Dark/Light Mode

Idrus Marham Launching Buku Nahdlatul Ulama & Tantangan Peradaban

Selasa, 25 Agustus 2026 17:46 WIB
Mantan Menteri Sosial Idrus Marham memberikan keterangan usai meluncurkan buku Nahdlatul Ulama & Tantangan Peradaban di Hotel Novotel, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2026). Dok. Ist
Mantan Menteri Sosial Idrus Marham memberikan keterangan usai meluncurkan buku Nahdlatul Ulama & Tantangan Peradaban di Hotel Novotel, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2026). Dok. Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Mantan Menteri Sosial Idrus Marham meluncurkan buku berjudul Nahdlatul Ulama & Tantangan Peradaban di Hotel Novotel, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2026). Peluncuran buku yang diselenggarakan Laskar Ansor bersama Bina Ruhani Nusantara tersebut menjadi ruang refleksi mengenai posisi dan peran strategis Nahdlatul Ulama (NU) dalam menghadapi perubahan zaman dan tantangan peradaban.

Tokoh agama, akademisi, kader organisasi, generasi muda, serta masyarakat turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran berbagai kalangan diharapkan memperkaya diskusi mengenai masa depan NU dan kontribusinya dalam kehidupan kebangsaan.

Idrus mengatakan, buku tersebut lahir dari kegelisahan sekaligus refleksinya terhadap berbagai persoalan yang dihadapi umat, bangsa, dan peradaban di tengah perubahan yang berlangsung cepat. Menurut dia, NU tidak hanya memiliki sejarah panjang dalam menjaga kehidupan keagamaan dan kebangsaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan jawaban atas berbagai persoalan masyarakat.

Baca juga : Jelang Muktamar NU Ke-35, Idrus Marham Sindir Elite PBNU Yang Makin Pragmatis

“Buku ini merupakan refleksi tentang bagaimana Nahdlatul Ulama dapat terus memainkan peran strategis dalam menghadapi tantangan zaman. NU memiliki modal sejarah, tradisi keilmuan, dan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin yang sangat relevan untuk menjawab persoalan masa depan,” kata Idrus.

Dia menilai tantangan peradaban saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga pergeseran nilai dalam kehidupan masyarakat membutuhkan respons yang serius. Karena itu, Idrus berpandangan NU tidak cukup hanya bertahan menghadapi perubahan. NU juga perlu mengambil peran dalam membentuk dan menentukan arah perubahan agar tetap berpijak pada nilai kemanusiaan, kebangsaan, dan kemaslahatan.

“Yang kita butuhkan bukan sekadar kemampuan bertahan menghadapi perubahan, tetapi bagaimana NU dapat menjadi bagian penting dalam menentukan arah peradaban. Nilai-nilai keislaman yang moderat, toleran, dan berorientasi pada kemaslahatan harus terus dikembangkan,” ujarnya.

Baca juga : Peluncuran buku NU & Tantangan Peradaban

Idrus berharap buku Nahdlatul Ulama & Tantangan Peradaban dapat menjadi bahan renungan sekaligus ruang diskusi bagi kader NU, generasi muda, akademisi, tokoh agama, dan masyarakat luas. Dia menegaskan buku tersebut tidak dimaksudkan sekadar sebagai karya tulis, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun percakapan lebih luas mengenai masa depan NU, bangsa Indonesia, dan arah peradaban.

“Semoga buku ini tidak berhenti sebagai sebuah karya tulis, tetapi menjadi bahan pemikiran dan percakapan bersama tentang bagaimana kita merawat peradaban dan membangun masa depan yang lebih baik,” katanya.

Peluncuran buku ini sekaligus menjadi momentum untuk melihat kembali kontribusi NU dalam kehidupan keagamaan dan kebangsaan, terutama di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin dinamis.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.