Dark/Light Mode

Hotspot Karhutla Turun 139 Titik, Kemenhut Tetap Perkuat Kewaspadaan

Senin, 5 Oktober 2026 16:49 WIB
Foto: Kemenhut
Foto: Kemenhut

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) tetap mempertahankan kesiapsiagaan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi darat dan udara meski jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi secara nasional menurun.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribadi mengatakan berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) hingga Minggu (4/10/2026) pukul 21.10 WIB, terdeteksi 527 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence).

"Jumlah tersebut turun 139 titik dibandingkan Sabtu (3/10/2026) yang mencatat 666 hotspot," katanya.

Data tersebut berdasarkan pemantauan satelit NASA Terra/Aqua, NASA SNPP, dan NASA NOAA-20.

Pada enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, Kalimantan Tengah mencatat 116 hotspot, meningkat dibandingkan sehari sebelumnya yang sebanyak 96 titik.

Sementara itu, Sumatera Selatan mencatat 75 hotspot, turun signifikan dari 254 titik. Kalimantan Barat juga turun dari 26 menjadi 19 titik, sedangkan Kalimantan Selatan dari 18 menjadi 15 titik.

Adapun Riau tidak mencatat hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi, turun dari 32 titik sehari sebelumnya. Kondisi serupa terjadi di Jambi yang turun dari tiga titik menjadi nihil.

Secara keseluruhan, enam provinsi prioritas tersebut mencatat 225 hotspot high confidence, turun dari 429 titik pada hari sebelumnya.

Baca juga : Pemadaman Terus Dilakukan, Hotspot Karhutla Tinggal 666 Lagi

Ristianto mengatakan penurunan jumlah hotspot secara nasional dan di sebagian besar provinsi prioritas merupakan perkembangan yang perlu terus dijaga.

Namun, dinamika antarwilayah tetap menjadi perhatian karena Kalimantan Tengah saat ini mencatat jumlah hotspottertinggi di antara enam provinsi prioritas dan mengalami peningkatan dibandingkan sehari sebelumnya.

"Karena itu, pemantauan dan verifikasi lapangan tetap diperkuat," ujarnya.

Kemenhut menegaskan hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit sehingga tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran maupun luas areal yang terbakar.

Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot. Oleh karena itu, setiap indikasi tetap perlu diverifikasi melalui groundcheck untuk memastikan kondisi aktual dan menentukan langkah penanganan di lapangan.

Pengendalian karhutla terus dilakukan secara terpadu oleh Manggala Agni Kemenhut bersama BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dunia usaha, serta para pihak terkait.

Operasi udara dilakukan bersamaan dengan upaya di darat, antara lain patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, pembasahan, mopping up, dan pendinginan.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap kebakaran di lahan gambut. Bara api dapat bertahan dan menjalar di bawah permukaan meskipun api di atas tanah sudah tidak terlihat.

Baca juga : Penanganan Karhutla Sebaiknya Utamakan Pencegahan Menyeluruh

Karena itu, pembasahan dan pendinginan dilakukan hingga lokasi dinyatakan benar-benar aman.

Pemerintah juga terus memantau kondisi udara berdasarkan konsentrasi PM2,5 sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan masyarakat.

Berdasarkan pemantauan terkini, sebagian besar wilayah Indonesia berada dalam kategori baik hingga sedang. Namun, masih terdapat sejumlah kantong wilayah dengan kondisi tidak sehat hingga sangat tidak sehat, terutama di sebagian wilayah Kalimantan, Sumatera, dan Papua.

Pada beberapa lokasi juga terpantau kondisi udara dalam kategori berbahaya.

Kondisi udara dapat berubah mengikuti perkembangan kebakaran, konsentrasi partikulat, pergerakan massa udara, arah dan kecepatan angin, serta kondisi atmosfer lainnya.

Masyarakat di wilayah terdampak diminta terus mengikuti informasi kondisi udara dan arahan pemerintah daerah. Apabila kualitas udara memburuk, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar.

Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan maupun penyakit kronis.

Karhutla juga dapat mengganggu habitat, sumber pakan, serta jalur pergerakan satwa liar. Kemenhut melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan unit terkait terus melakukan pemantauan serta penanganan terhadap satwa yang terdampak.

Baca juga : PetroChina Bersama Satgas Padamkan Karhutla

Masyarakat yang menemukan satwa liar terluka, terjebak, terdampak kebakaran, atau masuk ke kawasan permukiman diminta tidak melakukan penanganan maupun evakuasi secara mandiri.

Masyarakat diminta menjaga jarak, menghindari tindakan yang dapat menyebabkan satwa stres atau agresif, serta mencatat lokasi dan kondisi satwa apabila memungkinkan.

Temuan tersebut selanjutnya dapat dilaporkan kepada BKSDA atau petugas kehutanan terdekat.

Kemenhut mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Penurunan jumlah hotspot tidak berarti kewaspadaan dapat dikurangi karena kondisi karhutla bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti cuaca, kondisi lahan, serta aktivitas di lapangan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.