
Idrus menilai masuknya Rocky Gerung dan Syahganda Nainggolan ke dalam struktur pemerintahan tidak semestinya dimaknai sebagai hilangnya sikap kritis yang selama ini menjadi ciri keduanya.
“Yang tentu kita tidak inginkan adalah ketika ada di dalam, daya kritisnya tidak ada lagi atau hilang,” kata Idrus dalam keterangannya di Jakarta, Senin (5/10/2026).
Menurut Idrus, kritik terhadap pemerintah tidak selalu harus disampaikan dari luar pemerintahan. Hal yang lebih penting, kata dia, adalah sejauh mana kritik dan masukan tersebut dapat diterima serta menjadi bahan perbaikan kebijakan.
Ia menilai keberadaan seseorang di dalam struktur pemerintahan justru dapat membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan pusat kekuasaan.
“Kalau ada di dalam, maka tentu peluang untuk ketemu, untuk berkomunikasi dengan pusat kekuasaan itu sangat-sangat memiliki peluang yang lebih besar dan frekuensi yang lebih besar,” ujarnya.
Idrus mengatakan Indonesia merupakan rumah bersama yang harus dirawat seluruh anak bangsa melalui peran dan profesi masing-masing.
Menurut dia, seseorang tetap dapat memberikan kontribusi bagi kehidupan kebangsaan, baik memiliki jabatan maupun tidak.
“Indonesia ini adalah rumah kita bersama yang harus kita rawat secara bersama dan berperan sesuai dengan posisi dan profesi kita masing-masing,” kata Idrus.
Baca juga : Kepala Bakom Ganti 3 Kali, Ada Apa Dengan Tim Komunikasi Pemerintah?
Ia menegaskan pemerintah dan masyarakat merupakan satu kesatuan sebagai penghuni sekaligus pemilik rumah bersama bernama Indonesia.
“Karena itu, mereka bukan lawan, bukan musuh, tetapi mitra bahkan sesama anggota keluarga besar dalam rumah besar kita, Indonesia,” tegasnya.
Idrus kemudian membedakan peran seseorang dalam kehidupan publik melalui pendekatan struktural dan fungsional.
Menurut dia, peran struktural dijalankan berdasarkan jabatan atau posisi seseorang, sedangkan peran fungsional dapat dilakukan melalui konsep, gagasan, pemikiran, dan kapasitas yang dimiliki.
Karena itu, ia menilai kedua pendekatan tersebut idealnya dapat berjalan secara bersamaan.
“Yang idealnya memang ada perspektif struktural fungsional, yaitu peran yang kita lakukan berdasarkan konsep sesuai dengan posisi dan kedudukan yang kita miliki,” ujarnya.
Idrus menilai salah satu persoalan dalam kehidupan publik adalah gagasan seseorang belum tentu mendapat perhatian ketika tidak memiliki posisi struktural.
Sebaliknya, seseorang yang memiliki jabatan terkadang lebih mudah didengar meskipun belum tentu memiliki gagasan yang kuat.
“Betapapun cerdasnya orang kalau tidak punya jabatan itu belum tentu diikuti. Ada banyak orang yang sebenarnya tidak punya konsep tetapi karena punya jabatan itu pun dihormati,” katanya.
Baca juga : Ini Alasan Rocky Gerung Mau Jadi Wantimpres
Dalam konteks Rocky Gerung, Idrus melihat keputusan Prabowo sebagai ruang agar gagasan dan kritik yang selama ini disampaikan Rocky dapat lebih efektif diterima pemerintah.
“Karena itu, apa yang dilakukan oleh Pak Rocky ini adalah strategi bagaimana fungsi peran yang dilakukan selama ini dapat berjalan efektif,” tutur Idrus.
Ia pun mendukung keterlibatan Rocky dalam pemerintahan dan berharap posisi barunya tidak mengubah karakter kritis yang selama ini dimilikinya.
“Saya kira kita dukung sepenuhnya. Bagaimana kritikan dan masukannya bisa berjalan efektif,” ujarnya.
Idrus juga meyakini Rocky Gerung dan Syahganda Nainggolan tidak akan kehilangan daya kritis meskipun kini berada dalam lingkaran kekuasaan.
Dukung Syahganda
Selain Rocky Gerung, Idrus mendukung keputusan Prabowo mengangkat Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom.
Menurut dia, penunjukan Syahganda merupakan bagian dari upaya menghadirkan figur yang memiliki kapasitas, gagasan, dan pengalaman dalam ruang komunikasi publik ke dalam pemerintahan.
Ia menilai keberadaan Syahganda di posisi tersebut dapat berkontribusi terhadap penguatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Baca juga : Jadi Kepala Bakom, Syahganda Siapkan Strategi Komunikasi Berbasis AI
Dukungan tersebut, kata Idrus, sejalan dengan pandangannya bahwa setiap anak bangsa memiliki ruang untuk mengambil peran dalam kehidupan kebangsaan.
“Bagaimana itu dilakukan? Kita boleh ada jabatan atau tidak, itu bukan persoalan. Itu masalah cara saja,” kata Idrus.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya melantik Rocky Gerung sebagai anggota Wantimpres dan Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Pada kesempatan yang sama, Prabowo melantik Fadli Tri Hartono sebagai Wakil Kepala Bakom.
Dalam susunan Wantimpres, Pratikno dipercaya sebagai ketua dan Hatta Rajasa sebagai wakil ketua. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penataan sejumlah posisi dalam pemerintahan Prabowo.
Bagi Idrus, masuknya figur yang memiliki gagasan dan sikap kritis ke dalam pemerintahan seharusnya dilihat sebagai upaya memperluas ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat.
Ia menegaskan ukuran keberhasilan Rocky bukan lagi sekadar seberapa dikenal dirinya, melainkan sejauh mana gagasan dan kritik yang disampaikan dapat diterima dan memberikan kontribusi terhadap kebijakan pemerintah.
“Pilihan sekarang adalah terlibat meskipun tidak terlihat, tidak terkenal,” kata Idrus.
Menurut dia, prinsip yang ideal adalah “terlibat dan terlihat”, yakni tetap memberikan kontribusi nyata dalam pemerintahan tanpa kehilangan kapasitas untuk berpikir kritis.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya