Dark/Light Mode

Peduli Korban Karhutla Kalbar, Gamma Thohir Kerahkan Bantuan Dan Relawan Muda

Sabtu, 10 Oktober 2026 07:03 WIB
Pendiri Yayasan Desabumi, Gamma A. Thohir menyerahkan bantuan senilai Rp 100 juta untuk korban terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar). Foto: Yayasan Desabumi
Pendiri Yayasan Desabumi, Gamma A. Thohir menyerahkan bantuan senilai Rp 100 juta untuk korban terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar). Foto: Yayasan Desabumi

RM.id  Rakyat Merdeka - Pendiri Yayasan Desabumi, Gamma A. Thohir, mengajak generasi muda terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan melalui penyaluran bantuan senilai Rp 100 juta bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar). 

Bantuan tersebut disiapkan bersama Society of Renewable Energy (SRE) Indonesia dan para relawan untuk disalurkan ke Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang pada 10–13 Oktober 2026.

Aksi kemanusiaan itu diawali dengan seremoni pelepasan relawan secara hibrida pada Jumat (9/10/2026), yang menghubungkan peserta di Jakarta dengan mahasiswa, petugas pemadam kebakaran, relawan, dan masyarakat terdampak di Kalimantan Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan menjangkau warga yang membutuhkan sekaligus memberikan dukungan moral di tengah bencana asap.

Gamma mengatakan, kepedulian sosial perlu ditanamkan sejak usia muda dan diwujudkan melalui tindakan nyata. Pengalamannya terlibat dalam kegiatan sosial sejak berusia 15 tahun membentuk pandangannya bahwa keberhasilan seseorang tidak cukup diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada orang lain.

Baca juga : Karhutla Kembali Membara, Malaysia Ngomel-ngomel

“Saya selalu melihat kehidupan kita seperti tubuh manusia. Ada tangan, kaki, mata, dan berbagai organ yang memiliki fungsi berbeda, tetapi saling membantu,” ujar Gamma A. Thohir dalam siaran pers yang diterima RM.ID, Sabtu (10/10/2026). Ia menegaskan, masyarakat di berbagai daerah harus saling peduli ketika sebagian warga menghadapi kesulitan.

Menurut Gamma, pendidikan dan keberhasilan karier perlu diimbangi dengan kepedulian terhadap lingkungan sosial. Ia berharap generasi muda tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga bersedia meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membantu sesama.

“Generasi muda tidak cukup hanya pintar, berpendidikan tinggi, atau berhasil dalam pekerjaannya. Mereka juga harus punya hati, kepedulian, dan kemauan untuk melakukan sesuatu bagi orang lain,” katanya.

Bantuan tersebut akan didistribusikan oleh relawan Desabumi dan Komunitas SRE Tanjungpura ke Pulau Datok, Kabupaten Kayong Utara, serta Desa Ulak Medang, Kabupaten Ketapang. Perjalanan dari Pontianak menuju lokasi diperkirakan memerlukan waktu sekitar 16 jam melalui jalur darat dan laut, dengan tantangan berupa kondisi geografis, keterbatasan infrastruktur, dan kebutuhan koordinasi logistik.

Baca juga : Hotspot Karhutla Naik, Kemenhut Perkuat Operasi Pemadaman

Paket bantuan mencakup sembako dan kebutuhan dasar masyarakat, serta dukungan logistik dan transportasi bagi kegiatan relawan. Program tersebut juga dirancang untuk menghadirkan interaksi sosial dan hiburan sederhana guna membantu membangkitkan semangat warga yang terdampak.

Pendiri SRE Indonesia, Zagy Y Berian, menekankan bahwa penyaluran bantuan harus disertai tata kelola yang baik dan pertanggungjawaban yang jelas. Menurut dia, kepercayaan para donatur harus dijaga melalui pencatatan pengeluaran, dokumentasi kegiatan, serta pengawasan terhadap proses distribusi.

“Ada banyak doa dan harapan yang dititipkan masyarakat kepada teman-teman relawan. Karena itu, tugas kita bukan hanya memastikan bantuan sampai, tetapi juga menjaga kepercayaan tersebut dengan penuh tanggung jawab,” ujar Zagy.

Ketua Tim Relawan, Tiara, mengatakan para relawan telah mempersiapkan diri untuk menjalankan misi kemanusiaan selama empat hari. Persiapan itu meliputi kesiapan fisik, kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat, serta kegiatan hiburan sederhana untuk memberikan dukungan moral kepada warga.

Baca juga : Aktivis Apresiasi Relawan Dan Masyarakat Kalteng Gotong Royong Padamkan Karhutla

“Kami menjalani kegiatan kerelawanan ini dengan sepenuh hati. Setiap anggota tim telah mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun kemampuan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan masyarakat,” kata Tiara.

Aksi tersebut berlangsung ketika penanganan karhutla di Kalimantan Barat masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat memperpanjang status tanggap darurat karhutla selama 5–18 Oktober 2026 karena kebakaran masih ditemukan di sejumlah wilayah, termasuk Kayong Utara dan Ketapang.

Laporan Radio Republik Indonesia (RRI) pada 5 Oktober 2026 juga menyebutkan bahwa kedua kabupaten tersebut masih menghadapi risiko karhutla, terutama karena terbatasnya potensi hujan. Kondisi ini memperkuat kebutuhan akan koordinasi penanganan kebakaran, pencegahan titik api baru, serta dukungan bagi masyarakat yang terdampak asap.

Gamma berharap keterlibatan relawan muda dapat menumbuhkan kepedulian sosial yang berkelanjutan. Selain bantuan darurat, upaya pencegahan karhutla, edukasi masyarakat, patroli, deteksi dini, dan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran juga perlu diperkuat, khususnya di kawasan lahan gambut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.